FA minta maaf kepada keluarga korban Hillsborough
Kamis, 13 September 2012 - 22:57 WIB
FA minta maaf kepada keluarga korban Hillsborough
A
A
A
Sindonews.com - Bos Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) David Bernstein telah mengungkapkan permintaan maafnya terhadap keluarga korban tragedi Hillsborough yang terjadi pada 15 April 1989 silam yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Hal ini terungkap setelah ada temuan dari Panel Independen.
Dalam sebuah pernyataan situs resmi FA, Bernstein menyatakan belasungkawa yang tulus untuk para keluarga korban yang telah kehilangan nyawa. "Kami sangat menyesal tragedi ini terjadi pada sepak bola Inggris dan atas nama FA, saya meminta maaf kepada keluarga korban," kata Bernstein seperti dilansir Sky Sports, Kamis (13/9/2012).
"Selama 23 tahun keluarga sangat menderita. Saya ingin memuji kerja profesional Panel Independen Hillsborough dimana mereka tak kenal lelah untuk membongkar peristiwa sebenarnya. FA telah bekerja sama dengan Panel Independen dan nantinya seluruh proses temuan ini akan kami rilis sesuai dengan permintaan mereka," sambungnya.
"FA telah belajar banyak dari kejadian 23 tahun silam. Karena itu, saat ini kami lebih mengutamakan keselamatan bagi para pendukung," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam laporan setebal 394 yang diterima Panel Independen, mengungkap kejadian sebenarnya dimana ada upaya polisi dan politisi untuk menutup-nutupi tragedi yang menewaskan 96 pendukung Liverpool tersebut. Tragedi itu terjadi saat laga semifinal Piala FA antara Liverpool menghadapi Nottin gham Forest.
Dalam sebuah pernyataan situs resmi FA, Bernstein menyatakan belasungkawa yang tulus untuk para keluarga korban yang telah kehilangan nyawa. "Kami sangat menyesal tragedi ini terjadi pada sepak bola Inggris dan atas nama FA, saya meminta maaf kepada keluarga korban," kata Bernstein seperti dilansir Sky Sports, Kamis (13/9/2012).
"Selama 23 tahun keluarga sangat menderita. Saya ingin memuji kerja profesional Panel Independen Hillsborough dimana mereka tak kenal lelah untuk membongkar peristiwa sebenarnya. FA telah bekerja sama dengan Panel Independen dan nantinya seluruh proses temuan ini akan kami rilis sesuai dengan permintaan mereka," sambungnya.
"FA telah belajar banyak dari kejadian 23 tahun silam. Karena itu, saat ini kami lebih mengutamakan keselamatan bagi para pendukung," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam laporan setebal 394 yang diterima Panel Independen, mengungkap kejadian sebenarnya dimana ada upaya polisi dan politisi untuk menutup-nutupi tragedi yang menewaskan 96 pendukung Liverpool tersebut. Tragedi itu terjadi saat laga semifinal Piala FA antara Liverpool menghadapi Nottin gham Forest.
(aww)