Conte dilarang berhubungan dengan Si Nyonya Tua
Minggu, 12 Agustus 2012 - 10:52 WIB
Conte dilarang berhubungan dengan Si Nyonya Tua
A
A
A
Sindonews.com– Massimo Carrera menanggung beban berat membawa Juventus dalam 10 bulan ke depan. Pelatih caretaker La Vecchia Signora (Si Nyonya Tua), itu dilarang berhubungan dengan Antonio Conte yang terkena sanksi 10 bulan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FGIC).
Conte dan asistennya,Angelo Alessio, dilarang terlibat sepak bola nasional karena tersangkut kasus pengaturan skor (Scommessopoli).Mereka melakukan hal itu saat masih menangani Siena yang menjadi juara Seri B pada musim 2010/2011.
Selama Conte menjalani hukuman FIGC,Juventus menunjuk Carrera sebagai pelatih sementara.Laga Supercoppa Italiana yang mempertemukan Juventus dan Napoli di Beijing,China,tadi malam, menjadi tugas perdana Carrera.
Carrera merupakan salah satu mantan pemain Juventus yang beredar pada periode 1991–1996.Setelah pensiun,Carrera menjadi direktur teknik Juventus junior. Pada 2011/2012,mantan bek Napoli (2003/ 2004) itu menjadi salah satu staf Conte. Pihak manajemen akan mempertahankan Conte,meski dalam status pesakitan.
Juventus tetap mensupport Conte yang telah membuat Si NyonyaTua tak terkalahkan selama musim Seri A 2011/2012.Direktur Juventus Bepe Marrota menegaskan, Conte akan tetap menjadi pelatih Juventus,meskipun akan menghabiskan waktunya di tribune.
“Antonio (Conte) adalah arsitek utama saat memenangkan liga,dan mengingat fakta bahwa perannya sangat utama untuk mengelola tim,kami tidak pernah berpikir untuk menggantinya,”ujar Marrota, dilansir Footbal Italia.
Marrota menambahkan,meski saat ini Conte sedang dirundung masalah,dia tetap diakui sebagai pemimpin oleh para pemain.Marrota juga yakin Juventus akan menebus ketidakhadiran Conte dengan kemenangan.“Sempat muncul gagasan untuknya agar mengundurkan diri, tetapi itu tidak akan terjadi,”ungkap Marrota.
Dalam menjalani masa hukumannya, Conte tidak diperbolehkan berbicara dengan Carrera.Pengacara olahraga Mattia Grassani menyatakan,Conte tidak bisa bekerja di dalam lingkungan FIGC, dan tidak boleh pergi ke ruang ganti sebelum pertandingan,selama laga berlangsung dan juga setelah pertandingan selesai.
“Selain itu,dia juga tidak boleh pergi ke mixed zone,”ungkap Grassani, dilansir Sky Sport 24. Conte hanya diperbolehkan persiapan pramusim dan semua masalah yang berhubungan dengan bawahan di tim juga melakukan hal teknis di manajemen.“Dia juga tidak boleh mengirimkan informasi ke Carrera. Peraturan ini jelas karena sebelumnya ada pelatih yang ditangkap karena memberikan informasi lewat ponsel.Ini tidak diperbolehkan meskipun melalui orang ketiga,”tuturnya.
Sementara kiper Juventus Gianluigi Buffon menegaskan,kasus yang menimpa Conte tidak akan melemahkan Si Nyonya Tua.Justru masalah ini akan menguatkan mental Juventus dan menambah motivasi meraih hasil terbaik.
“Saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,bisa saja membuat orang menjadi labil.Tapi itu tidak bagi kami, justru akan menjadikan kami lebih kuat. Situasi tim tidak terlalu berpengaruh, semua santai dan tetap bekerja untuk hasil terbaik,”katanya.
Conte dan asistennya,Angelo Alessio, dilarang terlibat sepak bola nasional karena tersangkut kasus pengaturan skor (Scommessopoli).Mereka melakukan hal itu saat masih menangani Siena yang menjadi juara Seri B pada musim 2010/2011.
Selama Conte menjalani hukuman FIGC,Juventus menunjuk Carrera sebagai pelatih sementara.Laga Supercoppa Italiana yang mempertemukan Juventus dan Napoli di Beijing,China,tadi malam, menjadi tugas perdana Carrera.
Carrera merupakan salah satu mantan pemain Juventus yang beredar pada periode 1991–1996.Setelah pensiun,Carrera menjadi direktur teknik Juventus junior. Pada 2011/2012,mantan bek Napoli (2003/ 2004) itu menjadi salah satu staf Conte. Pihak manajemen akan mempertahankan Conte,meski dalam status pesakitan.
Juventus tetap mensupport Conte yang telah membuat Si NyonyaTua tak terkalahkan selama musim Seri A 2011/2012.Direktur Juventus Bepe Marrota menegaskan, Conte akan tetap menjadi pelatih Juventus,meskipun akan menghabiskan waktunya di tribune.
“Antonio (Conte) adalah arsitek utama saat memenangkan liga,dan mengingat fakta bahwa perannya sangat utama untuk mengelola tim,kami tidak pernah berpikir untuk menggantinya,”ujar Marrota, dilansir Footbal Italia.
Marrota menambahkan,meski saat ini Conte sedang dirundung masalah,dia tetap diakui sebagai pemimpin oleh para pemain.Marrota juga yakin Juventus akan menebus ketidakhadiran Conte dengan kemenangan.“Sempat muncul gagasan untuknya agar mengundurkan diri, tetapi itu tidak akan terjadi,”ungkap Marrota.
Dalam menjalani masa hukumannya, Conte tidak diperbolehkan berbicara dengan Carrera.Pengacara olahraga Mattia Grassani menyatakan,Conte tidak bisa bekerja di dalam lingkungan FIGC, dan tidak boleh pergi ke ruang ganti sebelum pertandingan,selama laga berlangsung dan juga setelah pertandingan selesai.
“Selain itu,dia juga tidak boleh pergi ke mixed zone,”ungkap Grassani, dilansir Sky Sport 24. Conte hanya diperbolehkan persiapan pramusim dan semua masalah yang berhubungan dengan bawahan di tim juga melakukan hal teknis di manajemen.“Dia juga tidak boleh mengirimkan informasi ke Carrera. Peraturan ini jelas karena sebelumnya ada pelatih yang ditangkap karena memberikan informasi lewat ponsel.Ini tidak diperbolehkan meskipun melalui orang ketiga,”tuturnya.
Sementara kiper Juventus Gianluigi Buffon menegaskan,kasus yang menimpa Conte tidak akan melemahkan Si Nyonya Tua.Justru masalah ini akan menguatkan mental Juventus dan menambah motivasi meraih hasil terbaik.
“Saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,bisa saja membuat orang menjadi labil.Tapi itu tidak bagi kami, justru akan menjadikan kami lebih kuat. Situasi tim tidak terlalu berpengaruh, semua santai dan tetap bekerja untuk hasil terbaik,”katanya.
(wbs)