Ranomi Kromowidjojo samakan rekor Inge de Bruijn
Senin, 06 Agustus 2012 - 20:15 WIB
Ranomi Kromowidjojo samakan rekor Inge de Bruijn
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sukses merebut medali emas nomor bergengsi 100 meter gaya bebas putri, perenang. Atlet Belanda keturunan Indonesia Ranomi Kromowidjojo, mempersembahkan medali emas cabang renang nomor gaya bebas 50 gaya bebas putri di pentas Olimpiade London 2012.
Di babak final Sabtu malam atau Minggu dini hari WIB, Ranomi berhasil mencatat waktu terbaik 24,05 detik. Sedangkan di tempat kedua Aliaksandra Herasimenia dari Belarusia dengan catatan waktu 24,28 detik. Sedangkan medali perunggu jadi milik perenang Belanda lainnya Marleen Veldhuisof dengan catatan waktu 24,39 detik.
Sedangkan juara bertahan nomor 50 meter dan 100 meter gaya bebas pada Olimpiade Beijing 2008, Britta Steffen dari Jerman yang masih mencoba ikut bersaing di Olimpiade London hanya mampu finis di urutan keempat dengan torehan waktu 24,46 detik. Sehari sebelumnya Britta juga kalah bersaing di nomor 100 meter gaya bebas.
Bagi Ranomi, raihan dua emas di nomor bergengsi ini sekaligus menyamai prestasi mantan ratu renang Belanda, Inge de Bruijn yang juga menyumbangkan dua medali emas di nomor 50 meter dan 100 meter gaya bebas pada Olimpiade Sydney 2000.
Ranomi kini masuk daftar panjang perenang bintang Belanda,termasuk Pieter van den Hoogenband dan Inge de Bruijn.De Bruijn adalah perenang putri Belanda yang meraih medali emas di nomor gaya bebas 100 meter Olimpiade di Sydney pada 2000. Sementara itu,bermalam di istana sambil berpesta bir dengan ribuan teman membayangi pikiran Ranomi setelah meraih medali emas di nomor 100 meter gaya bebas putri.
Tim renang Belanda dan pembuat bir ternama dari Negeri Kincir Angin Heineken telah memesan tempat di Alexandra Palace atau dikenal dengan Ally Pallysebagai rumah mereka selama Olimpiade London untuk merayakan kemenangan Ranomi, Sabtu (4/8),sesaat setelah kompetisi itu berakhir.Malam itu tentu akan menjadi malam penuh kemeriahan di London utara. Gadis hitam manis yang dikenal sebagai perenang estafet itu menorehkan namanya sebagai juara individu dengan catatan waktu Olimpiade 53 detik.
Berada di urutan keempat tidak membuat Ranomi ciut nyali untuk menggeser juara dunia Aliaksandra Herasimenia (Belarus) ke urutan kedua dan menempatkan Tang Yi (China) di urutan ketiga. “Mereka yang menonton pertandingan lewat tayangan televisi mungkin lebih gugup daripada saya.
Bagi saya,pertandingan itu luar biasa,tapi bukan penampilan terbaik saya.Catatan waktu itu bukan catatan terbaik saya sepanjang musim ini.Saya tidak terlalu puas dengan pencapaian waktu saya.Artinya,medali emas tetaplah medali emas.Saya senang bisa meraihnya dan menjadi juara Olimpiade,” kata gadis kelahiran Groningen,20 Agustus 1990,itu,dilansir Reuters.
Di babak final Sabtu malam atau Minggu dini hari WIB, Ranomi berhasil mencatat waktu terbaik 24,05 detik. Sedangkan di tempat kedua Aliaksandra Herasimenia dari Belarusia dengan catatan waktu 24,28 detik. Sedangkan medali perunggu jadi milik perenang Belanda lainnya Marleen Veldhuisof dengan catatan waktu 24,39 detik.
Sedangkan juara bertahan nomor 50 meter dan 100 meter gaya bebas pada Olimpiade Beijing 2008, Britta Steffen dari Jerman yang masih mencoba ikut bersaing di Olimpiade London hanya mampu finis di urutan keempat dengan torehan waktu 24,46 detik. Sehari sebelumnya Britta juga kalah bersaing di nomor 100 meter gaya bebas.
Bagi Ranomi, raihan dua emas di nomor bergengsi ini sekaligus menyamai prestasi mantan ratu renang Belanda, Inge de Bruijn yang juga menyumbangkan dua medali emas di nomor 50 meter dan 100 meter gaya bebas pada Olimpiade Sydney 2000.
Ranomi kini masuk daftar panjang perenang bintang Belanda,termasuk Pieter van den Hoogenband dan Inge de Bruijn.De Bruijn adalah perenang putri Belanda yang meraih medali emas di nomor gaya bebas 100 meter Olimpiade di Sydney pada 2000. Sementara itu,bermalam di istana sambil berpesta bir dengan ribuan teman membayangi pikiran Ranomi setelah meraih medali emas di nomor 100 meter gaya bebas putri.
Tim renang Belanda dan pembuat bir ternama dari Negeri Kincir Angin Heineken telah memesan tempat di Alexandra Palace atau dikenal dengan Ally Pallysebagai rumah mereka selama Olimpiade London untuk merayakan kemenangan Ranomi, Sabtu (4/8),sesaat setelah kompetisi itu berakhir.Malam itu tentu akan menjadi malam penuh kemeriahan di London utara. Gadis hitam manis yang dikenal sebagai perenang estafet itu menorehkan namanya sebagai juara individu dengan catatan waktu Olimpiade 53 detik.
Berada di urutan keempat tidak membuat Ranomi ciut nyali untuk menggeser juara dunia Aliaksandra Herasimenia (Belarus) ke urutan kedua dan menempatkan Tang Yi (China) di urutan ketiga. “Mereka yang menonton pertandingan lewat tayangan televisi mungkin lebih gugup daripada saya.
Bagi saya,pertandingan itu luar biasa,tapi bukan penampilan terbaik saya.Catatan waktu itu bukan catatan terbaik saya sepanjang musim ini.Saya tidak terlalu puas dengan pencapaian waktu saya.Artinya,medali emas tetaplah medali emas.Saya senang bisa meraihnya dan menjadi juara Olimpiade,” kata gadis kelahiran Groningen,20 Agustus 1990,itu,dilansir Reuters.
(wbs)