Claressa Shields, petinju 17 tahun penyelamat pamor AS
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 01:57 WIB
Claressa Shields, petinju 17 tahun penyelamat pamor AS
A
A
A
Sindonews.com – Petinju belia Amerika Serikat Claressa Shields menghentak ring tinju Olimpiade London. Shields yang masih berusia 17 tahun merebut emas setelah mengalahkan Nadezda Torlopova dari Rusia di final kelas menengah 75 Kg dini hari tadi. Shields unggul 19-12.
Shields menjadi petinju muda kedua—laki-laki dan wanita—yang memenangi emas tinju Olimpiade. Dia juga petinju termuda sejak Davey Armstrong membela AS di Olimpiade Muenchen pada 1972 di usia 16 tahun. Shields juga menjadi petinju wanita AS pertama yang merebut emas tinju dalam sejarah Olimpiade.
Pertarungan Shields dengan Torlopova berlangsung ketat di ronde pertama. Mereka saling berbagi angka 3-3. Namun, di ronde kedua, Shields menunjukkan dominasinya dengan unggul 7-4 melalui kombinasi pukulan yang menghantam wajah Torlopova. Shields tidak terbendung untuk menang 19-12.
Kemenangan Shields turut disaksikan warga Flint, Michigan dari layar televisi. Keluarga besar dan fans melonjak gembira ketika Shields dinyatakan menang. Kegembiraan itu membuncah karena Shields menjadi harapan terakhir AS untuk meraih medali emas di olimpiade London.
Shields menjadi petinju muda kedua—laki-laki dan wanita—yang memenangi emas tinju Olimpiade. Dia juga petinju termuda sejak Davey Armstrong membela AS di Olimpiade Muenchen pada 1972 di usia 16 tahun. Shields juga menjadi petinju wanita AS pertama yang merebut emas tinju dalam sejarah Olimpiade.
Pertarungan Shields dengan Torlopova berlangsung ketat di ronde pertama. Mereka saling berbagi angka 3-3. Namun, di ronde kedua, Shields menunjukkan dominasinya dengan unggul 7-4 melalui kombinasi pukulan yang menghantam wajah Torlopova. Shields tidak terbendung untuk menang 19-12.
Kemenangan Shields turut disaksikan warga Flint, Michigan dari layar televisi. Keluarga besar dan fans melonjak gembira ketika Shields dinyatakan menang. Kegembiraan itu membuncah karena Shields menjadi harapan terakhir AS untuk meraih medali emas di olimpiade London.
(aww)