Pemain sepakbola Korsel dilarang terima medali
Minggu, 12 Agustus 2012 - 01:31 WIB
Pemain sepakbola Korsel dilarang terima medali
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara mengejutkan meminta kepada para pemain peraih medali perunggu sepakbola pria Korea Selatan (Korsel) untuk tidak naik ke atas podium saat penyerahan medali tersebut. Hal ini akibat dari salah satu pemain Korsel yang terlihat membentangkan spanduk bernada politik.
Kejadian tersebut bermula saat perebutan medali perunggu, dengan mempertemukan Korsel dan Jepang yang berakhir untuk kemenangan tim berjuluk Taegeuk Warriors 2-0. Setelahnya poster yang bertuliskan pesan politik (Dokdo adalah wilayah kita) diangkat oleh salah satu pemain KorSel yakni Park Jung-Woo.
Karena itu IOC melakukan penyelidikan lebih lanjut, sebab tindakan ini akan berisiko menyulut situasi politik antara Korsel dan Jepang semakin tegang. Seperti diketahui kedua negara telah lama berdebat kepemilikan pulau Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea Selatan. Padahal kedua pulau ini jauh dari kedua negara.
"Kami telah membuka penyelidikan dan telah meminta NOC (National Olympic Committee) dari Republik Korea untuk diminta penjelasannya terkait masalah ini. Kami juga meminta agar Republik Korea NOC mengambil tindakan cepat pada masalah ini dan memastikan atlet tidak hadir pada upacara presentasi sore ini untuk penyerahan medali," kata Komite Olimpiade Internasional dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, Minggu (12/8/2012).
Setelah insiden tersebut berita begitu cepat tersebar diakun Twitter sebuah kantor berita Korea. Menurut Kepala staf NOC, John mengatakan masalah ini sangat serius sebab masalah yang terkait dengan politik tidak ada hubungannya dengan olahraga.
"Kami hanya mendengar tentang apa yang terjadi kemarin dan insiden ini sangat serius untuk di selidiki. Menurut aturan IOC politik tidak memiliki tempat dalam olahraga," ucap John.
John menambahkan Pulau-pulau yang disengketakan ini diyakini mengandun gas alam yang berpotensi menghasilkan miliaran dolar dan Lee menjadi pemimpin Korsel pertama yang melakukan perjalanan ke pulau-pulau tersebut.
Sebelumnya, Jepang telah mengkonfirmasi akan mengambil sengketa wilayah ke Mahkamah Internasional setelah Presiden KorSel, Lee Myung-bak membuat kejutan dengan mengunjungi kedua pulau tersebut. Setelah kunjungan itu, Jepang langsung memanggil duta besarnya yang berada di Korea Selatan untuk kembali Jepang.
Sementara para pejabat di Korsel mengatakan kunjungan itu dimaksudkan untuk menyoroti pentingnya kepulauan tersebut sebagai cagar alam dan tidak ditujukan untuk memicu masalah.
Kejadian tersebut bermula saat perebutan medali perunggu, dengan mempertemukan Korsel dan Jepang yang berakhir untuk kemenangan tim berjuluk Taegeuk Warriors 2-0. Setelahnya poster yang bertuliskan pesan politik (Dokdo adalah wilayah kita) diangkat oleh salah satu pemain KorSel yakni Park Jung-Woo.
Karena itu IOC melakukan penyelidikan lebih lanjut, sebab tindakan ini akan berisiko menyulut situasi politik antara Korsel dan Jepang semakin tegang. Seperti diketahui kedua negara telah lama berdebat kepemilikan pulau Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea Selatan. Padahal kedua pulau ini jauh dari kedua negara.
"Kami telah membuka penyelidikan dan telah meminta NOC (National Olympic Committee) dari Republik Korea untuk diminta penjelasannya terkait masalah ini. Kami juga meminta agar Republik Korea NOC mengambil tindakan cepat pada masalah ini dan memastikan atlet tidak hadir pada upacara presentasi sore ini untuk penyerahan medali," kata Komite Olimpiade Internasional dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, Minggu (12/8/2012).
Setelah insiden tersebut berita begitu cepat tersebar diakun Twitter sebuah kantor berita Korea. Menurut Kepala staf NOC, John mengatakan masalah ini sangat serius sebab masalah yang terkait dengan politik tidak ada hubungannya dengan olahraga.
"Kami hanya mendengar tentang apa yang terjadi kemarin dan insiden ini sangat serius untuk di selidiki. Menurut aturan IOC politik tidak memiliki tempat dalam olahraga," ucap John.
John menambahkan Pulau-pulau yang disengketakan ini diyakini mengandun gas alam yang berpotensi menghasilkan miliaran dolar dan Lee menjadi pemimpin Korsel pertama yang melakukan perjalanan ke pulau-pulau tersebut.
Sebelumnya, Jepang telah mengkonfirmasi akan mengambil sengketa wilayah ke Mahkamah Internasional setelah Presiden KorSel, Lee Myung-bak membuat kejutan dengan mengunjungi kedua pulau tersebut. Setelah kunjungan itu, Jepang langsung memanggil duta besarnya yang berada di Korea Selatan untuk kembali Jepang.
Sementara para pejabat di Korsel mengatakan kunjungan itu dimaksudkan untuk menyoroti pentingnya kepulauan tersebut sebagai cagar alam dan tidak ditujukan untuk memicu masalah.
(akr)