Heidiland sukses tepis provokasi di rumah sendiri
Kamis, 13 September 2012 - 09:43 WIB
Heidiland sukses tepis provokasi di rumah sendiri
A
A
A
Sindonews.com - Jumpa pers itu digelar sesuai jadwal,30 menit setelah pertandingan selesai.Swiss baru saja mengalahkan Albania 2-0 di Swisspor Arena,Selasa (11/9).Pelatih Ottmar Hitzfeld,seperti biasa,tampil tenang. Sedikitnya 30 wartawan hadir di press room.
Namun,tidak semuanya menyimak keterangan pelatih bernama besar ini. Separuhnya terlihat masih mengetik laporan.Sebagian lain justru sibuk mengambil air mineral dari kulkas.Tanya jawab juga tidak banyak.Apalagi, Hitzfeld nyaris menjelaskan semua apa yang terjadi di lapangan.“Pujian untuk anak-anak,meskipun pertandingan ini penuh tekanan emosional, ”katanya.
Hitzfeld menilai pertandingan berjalan sesuai harapannya.Swiss sukses memetik kemenangan kedua untuk meninggalkan para pesaingnya.Namun, Hitzfeld menyesalkan buruknya para pemain menjaga disiplin. Valon Behrami,Gokhan Inler,hingga Valentin Stocker bermain ceroboh dan melakukan kesalahan sendiri bukan karena provokasi pemain Albania.Pancingan emosi justru datang dari tribune stadion,yang lebih dari separuhnya dipenuhi suporter Albania. “Soal penonton,Albania jauh lebih kuat,” ungkap Hitzfeld.
Penduduk Swiss,yang dikenal kurang suka sepak bola,memang tidak begitu banyak datang ke Stadion Swisspor Arena.Sebaliknya,fans Albania nyaris memenuhi semua lini stadion. Suporter tim tamu yang tidak punya tiket bahkan tetap rela datang ke stadion sekadar untuk meramaikan pertandingan. Mereka seakan enggan melewatkan kesempatan mengejek lima pemain Swiss berdarah Albania.Mereka pun rela menempuh perjalanan jauh.
Terbukti, fara fans tim tamu ini tidak hanya datang dari Swiss.Mereka juga ada yang langsung tiba dari Albania atau Kosovo, sekitar enam jam perjalanan menggunakan mobil. Siulan pun diterima Xherdan Shaqiri, Valon Behrami,Admir Mehmedi,Granit Xhaka,dan Blerim Dzemaili begitu turun dari bus.Terdengar teriakan “pengkhianat” dalam bahasa Albania.Di lapangan, ejekan terhadap mereka lebih ganas lagi.Fans tamu selalu melayangkan hujatan setiap mereka menguasai bola. ”Seharusnya pendukung Albania lebih berkonsentrasi mendukung pemainnya sendiri,”ujar Xhaka.
Bermain di bawah kondisi demikian, Heidiland––julukan Swiss––tampil di bawah tekanan. Tidak salah,gol pembuka kemenangan Swiss yang disumbang Shaqiri tercipta bukan hasil rancangan indah.Tendangan kaki kirinya ke pojok kanan gawang Samir Ujkani pada menit ke-23 dieksekusi setelah bola mental ke dadanya,bukan kerja sama zigzag atau double pass ala Swiss.
Gol kedua pada menit ke-68 juga terjadi lantaran tendangan penalti Inler,ketika Stocker dijatuhkan pemain belakang Albania di area terlarang. “Tadi memang bukan penampilan terbaik kami,terutama bagi penghuni lini depan,”kata Shaqiri.”Sebuah pertandingan berat selesai,”ujar punggawa Bayern Muenchen tersebut.
Shaqiri,Xhaka,Behrami,Memehdi, dan Dzemaili baru saja melewati malam berat.Sebagai Islam taat,Shaqiri dan Xhaka memanjatkan doa sebelum dan sesudah pertandingan.Shaqiri kemudian bertukar seragam dengan Jahmir Hyka, pemain Albania yang merumput di FC Lucerne.Namun,siulan panjang kepadanya tak pernah berhenti.
Namun,tidak semuanya menyimak keterangan pelatih bernama besar ini. Separuhnya terlihat masih mengetik laporan.Sebagian lain justru sibuk mengambil air mineral dari kulkas.Tanya jawab juga tidak banyak.Apalagi, Hitzfeld nyaris menjelaskan semua apa yang terjadi di lapangan.“Pujian untuk anak-anak,meskipun pertandingan ini penuh tekanan emosional, ”katanya.
Hitzfeld menilai pertandingan berjalan sesuai harapannya.Swiss sukses memetik kemenangan kedua untuk meninggalkan para pesaingnya.Namun, Hitzfeld menyesalkan buruknya para pemain menjaga disiplin. Valon Behrami,Gokhan Inler,hingga Valentin Stocker bermain ceroboh dan melakukan kesalahan sendiri bukan karena provokasi pemain Albania.Pancingan emosi justru datang dari tribune stadion,yang lebih dari separuhnya dipenuhi suporter Albania. “Soal penonton,Albania jauh lebih kuat,” ungkap Hitzfeld.
Penduduk Swiss,yang dikenal kurang suka sepak bola,memang tidak begitu banyak datang ke Stadion Swisspor Arena.Sebaliknya,fans Albania nyaris memenuhi semua lini stadion. Suporter tim tamu yang tidak punya tiket bahkan tetap rela datang ke stadion sekadar untuk meramaikan pertandingan. Mereka seakan enggan melewatkan kesempatan mengejek lima pemain Swiss berdarah Albania.Mereka pun rela menempuh perjalanan jauh.
Terbukti, fara fans tim tamu ini tidak hanya datang dari Swiss.Mereka juga ada yang langsung tiba dari Albania atau Kosovo, sekitar enam jam perjalanan menggunakan mobil. Siulan pun diterima Xherdan Shaqiri, Valon Behrami,Admir Mehmedi,Granit Xhaka,dan Blerim Dzemaili begitu turun dari bus.Terdengar teriakan “pengkhianat” dalam bahasa Albania.Di lapangan, ejekan terhadap mereka lebih ganas lagi.Fans tamu selalu melayangkan hujatan setiap mereka menguasai bola. ”Seharusnya pendukung Albania lebih berkonsentrasi mendukung pemainnya sendiri,”ujar Xhaka.
Bermain di bawah kondisi demikian, Heidiland––julukan Swiss––tampil di bawah tekanan. Tidak salah,gol pembuka kemenangan Swiss yang disumbang Shaqiri tercipta bukan hasil rancangan indah.Tendangan kaki kirinya ke pojok kanan gawang Samir Ujkani pada menit ke-23 dieksekusi setelah bola mental ke dadanya,bukan kerja sama zigzag atau double pass ala Swiss.
Gol kedua pada menit ke-68 juga terjadi lantaran tendangan penalti Inler,ketika Stocker dijatuhkan pemain belakang Albania di area terlarang. “Tadi memang bukan penampilan terbaik kami,terutama bagi penghuni lini depan,”kata Shaqiri.”Sebuah pertandingan berat selesai,”ujar punggawa Bayern Muenchen tersebut.
Shaqiri,Xhaka,Behrami,Memehdi, dan Dzemaili baru saja melewati malam berat.Sebagai Islam taat,Shaqiri dan Xhaka memanjatkan doa sebelum dan sesudah pertandingan.Shaqiri kemudian bertukar seragam dengan Jahmir Hyka, pemain Albania yang merumput di FC Lucerne.Namun,siulan panjang kepadanya tak pernah berhenti.
(aww)