Rentetan kemenangan Juventus dipertanyakan
Selasa, 04 September 2012 - 10:20 WIB
Rentetan kemenangan Juventus dipertanyakan
A
A
A
Sindonews.com - Kontroversi kembali mengiringi hegemoni Juventus pada awal musim baru.Setelah protes Napoli di Supercoppa Italia dan Parma mengeluhkan gol siluman Andrea Pirlo di giornataperdana Seri A, kini giliran Udinese yang meradang.
Kartu merah portiereZeljko Brkic membuat La Vecchia Signoramenggilas I Zebratte 4-1. Kartu merah kontroversial itu berawal pada menit ke-11 saat Pirlo memberi Sebastian Giovinco umpan di area kotak penalti Udinese.Giovinco yang berhasil melewati penjagaan dua bek lawan terpaksa dihentikan Brkic.Hadangan Brkic inilah yang menjadi awal petaka.Menurut pandangan wasit Paolo Valeri,Brkic bukan menghadang bola,tapi menangkap kaki Giovinco.Kiper asal Serbia itu pun mendapat kartu merah.
“Aturan adalah aturan.Ketika pelanggaran itu terjadi kepada orang terakhir, hukumannya kartu merah.Itulah yang terjadi hari ini (dini hari kemarin).Apa pun yang terjadi,mereka (wasit) harus tetap dihormati,” ungkap caretakerPelatih Juventus Massimo Carrera,dilansir Football Italia. Sebaliknya,kemarahan terlihat jelas di wajah para petinggi Udinese.Presiden Giampaolo Pozzo menjadi sosok yang paling meradang dengan hukuman yang dijatuhkan kepada Brkic.
Menurut Pozzo,wasit tidak seharusnya memberikan kartu merah terlalu dini saat pertandingan baru berjalan 11 menit.Selain itu,dalam pengamatan Pozzo,wasit (Valeri) juga telah dua kali merugikan Udinese pada pertandingan di masa lalu. “Kartu merah itu sama sekali tidak perlu.Sebelum membuat keputusan,wasit memerlukan sedikit akal sehat dan keseimbangan. Setiap kali wasit ini (Valeri) memimpin Udinese,dia selalu mengeluarkan pemain kami (terakhir Gokhan Inler).
Ada petinggi Seri A di sini.Saya bertanya, mengapa mereka tidak mengevaluasinya dengan benar? Sebuah penalti bisa dipahami.Tapi,mengapa kartu merah?” ungkap Pozzo,dikutip Sky Sport Italia. Fakta menunjukkan,hilangnya satu kekuatan Udinese itu benar-benar mampu dimanfaatkan para punggawa Juventus. Setelah Arturo Vidal berhasil mengeksekusi penalti atas pelanggaran Brkic,Mirko Vucinic menambah keunggulan di akhir babak pertama.
Giovinco akhirnya keluar sebagai pahlawan berkat dua gol pada menit ke-53 dan 71 yang memanfaatkan umpan matang Pirlo. Kendati tertekan,Udinese sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Andrea Lazzari pada menit ke-78. Karena kejadian-kejadian itulah isu kedekatan wasit kepada Juventus kembali muncul ke permukaan.Pada Supercoppa Italia,misalnya,para punggawa Napoli memprotes wasit yang memberi tiga kartu merah untuk Juan Camilo Zuniga,Goran Pandev,dan AllenatoreWalter Mazzari.
Enam kartu kuning juga dikeluarkan wasit kepada I Partenopei.Sementara Juventus hanya mendapat tiga kartu kuning.Alhasil, Napoli memboikot upacara penganugerahan trofi. Saat kontroversi itu belum selesai, kemenangan 2-0 Juventus atas Parma pekan lalu juga digugat.Kubu I Ducali mempertanyakan sejumlah keputusan pengadil lapangan.
AllenatoreRoberto Donadoni sempat menyebut Parma dirugikan dengan penalti akibat pelanggaran portiereAntonio Mirante terhadap Stephan Lichtsteiner.Parma beranggapan, Lichtsteiner terlebih dulu off-side.Selain itu,keputusan mengesahkan gol Pirlo juga dikritik. Sebab, Parma menilai bola belum melewati garis.
Kartu merah portiereZeljko Brkic membuat La Vecchia Signoramenggilas I Zebratte 4-1. Kartu merah kontroversial itu berawal pada menit ke-11 saat Pirlo memberi Sebastian Giovinco umpan di area kotak penalti Udinese.Giovinco yang berhasil melewati penjagaan dua bek lawan terpaksa dihentikan Brkic.Hadangan Brkic inilah yang menjadi awal petaka.Menurut pandangan wasit Paolo Valeri,Brkic bukan menghadang bola,tapi menangkap kaki Giovinco.Kiper asal Serbia itu pun mendapat kartu merah.
“Aturan adalah aturan.Ketika pelanggaran itu terjadi kepada orang terakhir, hukumannya kartu merah.Itulah yang terjadi hari ini (dini hari kemarin).Apa pun yang terjadi,mereka (wasit) harus tetap dihormati,” ungkap caretakerPelatih Juventus Massimo Carrera,dilansir Football Italia. Sebaliknya,kemarahan terlihat jelas di wajah para petinggi Udinese.Presiden Giampaolo Pozzo menjadi sosok yang paling meradang dengan hukuman yang dijatuhkan kepada Brkic.
Menurut Pozzo,wasit tidak seharusnya memberikan kartu merah terlalu dini saat pertandingan baru berjalan 11 menit.Selain itu,dalam pengamatan Pozzo,wasit (Valeri) juga telah dua kali merugikan Udinese pada pertandingan di masa lalu. “Kartu merah itu sama sekali tidak perlu.Sebelum membuat keputusan,wasit memerlukan sedikit akal sehat dan keseimbangan. Setiap kali wasit ini (Valeri) memimpin Udinese,dia selalu mengeluarkan pemain kami (terakhir Gokhan Inler).
Ada petinggi Seri A di sini.Saya bertanya, mengapa mereka tidak mengevaluasinya dengan benar? Sebuah penalti bisa dipahami.Tapi,mengapa kartu merah?” ungkap Pozzo,dikutip Sky Sport Italia. Fakta menunjukkan,hilangnya satu kekuatan Udinese itu benar-benar mampu dimanfaatkan para punggawa Juventus. Setelah Arturo Vidal berhasil mengeksekusi penalti atas pelanggaran Brkic,Mirko Vucinic menambah keunggulan di akhir babak pertama.
Giovinco akhirnya keluar sebagai pahlawan berkat dua gol pada menit ke-53 dan 71 yang memanfaatkan umpan matang Pirlo. Kendati tertekan,Udinese sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Andrea Lazzari pada menit ke-78. Karena kejadian-kejadian itulah isu kedekatan wasit kepada Juventus kembali muncul ke permukaan.Pada Supercoppa Italia,misalnya,para punggawa Napoli memprotes wasit yang memberi tiga kartu merah untuk Juan Camilo Zuniga,Goran Pandev,dan AllenatoreWalter Mazzari.
Enam kartu kuning juga dikeluarkan wasit kepada I Partenopei.Sementara Juventus hanya mendapat tiga kartu kuning.Alhasil, Napoli memboikot upacara penganugerahan trofi. Saat kontroversi itu belum selesai, kemenangan 2-0 Juventus atas Parma pekan lalu juga digugat.Kubu I Ducali mempertanyakan sejumlah keputusan pengadil lapangan.
AllenatoreRoberto Donadoni sempat menyebut Parma dirugikan dengan penalti akibat pelanggaran portiereAntonio Mirante terhadap Stephan Lichtsteiner.Parma beranggapan, Lichtsteiner terlebih dulu off-side.Selain itu,keputusan mengesahkan gol Pirlo juga dikritik. Sebab, Parma menilai bola belum melewati garis.
(wbs)