Api Dalam Sekam Arema IPL
Kamis, 06 September 2012 - 14:40 WIB
Api Dalam Sekam Arema IPL
A
A
A
SIndonews.com - Masa depan Arema IPL kembali menjadi tanda tanya besar. Kelanggengan klub yang diinvestori PT Ancora ini mengalami ketidakharmonisan di manajemen yang diperkirakan bakal memengaruhi perjalanan klub ke depan. Status Ancora yang diwakili Fanda Soesilo sendiri ternyata tidak jelas soal kepemilikan saham klub.
Selama ini, terkait pengelolaan Arema IPL, Fanda Soesilo terlihat berkuasa dalam menentukan kebijakan klub. Masalahnya, saham PT Arema Indonesia ternyata 80% atas nama Winarso yang secara de yure masih menjabat sebagai manajer Arema IPL. Saham itu memang diatasnamakan Winarso sebagai orang kepercayaan Ancora.
Sementara, kini Winarso dan Fanda Soesilo tidak ada keharmonisan terkait pengelolaan klub. Karena namanya tercantum sebagai pemilik 80% saham PT Arema Indonesia, Winarso sangat bisa mengambilalih kendali klub dari Fanda Soesilo. Sebab Fanda sendiri tak mempunyai kekuatan apa pun jika dilihat dari kepemilikan saham.
“Situasi di manajemen kurang bagus. Pak Win (Winarso) merasa mempunyai kekuatan karena namanya tercantum dalam 80% saham PT Arema Indonesia. Melihat situasi yang ada, jangan heran jika bakal ada perseteruan lagi karena semua merasa berhak mengelola Arema,” cetus sumber terpercaya di klub Arema FC.
Sumber tersebut menyebut masalah itu sebagai 'api dalam sekam' di tubuh Arema IPL yang bisa membesar dan menyebabkan perpecahan baru. Posisi Fanda Soesilo di Arema secara otomatis dalam ketidakpastian jika Winarso menyodorkan statusnya sebagai pemilik 80% saham Arema.
“Winarso adalah orang kepercayaan Ancora. Fanda Soesilo juga mewakili Ancora. Tapi keduanya sudah tidak sejalan lagi. Jujur saja sekarang ada penggalangan kekuatan dari pihak tertentu demi menguasai pengelolaan Arema nantinya,” tambah sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan itu.
Itu belum termasuk persoalan kebijakan klub yang menon-aktifkan karyawan tanpa batas waktu jelas dan tidak diberi kompensasi apa pun. Situasi ini membuat pendiri Arema FC Lucky Adrianda Zaenal angkat tangan. Lucky yang kini sedang sakit, sudah mengangkat bendera putih terkait pengelolaan Singo Edan.
Bersamaan dengan ulang tahun Arema pada Agustus lalu, di depan belasan manajemen Arema, Lucky menyatakan keterlibatannya di Arema IPL berakhir. Diperkirakan sikap itu muncul akibat kekecewaan karena sudah tidak adanya keharmonisan di klub yang kini sudah terbelah menjadi dua itu.
Sayang hingga kini baik Fanda maupun Winarso belum bisa dikonfirmasi terkait informasi tersebut. Pastinya, kini Arema menghadapi kendala jelang pertandingan AFC Cup kontra Al Ettifaq. Sebab perangkat tim sedang tidak utuh setelah mundurnya Manajer Brillyanes Sanawiri dan vakumnya Media Officer Noor Ramadhan.
Tanpa posisi manajer dan media officer sebagai perangkat tim, maka Arema bisa terkena sanksi dari AFC. Apalagi, setelah ditelisik lebih jauh, posisi manajer sejatinya masih dipegang Winarso jika melihat dokumen yang tercantum di PSSI, bukan Brillyanes Sanawiri. Sekarang tergantung Winarso apakah masih bersedia menjadi manajer di laga AFC Cup nanti.
Sedangkan posisi Media Officer yang dijabat Noor Ramadhan juga dalam kevakuman dalam beberapa waktu terakhir. Informasi terakhir yang diterima HATTRICK malah menyebut Noor yang sejatinya masih terikat kontrak ini berancang-ancang melayangkan surat pengunduran dirinya dari Arema.
Sementara, hari ini rencananya tim Arema IPL bakal terbang ke Singapura untuk pertandingan ujicoba kontra Singapore Armed Force (SAF) di Stadion Choa Chu Kang. Ujicoba yang digelar pada Jumat (7/9) tersebut merupakan agenda khusus sebagai persiapan menuju AFC Cup. “Ya, kami berangkat besok (hari ini). Semua pemain kami bawa dan semoga hasilnya memuaskan,” terang Pelatih Dejan Antonic.
Selama ini, terkait pengelolaan Arema IPL, Fanda Soesilo terlihat berkuasa dalam menentukan kebijakan klub. Masalahnya, saham PT Arema Indonesia ternyata 80% atas nama Winarso yang secara de yure masih menjabat sebagai manajer Arema IPL. Saham itu memang diatasnamakan Winarso sebagai orang kepercayaan Ancora.
Sementara, kini Winarso dan Fanda Soesilo tidak ada keharmonisan terkait pengelolaan klub. Karena namanya tercantum sebagai pemilik 80% saham PT Arema Indonesia, Winarso sangat bisa mengambilalih kendali klub dari Fanda Soesilo. Sebab Fanda sendiri tak mempunyai kekuatan apa pun jika dilihat dari kepemilikan saham.
“Situasi di manajemen kurang bagus. Pak Win (Winarso) merasa mempunyai kekuatan karena namanya tercantum dalam 80% saham PT Arema Indonesia. Melihat situasi yang ada, jangan heran jika bakal ada perseteruan lagi karena semua merasa berhak mengelola Arema,” cetus sumber terpercaya di klub Arema FC.
Sumber tersebut menyebut masalah itu sebagai 'api dalam sekam' di tubuh Arema IPL yang bisa membesar dan menyebabkan perpecahan baru. Posisi Fanda Soesilo di Arema secara otomatis dalam ketidakpastian jika Winarso menyodorkan statusnya sebagai pemilik 80% saham Arema.
“Winarso adalah orang kepercayaan Ancora. Fanda Soesilo juga mewakili Ancora. Tapi keduanya sudah tidak sejalan lagi. Jujur saja sekarang ada penggalangan kekuatan dari pihak tertentu demi menguasai pengelolaan Arema nantinya,” tambah sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan itu.
Itu belum termasuk persoalan kebijakan klub yang menon-aktifkan karyawan tanpa batas waktu jelas dan tidak diberi kompensasi apa pun. Situasi ini membuat pendiri Arema FC Lucky Adrianda Zaenal angkat tangan. Lucky yang kini sedang sakit, sudah mengangkat bendera putih terkait pengelolaan Singo Edan.
Bersamaan dengan ulang tahun Arema pada Agustus lalu, di depan belasan manajemen Arema, Lucky menyatakan keterlibatannya di Arema IPL berakhir. Diperkirakan sikap itu muncul akibat kekecewaan karena sudah tidak adanya keharmonisan di klub yang kini sudah terbelah menjadi dua itu.
Sayang hingga kini baik Fanda maupun Winarso belum bisa dikonfirmasi terkait informasi tersebut. Pastinya, kini Arema menghadapi kendala jelang pertandingan AFC Cup kontra Al Ettifaq. Sebab perangkat tim sedang tidak utuh setelah mundurnya Manajer Brillyanes Sanawiri dan vakumnya Media Officer Noor Ramadhan.
Tanpa posisi manajer dan media officer sebagai perangkat tim, maka Arema bisa terkena sanksi dari AFC. Apalagi, setelah ditelisik lebih jauh, posisi manajer sejatinya masih dipegang Winarso jika melihat dokumen yang tercantum di PSSI, bukan Brillyanes Sanawiri. Sekarang tergantung Winarso apakah masih bersedia menjadi manajer di laga AFC Cup nanti.
Sedangkan posisi Media Officer yang dijabat Noor Ramadhan juga dalam kevakuman dalam beberapa waktu terakhir. Informasi terakhir yang diterima HATTRICK malah menyebut Noor yang sejatinya masih terikat kontrak ini berancang-ancang melayangkan surat pengunduran dirinya dari Arema.
Sementara, hari ini rencananya tim Arema IPL bakal terbang ke Singapura untuk pertandingan ujicoba kontra Singapore Armed Force (SAF) di Stadion Choa Chu Kang. Ujicoba yang digelar pada Jumat (7/9) tersebut merupakan agenda khusus sebagai persiapan menuju AFC Cup. “Ya, kami berangkat besok (hari ini). Semua pemain kami bawa dan semoga hasilnya memuaskan,” terang Pelatih Dejan Antonic.
(wbs)