Belanda makin terpuruk
Jum'at, 17 Agustus 2012 - 08:38 WIB
Belanda makin terpuruk
A
A
A
Sindonews.com – Timnas Belanda belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Direkrutnya Louis van Gaal sebagai suksesor Bert van Marwijk belum menjadi jaminan De Oranje tampil trengginas di lapangan.
Bahkan,De Oranje dipermalukan Belgia 2-4 pada laga persahabatan di King Baudouin Stadium, Rabu (15/8).Setelah penampilannya terjun bebas di Piala Eropa 2012 Polandia-Ukraina,Wesley Sneijder dkk masih belum berhasil memperbaiki performa.Penampilan perdana Van Gaal pada kesempatan keduanya bersama Negeri Kincir Angin ini pun dibuka dengan catatan buruk.
Tak tanggung-tanggung,De Oranje,dihantam tim peringkat 53 dunia,meski diperkuat pemain-pemain ternama yang mayoritas merumput di Eropa. Belanda tetap melempem. Empat gol Belgia dikemas Christian Benteke pada menit ke-20,lalu Dries Mertens (75),Romelu Lukaku (77),dan Jan Vertonghen (80).Sementara dua gol Belanda dikemas Luciano Narsingh (54) dan Klaas-Jan Huntelaar (55).
Van Gaal menyalahkan individu sebagai faktor utama kekalahan Belanda.“Kami kalah karena kesalahan personal (Nigel de Jong).Kami mengawali babak kedua dengan baik dan mampu mengembangkan pertandingan. Namun,karena kesalahan personal, kami kalah,”ujar Van Gaal, dilansir Reuters. Walau menelan pil pahit,Van Gaal punya racikan khusus untuk membawa perubahan di tubuh DeOranje.
Salah satu langkah utama yang dilakukan pelatih kelahiran Amsterdam,8 Agustus 1951,itu memberi kesempatan pemain muda tampil.Kebijakan itu membuat Van Gaal harus rela menggeser posisi sejumlah pemain senior yang dinilai tidak produktif. Posisi Khalid Boulahrouz,Wilfred Bouma,Ron Vlaar,dan Gregory van der Wiel,diganti sejumlah pemain muda,seperti Ricardo van Rhijn,Stefan de Vrij,Bruno Martins Indi,Nick Viergever.
Tak hanya itu,Van Gaal juga telah mengisyaratkan bahwa Robin van Persie kemungkinan tak mendapat prioritas dalam skuad.Van Gaal cenderung memilih Klaas Jan Huntelaar. “Di tim Belanda,Van Persie tidak bisa seperti apa yang Huntelaar berikan.Saya tidak melihat Van Persie di posisi lain.Saya akan memberi tahu Van Persie bahwa situasi tim nasional telah berubah dan preferensi saya adalah untuk Huntelaar,”tutur mantan pelatih Barcelona,dilansir Mirror.
Selain itu,mantan pemain Ajax Amsterdam era ’70-an ini menunjuk pemain Inter Milan Sneijder untuk mengemban ban kapten tim.Van Gaal juga mengungkapkan bahwa Belanda akan kembali ke strategi tradisional yang dianggap lebih cocok dengan permainan mereka yaitu 4-3-3,dan akan membuang skema yang selama ini diterapkan Van Marwijk yakni formasi 4-2-3-1.
Van Gaal juga ingin membuat perubahan ketat di lini tengah pasukan perangnya. Permainan individualistis bintang-bintang lapangan tengah Belanda adalah faktor utama kegagalan Belanda di Polandia- Ukraina,beberapa waktu lalu.Masukan dan kritikan legenda Belanda Johan Cruyff soal koordinasi permainan lapangan tengah benar-benar ditangkap baik.
“Kejatuhan DeOranje karena kecerobohan pemain dan mereka tidak membangun diri,serta eksekusi buruk di setiap pertandingan.Jika halhal yang salah di lini tengah terus terjadi,maka tim menderita.Nigel de Jong,Mark van Bommel, dan Wesley Sneijder andalan di lini tengah. Mereka bermain untuk tim yang tak aktif ketika mereka kehilangan permainan,”tulis Cruyff, dilansir TheTelegraph.
Van Gaal juga diharapkan mampu melakukan evaluasi dan mengambil tindakan konkret atas kekalahan perdana ini.Sebab,pada September nanti,Belanda akan menjamu Turki di pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2014. Sementara itu,pelatih Belgia Marc Wilmots mengungkapkan kegembiraannya memenangi Derby der Lage Landen.Wilmots yang juga melakukan debut tidak ingin tenggelam dalam euforia,karena dia belum puas dengan penampilan timnya.
“Situasi berbeda karena kami diuntungkan dengan dua kesalahan lawan.Saya bilang kepada pemain silakan merayakan kemenangan tapi tetap fokus pada Kualifikasi Grup A Piala Dunia 2014, melawan Wales (7 September) dan Kroasia (11 September),”katanya.
Bahkan,De Oranje dipermalukan Belgia 2-4 pada laga persahabatan di King Baudouin Stadium, Rabu (15/8).Setelah penampilannya terjun bebas di Piala Eropa 2012 Polandia-Ukraina,Wesley Sneijder dkk masih belum berhasil memperbaiki performa.Penampilan perdana Van Gaal pada kesempatan keduanya bersama Negeri Kincir Angin ini pun dibuka dengan catatan buruk.
Tak tanggung-tanggung,De Oranje,dihantam tim peringkat 53 dunia,meski diperkuat pemain-pemain ternama yang mayoritas merumput di Eropa. Belanda tetap melempem. Empat gol Belgia dikemas Christian Benteke pada menit ke-20,lalu Dries Mertens (75),Romelu Lukaku (77),dan Jan Vertonghen (80).Sementara dua gol Belanda dikemas Luciano Narsingh (54) dan Klaas-Jan Huntelaar (55).
Van Gaal menyalahkan individu sebagai faktor utama kekalahan Belanda.“Kami kalah karena kesalahan personal (Nigel de Jong).Kami mengawali babak kedua dengan baik dan mampu mengembangkan pertandingan. Namun,karena kesalahan personal, kami kalah,”ujar Van Gaal, dilansir Reuters. Walau menelan pil pahit,Van Gaal punya racikan khusus untuk membawa perubahan di tubuh DeOranje.
Salah satu langkah utama yang dilakukan pelatih kelahiran Amsterdam,8 Agustus 1951,itu memberi kesempatan pemain muda tampil.Kebijakan itu membuat Van Gaal harus rela menggeser posisi sejumlah pemain senior yang dinilai tidak produktif. Posisi Khalid Boulahrouz,Wilfred Bouma,Ron Vlaar,dan Gregory van der Wiel,diganti sejumlah pemain muda,seperti Ricardo van Rhijn,Stefan de Vrij,Bruno Martins Indi,Nick Viergever.
Tak hanya itu,Van Gaal juga telah mengisyaratkan bahwa Robin van Persie kemungkinan tak mendapat prioritas dalam skuad.Van Gaal cenderung memilih Klaas Jan Huntelaar. “Di tim Belanda,Van Persie tidak bisa seperti apa yang Huntelaar berikan.Saya tidak melihat Van Persie di posisi lain.Saya akan memberi tahu Van Persie bahwa situasi tim nasional telah berubah dan preferensi saya adalah untuk Huntelaar,”tutur mantan pelatih Barcelona,dilansir Mirror.
Selain itu,mantan pemain Ajax Amsterdam era ’70-an ini menunjuk pemain Inter Milan Sneijder untuk mengemban ban kapten tim.Van Gaal juga mengungkapkan bahwa Belanda akan kembali ke strategi tradisional yang dianggap lebih cocok dengan permainan mereka yaitu 4-3-3,dan akan membuang skema yang selama ini diterapkan Van Marwijk yakni formasi 4-2-3-1.
Van Gaal juga ingin membuat perubahan ketat di lini tengah pasukan perangnya. Permainan individualistis bintang-bintang lapangan tengah Belanda adalah faktor utama kegagalan Belanda di Polandia- Ukraina,beberapa waktu lalu.Masukan dan kritikan legenda Belanda Johan Cruyff soal koordinasi permainan lapangan tengah benar-benar ditangkap baik.
“Kejatuhan DeOranje karena kecerobohan pemain dan mereka tidak membangun diri,serta eksekusi buruk di setiap pertandingan.Jika halhal yang salah di lini tengah terus terjadi,maka tim menderita.Nigel de Jong,Mark van Bommel, dan Wesley Sneijder andalan di lini tengah. Mereka bermain untuk tim yang tak aktif ketika mereka kehilangan permainan,”tulis Cruyff, dilansir TheTelegraph.
Van Gaal juga diharapkan mampu melakukan evaluasi dan mengambil tindakan konkret atas kekalahan perdana ini.Sebab,pada September nanti,Belanda akan menjamu Turki di pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2014. Sementara itu,pelatih Belgia Marc Wilmots mengungkapkan kegembiraannya memenangi Derby der Lage Landen.Wilmots yang juga melakukan debut tidak ingin tenggelam dalam euforia,karena dia belum puas dengan penampilan timnya.
“Situasi berbeda karena kami diuntungkan dengan dua kesalahan lawan.Saya bilang kepada pemain silakan merayakan kemenangan tapi tetap fokus pada Kualifikasi Grup A Piala Dunia 2014, melawan Wales (7 September) dan Kroasia (11 September),”katanya.
(wbs)