Pembalap tim Astana ambil alih yellow jersey
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 22:10 WIB
Pembalap tim Astana ambil alih yellow jersey
A
A
A
Sindonews.com - Persaingan sengit benar-benar terjadi dalam ajang kejuaraan balap sepeda Tour de East Java 2012. Pembalap Team Hongkong kembali menunjukkan keperkasaannya. Setelah menempatkan Yeung Hon Ronald yang terbaik di etape I, kini giliran Ho Burr sukses menjuarai etape III dari Tulungagung-Mojosari, Jumat (31/8).
Berlaga di medan ringan sejauh 135 Km, Ho Burr menembus finish tercepat di GOR Gajahmada Mojosari, Kabupaten Mojokerto dengan catatan waktu 2 jam 54 menit 46 detik. Ho Burr mengungguli pembalap Jannat Hamey (TPT Iran) dan Sam Mc Callum (TAS Australia) yang menempati urutan kedua dan ketiga.
Sukses Ho Burr menjuarai etape III harus dilalui dengan perjuangan berat. Ho Burr bersaing ketat dengan pembalap spesialis flat, termasuk rekannya sendiri Yeung Hon. Apalagi, jarak tempuhnya lebih panjang dibanding dua etape sebelumnya.
Namun, berkat kegigihannya, Ho Burr berhasil mengatasi pesaingnya dan masuk ke finish lebih cepat. “Ini etape sangat sulit. Ada kontrol track dari Astana jika ingin jadi juara,” kata Ho Burr kepada wartawan usai penyerahan hadiah.
Jika pembalap Team Hongkong berjaya, sebaliknya pembalap tuan rumah kedodoran. Tak satupun pembalap Indonesia yang berhasil masuk 10 besar. Padahal, pada dua etape sebelumnya masih mampu merebut juara kedua masuk peringkat empat di etape kedua.
Dua pembalap tim PON Jatim, Eko Bayu Nur Hidayat dan Ferinanto juga gagal total. Akibat kegagalan ini, Eko terpaksa harus melepas kaus blue jersey sebagai pembalap muda terbaik kepada Ivan Tsissaruk dari Track Team Astana, Kazakhstan.
Meski Ivan hanya masuk finis di urutan kelima dengan catatan waktu 2.54,46. Catatan waktu Ivan sama dengan juara pertama, Ho Buur (Team Hongkong). Namun, Ivan harus puas berada di urutan kelima karena tidak mendapat bonus serta poinnya lebih sedikit (6) dibanding Ho Burr (15).
Prestasi ini sudah cukup bagi Ivan untuk mengambil alih pimpinan klasemen umum perorangan dari pembalap Yeung Hon Ronald dari Team Hongkong yang dipertahankan selama dua hari perlombaan TdEJ 2012. “Saya senang bisa memakai yellow jersey ini,” kata Ivan.
Tak hanya yellow jersey, Ivan juga merebut dua jaket lainnya, yaitu white jersey dan blue jersey. Sebelumnya, white jersey dipakai Yeung dan blue jersey dipakai Eko Bayu. Satu jaket lainnya, yakni green jersey direbut Moh Harrif Saleh (TSG Malaysia). “Besok, saya akan berusaha mengamankan prestasi ini di etape empat. Tanpa bantuan temen-temen, saya tak bisa meraih prestasi seperti sekarang” tambahnya.
Sementara Yeung yang kehilangan yellow jersey tampak sedih. Sebab, dia sebenarnya sudah berjuang habis-habisan untuk mempertahankan di etape III. Ketika berada di rombongan besar ketiga, Yeung sudah berhasil melepaskan diri dan bergabung ke rombongan kedua.
“Saya sudah berusaha masuk ke rombongan terdepan ketika masuk rombongan kedua. Namun, saya sudah tidak mampu lagi mengejar rombongan terdepan, karena ditempel ketat pembalap lain,” keluh Yeung.
Berlaga di medan ringan sejauh 135 Km, Ho Burr menembus finish tercepat di GOR Gajahmada Mojosari, Kabupaten Mojokerto dengan catatan waktu 2 jam 54 menit 46 detik. Ho Burr mengungguli pembalap Jannat Hamey (TPT Iran) dan Sam Mc Callum (TAS Australia) yang menempati urutan kedua dan ketiga.
Sukses Ho Burr menjuarai etape III harus dilalui dengan perjuangan berat. Ho Burr bersaing ketat dengan pembalap spesialis flat, termasuk rekannya sendiri Yeung Hon. Apalagi, jarak tempuhnya lebih panjang dibanding dua etape sebelumnya.
Namun, berkat kegigihannya, Ho Burr berhasil mengatasi pesaingnya dan masuk ke finish lebih cepat. “Ini etape sangat sulit. Ada kontrol track dari Astana jika ingin jadi juara,” kata Ho Burr kepada wartawan usai penyerahan hadiah.
Jika pembalap Team Hongkong berjaya, sebaliknya pembalap tuan rumah kedodoran. Tak satupun pembalap Indonesia yang berhasil masuk 10 besar. Padahal, pada dua etape sebelumnya masih mampu merebut juara kedua masuk peringkat empat di etape kedua.
Dua pembalap tim PON Jatim, Eko Bayu Nur Hidayat dan Ferinanto juga gagal total. Akibat kegagalan ini, Eko terpaksa harus melepas kaus blue jersey sebagai pembalap muda terbaik kepada Ivan Tsissaruk dari Track Team Astana, Kazakhstan.
Meski Ivan hanya masuk finis di urutan kelima dengan catatan waktu 2.54,46. Catatan waktu Ivan sama dengan juara pertama, Ho Buur (Team Hongkong). Namun, Ivan harus puas berada di urutan kelima karena tidak mendapat bonus serta poinnya lebih sedikit (6) dibanding Ho Burr (15).
Prestasi ini sudah cukup bagi Ivan untuk mengambil alih pimpinan klasemen umum perorangan dari pembalap Yeung Hon Ronald dari Team Hongkong yang dipertahankan selama dua hari perlombaan TdEJ 2012. “Saya senang bisa memakai yellow jersey ini,” kata Ivan.
Tak hanya yellow jersey, Ivan juga merebut dua jaket lainnya, yaitu white jersey dan blue jersey. Sebelumnya, white jersey dipakai Yeung dan blue jersey dipakai Eko Bayu. Satu jaket lainnya, yakni green jersey direbut Moh Harrif Saleh (TSG Malaysia). “Besok, saya akan berusaha mengamankan prestasi ini di etape empat. Tanpa bantuan temen-temen, saya tak bisa meraih prestasi seperti sekarang” tambahnya.
Sementara Yeung yang kehilangan yellow jersey tampak sedih. Sebab, dia sebenarnya sudah berjuang habis-habisan untuk mempertahankan di etape III. Ketika berada di rombongan besar ketiga, Yeung sudah berhasil melepaskan diri dan bergabung ke rombongan kedua.
“Saya sudah berusaha masuk ke rombongan terdepan ketika masuk rombongan kedua. Namun, saya sudah tidak mampu lagi mengejar rombongan terdepan, karena ditempel ketat pembalap lain,” keluh Yeung.
(aww)