Laga final Brasil bertemu Rusia
Minggu, 12 Agustus 2012 - 09:30 WIB
Laga final Brasil bertemu Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Tim bola voli putra Brasil melangkah ke final Olimpiade London 2012. Tiket itu diraih setelah mereka mengalahkan tim Italia tiga set langsung 25-21,25-12,dan 25- 21 di Earls Court Exhibition Center,London, kemarin.
Kini mereka ditunggu tim Rusia pada final Minggu (12/8). Tim bola voli putra Brasil adalah salah satu juara dalam cabang ini.Apalagi,mereka pernah mencatatkan prestasi emas saat tampil pada Olimpiade 1992 Barcelona dan 2004 Athena.Sementara pada Olimpiade 2008 Beijing, mereka hanya mampu meraih medali perak setelah ditaklukkan tim Amerika Serikat. Kini medali emas sudah di depan mata.
Mereka tinggal selangkah lagi mewujudkan ambisi emas,sekaligus menebus kegagalan mereka empat tahun lalu di Beijing.Mereka memang optimistis akan mampu mewujudkan prestasi maksimal pada final ketiga beruntun mereka di Olimpiade. Jika Brasil mampu melakukan itu,mereka akan mampu menyamai perolehan medali yang dibukukan Rusia dan AS.Pasalnya, kedua negara itu saat ini sudah meraih tiga medali emas,sejak cabang bola voli memulai debutnya pada Olimpiade Tokyo 1964.Jadi, mereka ingin mengulang prestasi manisnya seperti delapan tahun lalu.
Yang jelas,pelatih tim Brasil Bernardo Rezende mengaku sangat gembira dengan pencapaian anak asuhnya.Meski tidak memainkan kapten Gilberto Godhoy Filho pada laga semifinal,dia tetap senang dengan penampilan para pemain muda Brasil saat meredam kekuatan Italia yang sebelumnya menundukkan juara bertahan AS.Apalagi, dia telah membaca permainan tim Azzuri saat berhasil melangkah ke semifinal.
“Kami senang telah menunjukkan permainan terbaik kami sepanjang turnamen. Saya rasa itu adalah pertandingan terbaik kami dalam dua tahun terakhir,”kata salah satu pemain tim Brasil,Bruni Rezende,seperti dilansir AFP. “Kami tahu mereka akan melakukan servedengan baik,namun kami tetap semangat dan pantang menyerah,”lanjutnya. Penampilan pemain Brasil Murilo Endres juga menjadi peran penting dari kemenangan tim ini.Dia sukses menghasilkan 15 poin, termasuk poin terakhir di set ketiga.
Masalahnya,akankah Brasil mampu mengulang kesuksesan delapan tahun lalu? Ini yang harus dibuktikan Endres dkk.Apa pun,mengalahkan Rusia bukanlah hal enteng. Apalagi,Rusia juga sudah menunjukkan performa yang bagus sepanjang Olimpiade kali ini,termasuk saat mengalahkan Bulgaria 25-21,25-15,23-25,25-23 pada semifinal. Kecemerlangan pemain Rusia Maxim Mikhaylov misalnya,wajib diwaspadai tim Brasil.
Selain mampu mencetak 25 poin pada pertandingan melawan Bulgaria,dia juga menjadi otak kemenangan Rusia,tim yang pernah meraih medali emas Olimpiade 1964, 1968,dan 1980––saat masih bernama Uni Soviet ini. “Ini merupakan impian,mimpi semu pemain dan fans untuk memenangkan medali emas,”kata Mikhaylov.“Yang jelas,ini pencapaian yang bagus kami karena bisa melangkah ke final.Namun,kami akan menghadapi lawan terbaik di laga nanti,”lanjutnya.
Yang pasti,Brasil memang lebih diunggulkan pada partai final nanti.Apalagi, mereka pernah mengalahkan Rusia 3-2 pada penyisihan Grup B Olimpiade 2012 London. Hanya memang,situasinya saat ini sangat berbeda,sebab ini pertemuan pertama mereka di final.Jadi,segala sesuatu masih sangat mungkin terjadi di lapangan.
Kini mereka ditunggu tim Rusia pada final Minggu (12/8). Tim bola voli putra Brasil adalah salah satu juara dalam cabang ini.Apalagi,mereka pernah mencatatkan prestasi emas saat tampil pada Olimpiade 1992 Barcelona dan 2004 Athena.Sementara pada Olimpiade 2008 Beijing, mereka hanya mampu meraih medali perak setelah ditaklukkan tim Amerika Serikat. Kini medali emas sudah di depan mata.
Mereka tinggal selangkah lagi mewujudkan ambisi emas,sekaligus menebus kegagalan mereka empat tahun lalu di Beijing.Mereka memang optimistis akan mampu mewujudkan prestasi maksimal pada final ketiga beruntun mereka di Olimpiade. Jika Brasil mampu melakukan itu,mereka akan mampu menyamai perolehan medali yang dibukukan Rusia dan AS.Pasalnya, kedua negara itu saat ini sudah meraih tiga medali emas,sejak cabang bola voli memulai debutnya pada Olimpiade Tokyo 1964.Jadi, mereka ingin mengulang prestasi manisnya seperti delapan tahun lalu.
Yang jelas,pelatih tim Brasil Bernardo Rezende mengaku sangat gembira dengan pencapaian anak asuhnya.Meski tidak memainkan kapten Gilberto Godhoy Filho pada laga semifinal,dia tetap senang dengan penampilan para pemain muda Brasil saat meredam kekuatan Italia yang sebelumnya menundukkan juara bertahan AS.Apalagi, dia telah membaca permainan tim Azzuri saat berhasil melangkah ke semifinal.
“Kami senang telah menunjukkan permainan terbaik kami sepanjang turnamen. Saya rasa itu adalah pertandingan terbaik kami dalam dua tahun terakhir,”kata salah satu pemain tim Brasil,Bruni Rezende,seperti dilansir AFP. “Kami tahu mereka akan melakukan servedengan baik,namun kami tetap semangat dan pantang menyerah,”lanjutnya. Penampilan pemain Brasil Murilo Endres juga menjadi peran penting dari kemenangan tim ini.Dia sukses menghasilkan 15 poin, termasuk poin terakhir di set ketiga.
Masalahnya,akankah Brasil mampu mengulang kesuksesan delapan tahun lalu? Ini yang harus dibuktikan Endres dkk.Apa pun,mengalahkan Rusia bukanlah hal enteng. Apalagi,Rusia juga sudah menunjukkan performa yang bagus sepanjang Olimpiade kali ini,termasuk saat mengalahkan Bulgaria 25-21,25-15,23-25,25-23 pada semifinal. Kecemerlangan pemain Rusia Maxim Mikhaylov misalnya,wajib diwaspadai tim Brasil.
Selain mampu mencetak 25 poin pada pertandingan melawan Bulgaria,dia juga menjadi otak kemenangan Rusia,tim yang pernah meraih medali emas Olimpiade 1964, 1968,dan 1980––saat masih bernama Uni Soviet ini. “Ini merupakan impian,mimpi semu pemain dan fans untuk memenangkan medali emas,”kata Mikhaylov.“Yang jelas,ini pencapaian yang bagus kami karena bisa melangkah ke final.Namun,kami akan menghadapi lawan terbaik di laga nanti,”lanjutnya.
Yang pasti,Brasil memang lebih diunggulkan pada partai final nanti.Apalagi, mereka pernah mengalahkan Rusia 3-2 pada penyisihan Grup B Olimpiade 2012 London. Hanya memang,situasinya saat ini sangat berbeda,sebab ini pertemuan pertama mereka di final.Jadi,segala sesuatu masih sangat mungkin terjadi di lapangan.
(wbs)