Tim Piala Davis Indonesia memimpin
Minggu, 16 September 2012 - 06:37 WIB
Tim Piala Davis Indonesia memimpin
A
A
A
Sindonews.com – Christoper ‘Christo’ Rungkat dan Elbert Sie membuka peluang Indonesia memenangi babak final Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania. Christo/Elbert berhasil mengungguli pasangan Filipina Ruben Gonzales/Jeson Patrombon pada nomor ganda di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta,Sabtu (5/9).
Meski sempat menyerah di set pertama, Christo/Elbert akhirnya menang 4-6,6-3,7-6, dan 6-3.Kemenangan itu membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk Indonesia. Pada hari pertama, Jumat (14/9),kedua tim bermain imbang 1-1.Christopher menang atas Francis Casey Alcantara,sedangkan Elbert Sie yang diturunkan sebagai tunggal kedua dikalahkan Treat Huey.
Menurut kapten tim Davis Indonesia Bonit Wiryawan,memenangi pertandingan nomor ganda adalah harga mati,meski tekanan demi tekanan harus dihadapi pasangan Christo/Elbert. “Tidak hanya hari ini,pertandingan besok (hari ini) juga berlaku.Kemenangan adalah harga mati. Kami harus tetap siap.Saya tidak peduli Filipina menurunkan siapa,yang penting kami menyiapkan diri dengan baik.Elbert kelelahan dan harus mendapat perawatan serta istirahat total,”papar Bonit.
Sementara Christo mengakui kekalahan di set pertama lantaran mereka baru menemukan permainannya pada pertengahan set.Celakanya,saat mulai menemukan irama,justru mereka telah tertinggal sehingga harus rela memberikan set pertama untuk Filipina.“Saya semakin ditekan semakin bagus.Kalau tidak ada beban,justru tidak bergairah,“ tutur Christo.“Di set kedua kami sangat fokus. Servis dan permainan kami berbeda.Pada set ketiga,dengan memenangi tiebreak, kami mampu dan keluar dari lubang jarum.”
Penampilan apik Christo/Elbert mendapat pujian dari pasangan Filipina. Ruben /Jeson mengaku merasa kelelahan dan kehilangan fokus pada set ketiga dan keempat meski telah berusaha maksimal. “Sangat disayangkan kami tidak bisa memenangi tiebreak.Kesalahan terjadi karena kelelahan,”ungkap Ruben.
Meski sempat menyerah di set pertama, Christo/Elbert akhirnya menang 4-6,6-3,7-6, dan 6-3.Kemenangan itu membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk Indonesia. Pada hari pertama, Jumat (14/9),kedua tim bermain imbang 1-1.Christopher menang atas Francis Casey Alcantara,sedangkan Elbert Sie yang diturunkan sebagai tunggal kedua dikalahkan Treat Huey.
Menurut kapten tim Davis Indonesia Bonit Wiryawan,memenangi pertandingan nomor ganda adalah harga mati,meski tekanan demi tekanan harus dihadapi pasangan Christo/Elbert. “Tidak hanya hari ini,pertandingan besok (hari ini) juga berlaku.Kemenangan adalah harga mati. Kami harus tetap siap.Saya tidak peduli Filipina menurunkan siapa,yang penting kami menyiapkan diri dengan baik.Elbert kelelahan dan harus mendapat perawatan serta istirahat total,”papar Bonit.
Sementara Christo mengakui kekalahan di set pertama lantaran mereka baru menemukan permainannya pada pertengahan set.Celakanya,saat mulai menemukan irama,justru mereka telah tertinggal sehingga harus rela memberikan set pertama untuk Filipina.“Saya semakin ditekan semakin bagus.Kalau tidak ada beban,justru tidak bergairah,“ tutur Christo.“Di set kedua kami sangat fokus. Servis dan permainan kami berbeda.Pada set ketiga,dengan memenangi tiebreak, kami mampu dan keluar dari lubang jarum.”
Penampilan apik Christo/Elbert mendapat pujian dari pasangan Filipina. Ruben /Jeson mengaku merasa kelelahan dan kehilangan fokus pada set ketiga dan keempat meski telah berusaha maksimal. “Sangat disayangkan kami tidak bisa memenangi tiebreak.Kesalahan terjadi karena kelelahan,”ungkap Ruben.
(wbs)