Dana belanja PSG bikin sakit perut
Jum'at, 14 September 2012 - 09:32 WIB
Dana belanja PSG bikin sakit perut
A
A
A
Sindonews.com – CEO Bayern Muenchen Karl- Heinz Rummenigge gerah dengan aksi Paris Saint Germain (PSG) pada bursa transfer musim panas 2012.Besarnya dana yang digelontorkan untuk mendatangkan pemain membuat ikon sepak bola Jerman itu meminta UEFA memberikan sanksi karena melanggar aturan Financial Fair Play.
Secara khusus,pria berusia 56 tahun itu menyebut pembelian Zlatan Ibrahimovic telah ”mengusiknya”,dan gaji Ibrahimovic yang mencapai 14 juta euro per tahun membuatnya ”sakit perut”.Menurut Rummenigge,apa yang dilakukan Les Parisiens tidak masuk akal karena gaji yang diterima Ibra––sapaan akrab Ibrahimovic––bisa untuk membayar gaji pemain barunya Martinez selama lima tahun.
“Yang mengganggu saya adalah PSG. Apalagi,setelah saya mendengar gaji Ibrahimovic,itu membuat saya sakit perut,” ungkap Rummenigge,dilansir football411.com.”Semua memiliki kewajiban untuk menghormati bahwa aturan transfer harus fair play,dan mengharuskan kerugian keuangan tidak boleh melampaui 15 juta euro per musim,” paparnya.
Musim ini PSG menggelontorkan dana sekitar 146 juta euro untuk mendatangkan Ezequiel Lavezzi (26 juta euro),Thiago Silva (42 juta euro),Marco Verratti (11 juta euro), Zlatan Ibrahimovic (21 juta euro),Lucas Moura (40 juta euro),dan Gregory van der Wiel (6 juta euro).Apa yang dilakukan PSG pun sontak membuat sepak bola Eropa bergejolak.
Rummenigge yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Klub Eropa mengakui timnya dihadapkan pada aturan Financial Fair Play,saat memecahkan rekor transfer senilai 40 juta euro untuk memboyong Javi Martinez.Namun,PSG tidak dikenakan sangsi dengan apa yang telah mereka lakukan. Dia meminta kepada UEFA untuk memberi peringatan kepada FFF dan membuat klub yang dianggapnya telah mencemoohkan aturan harus membayar sangsi.
Dia mengatakan,PSG tidak bisa menghabiskan 100 juta euro setiap tahunnya selama lima tahun.Sebab,yang dimenangkan lebih sedikit dari yang didapatkan oleh PSG. Keadaan keuangan PSG menjadi sangat membaik setelah ditangani Nasser Al Khelafi yang menjadi presiden klub. Sebanyak 70% saham PSG telah dimiliki oleh Qatar Investment Authority, perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Timur Tengah.
Perusahaan raksasa ini memang tidak tanggung-tanggung mengeluarkan dananya untuk membangun sebuah tim. Mereka pun telah melakukan kerja sama dengan beberapa klub Eropa lain,seperti AC Milan.Dengan dana yang tak terbatas mereka juga mendirikan stadion baru untuk tim yang mereka miliki.Tak heran jika mereka siap untuk membeli pemain hebat dan memberikan bayaran yang tinggi kepada pemain tersebut.
Hal ini lantaran musim lalu PSG gagal meraih gelar Ligue 1 sehingga mereka melakukan belanja pemain dengan dana yang sangat fantastis guna meningkatkan performa tim. Selain itu Rummenigge mengomentari apa yang dilakukan Chelsea dan Manchester City (Man City).
Rummenigge berpikir Man City yang mengeluarkan dana sebesar 54 juta euro, dan Chelsea yang mengeluarkan 100,7 juta euro adalah merupakan kerugian besar untuk klub.
Secara khusus,pria berusia 56 tahun itu menyebut pembelian Zlatan Ibrahimovic telah ”mengusiknya”,dan gaji Ibrahimovic yang mencapai 14 juta euro per tahun membuatnya ”sakit perut”.Menurut Rummenigge,apa yang dilakukan Les Parisiens tidak masuk akal karena gaji yang diterima Ibra––sapaan akrab Ibrahimovic––bisa untuk membayar gaji pemain barunya Martinez selama lima tahun.
“Yang mengganggu saya adalah PSG. Apalagi,setelah saya mendengar gaji Ibrahimovic,itu membuat saya sakit perut,” ungkap Rummenigge,dilansir football411.com.”Semua memiliki kewajiban untuk menghormati bahwa aturan transfer harus fair play,dan mengharuskan kerugian keuangan tidak boleh melampaui 15 juta euro per musim,” paparnya.
Musim ini PSG menggelontorkan dana sekitar 146 juta euro untuk mendatangkan Ezequiel Lavezzi (26 juta euro),Thiago Silva (42 juta euro),Marco Verratti (11 juta euro), Zlatan Ibrahimovic (21 juta euro),Lucas Moura (40 juta euro),dan Gregory van der Wiel (6 juta euro).Apa yang dilakukan PSG pun sontak membuat sepak bola Eropa bergejolak.
Rummenigge yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Klub Eropa mengakui timnya dihadapkan pada aturan Financial Fair Play,saat memecahkan rekor transfer senilai 40 juta euro untuk memboyong Javi Martinez.Namun,PSG tidak dikenakan sangsi dengan apa yang telah mereka lakukan. Dia meminta kepada UEFA untuk memberi peringatan kepada FFF dan membuat klub yang dianggapnya telah mencemoohkan aturan harus membayar sangsi.
Dia mengatakan,PSG tidak bisa menghabiskan 100 juta euro setiap tahunnya selama lima tahun.Sebab,yang dimenangkan lebih sedikit dari yang didapatkan oleh PSG. Keadaan keuangan PSG menjadi sangat membaik setelah ditangani Nasser Al Khelafi yang menjadi presiden klub. Sebanyak 70% saham PSG telah dimiliki oleh Qatar Investment Authority, perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Timur Tengah.
Perusahaan raksasa ini memang tidak tanggung-tanggung mengeluarkan dananya untuk membangun sebuah tim. Mereka pun telah melakukan kerja sama dengan beberapa klub Eropa lain,seperti AC Milan.Dengan dana yang tak terbatas mereka juga mendirikan stadion baru untuk tim yang mereka miliki.Tak heran jika mereka siap untuk membeli pemain hebat dan memberikan bayaran yang tinggi kepada pemain tersebut.
Hal ini lantaran musim lalu PSG gagal meraih gelar Ligue 1 sehingga mereka melakukan belanja pemain dengan dana yang sangat fantastis guna meningkatkan performa tim. Selain itu Rummenigge mengomentari apa yang dilakukan Chelsea dan Manchester City (Man City).
Rummenigge berpikir Man City yang mengeluarkan dana sebesar 54 juta euro, dan Chelsea yang mengeluarkan 100,7 juta euro adalah merupakan kerugian besar untuk klub.
(wbs)