Bonus untuk orang tua naik haji
Selasa, 18 September 2012 - 22:33 WIB
Bonus untuk orang tua naik haji
A
A
A
Sindonews.com - Latihan berat yang dijalani Yulinar Tikasari berakhir dengan pengalungan medali emas. Ya, pesilat Jawa Barat itu merebut emas setelah mengalahkan atlet Sumatera Barat di final nomor A putri (45kg-50kg) di Sport Center Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa 918/9).Seusai pertandingan, pesilat asal Kota Bogor ini mengaku senang memenangkan pertandingan tersebut dan bangga bisa menyumbangkan medali emas untuk kontingen Jawa Barat. "Alhamdulillah saya bangga bisa menambah perolehan medali emas untuk Jawa Barat. Dan tidak mengecewakan orang-orang yang sudah mensupport saya di arena," ujarnya.
Yulinar mengaku sangat termotivasi dengan kedatangan dari kedua orang tuanya yang sengaja datang jauha-jauh dari Bogor untuk mendoakan dan memberikan motivasi langsung saat bertanding."Motivasi utama saya adalah ayah dan ibu saya yans sudah datang memberikan dukungan untuk saya, saya sangat bangga,"singkatnya.Kebanggaannya Yulinar akan prestasinya bukan tanpa alasan, pasalnya PON XVIII 2012 ini merupakan PON pertamanya. Maka tidak heran atas kerja kerasnya selama berlatih ia bisa meraih cita-citanya untuk menjadi sang juara di multi event yang cukup bergengsi ini.
Prestasi tersebut juga bukan pertamakalinya bagi Yulinar. Beberapa medali emas selalu diraihnya di kejuaraan-kejuaraan nasional.Perasaan gerogi sempat dirasakan atlet kelahiran 12 Juli 1989 sebelum bertanding, tapi saat dilapangan perasaan itu hilang dan siap melibas lawannya."Geogi pasti, tapi kalau sudah dilapangan hajar aja,"singkatnya sambil tertawa.Disinggung soal bonus Rp 50 juta dan satu rumah dari Ketua KONI Jabar, Yulinar mengaku bahwa uang bonus dan rumah tersebut akan diberikan kepada orang tuanya. "Uang bonus akan saya kasihkan ke orang tua untuk naik haji insya Allah," ujar Yulinar yang masih menimba ilmu di Universitas Negeri Jakarta itu.
Yulinar memang sudah sejak lama menggeluti dunia persilatan. Ia memulai fokus berlatih silat dari semenjak dirinya masuk sekolah menengah pertama. Baginya pencaksilat sudah menjadi kebutuhan kesehariannya."Silat sudah menjadi bagian dari keseharian saya, dan saya akan terus berusaha untuk berprestasi di cabor ini,"pungkasnya.
Yulinar mengaku sangat termotivasi dengan kedatangan dari kedua orang tuanya yang sengaja datang jauha-jauh dari Bogor untuk mendoakan dan memberikan motivasi langsung saat bertanding."Motivasi utama saya adalah ayah dan ibu saya yans sudah datang memberikan dukungan untuk saya, saya sangat bangga,"singkatnya.Kebanggaannya Yulinar akan prestasinya bukan tanpa alasan, pasalnya PON XVIII 2012 ini merupakan PON pertamanya. Maka tidak heran atas kerja kerasnya selama berlatih ia bisa meraih cita-citanya untuk menjadi sang juara di multi event yang cukup bergengsi ini.
Prestasi tersebut juga bukan pertamakalinya bagi Yulinar. Beberapa medali emas selalu diraihnya di kejuaraan-kejuaraan nasional.Perasaan gerogi sempat dirasakan atlet kelahiran 12 Juli 1989 sebelum bertanding, tapi saat dilapangan perasaan itu hilang dan siap melibas lawannya."Geogi pasti, tapi kalau sudah dilapangan hajar aja,"singkatnya sambil tertawa.Disinggung soal bonus Rp 50 juta dan satu rumah dari Ketua KONI Jabar, Yulinar mengaku bahwa uang bonus dan rumah tersebut akan diberikan kepada orang tuanya. "Uang bonus akan saya kasihkan ke orang tua untuk naik haji insya Allah," ujar Yulinar yang masih menimba ilmu di Universitas Negeri Jakarta itu.
Yulinar memang sudah sejak lama menggeluti dunia persilatan. Ia memulai fokus berlatih silat dari semenjak dirinya masuk sekolah menengah pertama. Baginya pencaksilat sudah menjadi kebutuhan kesehariannya."Silat sudah menjadi bagian dari keseharian saya, dan saya akan terus berusaha untuk berprestasi di cabor ini,"pungkasnya.
(aww)