Briyanto: Tak yakin JC hasilkan solusi
Kamis, 06 September 2012 - 17:20 WIB
Briyanto: Tak yakin JC hasilkan solusi
A
A
A
Sindonews.com - Manajer Persiba Bantul Briyanto AS mengaku ragu Join Committee (JC) mampu menghasilkan solusi dalam kongres 24 September mendatang. Dia menilai harus ada kekuatan lebih besar untuk menuntaskan problem sepakbola nasional.
“Kalau kondisinya seperti ini terus, saya ragu JC akan menghasilkan solusi. Apalagi, kelihatannya persoalan bukan reda justru semakin rumit saja,” kata Briyanto, Kamis (6/9/2012)
Mantan Manajer Timnas U-17 ini mengungkapkan, awalnya JC diharapkan mampu bekerja maksimal menuntaskan dualisme kompetisi. Sayang, harapan itu pudar seiring berjalannya waktu. Bahkan, persoalan makin runcing setelah PSSI versi KPSI membentuk timnas tandingan.
“Sekarang KPSI juga membuat timnas tandingan yang akan TC di Malang. Padahal sudah ada timnas yang disiapkan untuk AFF 2012. Ini sudah sangat jauh dari harapan. Sulit mencari solusi kalau sudah seperti ini. JC sepertinya juga akan sangat kesulitan,” kata dia.
Briyanto menilai, untuk menyelesaikan kisruh sepakbola dibutuhkan campur tangan penguasa. Dia sendiri keberatan campur tangan itu dikategorikan sebagai intervensi. Namun, dia yakin hanya dengan campur tangan itu persoalan bisa diselesaikan dengan mempertemukan kedua pihak yang bertikai.
“Harus ada kekuatan lebih besar untuk menyelesaikan ini. Penguasa dalam hal ini presiden saya rasa sudah waktunya turun tangan. Kisruh ini berdampak kemana-mana. Kalau dibiarkan terus menerus akan menyulitkan tim dan pemain,” terangnya.
Dia mencontohkan, saat ini saja, Laskar Sultan Agung, julukan Persiba masih belum menentukan sikap akan bermain di mana. Meski ada kecenderungan bertahan di Indonesia Premier League (IPL), tapi jawara Divisi Utama 2010/11 ini belum bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, Laskar Sultan Agung terbentur masalah finansial.
“Sponsor tarik ulur terus. Coba seandainya dualisme kompetisi berakhir, kami sudah terikat kontrak dengan sponsor sejak lama. Tapi nyatanya, sponsor juga sulit mendekat karena masalah yang tak kunjung selesai. Mau sampai kapan seperti ini?” tanyanya.
Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo menambahkan, timnya kelimpungan menyongsong kompetisi musim depan. “Semuanya serba tidak jelas. Kami terus terang kelimpungan. Kongres tidak jelas. Akibatnya sponsor juga sulit,” ucap pria plontos ini.
“Kalau kondisinya seperti ini terus, saya ragu JC akan menghasilkan solusi. Apalagi, kelihatannya persoalan bukan reda justru semakin rumit saja,” kata Briyanto, Kamis (6/9/2012)
Mantan Manajer Timnas U-17 ini mengungkapkan, awalnya JC diharapkan mampu bekerja maksimal menuntaskan dualisme kompetisi. Sayang, harapan itu pudar seiring berjalannya waktu. Bahkan, persoalan makin runcing setelah PSSI versi KPSI membentuk timnas tandingan.
“Sekarang KPSI juga membuat timnas tandingan yang akan TC di Malang. Padahal sudah ada timnas yang disiapkan untuk AFF 2012. Ini sudah sangat jauh dari harapan. Sulit mencari solusi kalau sudah seperti ini. JC sepertinya juga akan sangat kesulitan,” kata dia.
Briyanto menilai, untuk menyelesaikan kisruh sepakbola dibutuhkan campur tangan penguasa. Dia sendiri keberatan campur tangan itu dikategorikan sebagai intervensi. Namun, dia yakin hanya dengan campur tangan itu persoalan bisa diselesaikan dengan mempertemukan kedua pihak yang bertikai.
“Harus ada kekuatan lebih besar untuk menyelesaikan ini. Penguasa dalam hal ini presiden saya rasa sudah waktunya turun tangan. Kisruh ini berdampak kemana-mana. Kalau dibiarkan terus menerus akan menyulitkan tim dan pemain,” terangnya.
Dia mencontohkan, saat ini saja, Laskar Sultan Agung, julukan Persiba masih belum menentukan sikap akan bermain di mana. Meski ada kecenderungan bertahan di Indonesia Premier League (IPL), tapi jawara Divisi Utama 2010/11 ini belum bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, Laskar Sultan Agung terbentur masalah finansial.
“Sponsor tarik ulur terus. Coba seandainya dualisme kompetisi berakhir, kami sudah terikat kontrak dengan sponsor sejak lama. Tapi nyatanya, sponsor juga sulit mendekat karena masalah yang tak kunjung selesai. Mau sampai kapan seperti ini?” tanyanya.
Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo menambahkan, timnya kelimpungan menyongsong kompetisi musim depan. “Semuanya serba tidak jelas. Kami terus terang kelimpungan. Kongres tidak jelas. Akibatnya sponsor juga sulit,” ucap pria plontos ini.
(wbs)