Jabar usung misi PON 2016 berbasis kampus
Kamis, 20 September 2012 - 22:10 WIB
Jabar usung misi PON 2016 berbasis kampus
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) punya konsep matang saat ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Mereka akan mengusung misi menyukseskan PON berbasis kampus.
Wakil Gubernur Jabar Yusuf Macan Effendi atau biasa dikenal Dede Yusuf membenarkan pihaknya akan memaksimalkan peran kampus sebagai penunjang kesuksesan PON berikutnya. Menurut dia, wilayah kampus merupakan areal ideal.
''Jabar akan siapkan tahapan PON 2016 semaksimal mungkin, salah satunya melakukan sinergitas dengan dunia pendidikan. Dalam hal ini bekerja sama dengan kampus-kampus yang ada di Jabar,” ujar Dede.
Dede mengutarakan itu berdasarkan pantauan langsung saat mendukung perjuangan atlet Jabar di Bumi Melayu Lancang Kuning. Dia mendapat pembelajaran berharga selama kunjungannya di provinsi kaya minyak tersebut. Jika di beberapa lokasi lomba, seperti komplek olahraga Rumbai belum bisa dipastikan penontonnya. Maka, setiap perhelatan yang diadakan di areal kampus kemungkinan tak pernah sepi dari penonton.
Selain itu, laga yang diadakan di Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Riau, Universitas Lancang Kuning, dan Universitas Islam Riau, minim kritik. Sebab, di kampus-kampus itu terjamin fasilitas, sarana, dan pra-sarananya.
''Jabar punya kampus seperti ITB,UPI, Unpad, serta sejumlah kampus lainnya di kawasan Bandung dan Jatinangor. Pembangunan infrastruktur GOR bisa dilakukan dengan sinergitas kampus. Sehingga, pasca PON bisa dikelola untuk keperluan umum,” jelas pria yang pernah bermain di film Catatan Si Boy tersebut.
Kunjungan Dede selama beberapa hari di lokasi perhelatan pesta olahraga empat tahunan di Riau setidaknya memberikan gambaran mengenai segala hal terkait PON di Jabar nanti. Untuk itu, Dede meyakinkan jika Jabar akan melakukan persiapan dan pembangunan fasilitas arena secara bertahap. Rencana itu diharapkan agar PON berjalan lancar di 17 kabupatan dengan luas 34.816,96 km tersebut.
Dede pun mengambil inspirasi dari perhelatan PON sebelumnya, seperti di Jawa Timur, Kalimanatan Timur, dan Sumatera Selatan. Menurut Dede, Jabar setidaknya punya pengalaman sukses menggelar PON III/1961. Maka itu, pada PON nanti, Dede banyak belajar dan melihat sebagai bahan pemikiran dan pertimbangan konsep PON 2016.
''Pembangunan infrastruktur mungkin akan mulai dilakukan 2013 mendatang. Itu harus dilakukan agar tidak ada keterlambatan. Seharusnya sudah mulai dari 2012 ini, namun ada kendala dan diharapkan bisa dirampungkan tahun ini,” sambung mantan atlet taekwondo tersebut.
Dede menilai kendala itu terkait pengadaan tanah lokasi pembangunan sarana olahraga yang memerlukan luas sekitar 200 hingga 300 hektar. ''Terus terang, masalah pengadaan tanah di Jabar cukup sulit. Sementara pengadaan komplek olahraga yang komplet itu membutuhkan 200 hingga 300 hektare tanah. Perlu ada terobosan, salah satunya sinergitas dengan kalangan kampus,” terangnya.
Berkesinambungan dengan posisi sebagai tuan rumah PON, Jabar juga ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah perhelatan olahraga Asia Tenggara, SEA Games 2018. Pembangunan fasilitas dan infrastruktur PON 2016 direncanakan akan memenuhi taraf internasional, sehingga memenuhi standar untuk pesta olahraga yang terdiri dari 11 negara tersebut.
''Jawa Barat sangat memungkinkan menjadi tuan rumah SEA Games 2018. Kami akan mengajukan diri untuk itu dan siap melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Jabar akan mampu menggelar ajang olahraga itu, karena Jabar pasti bisa,” tegasnya.
Wakil Gubernur Jabar Yusuf Macan Effendi atau biasa dikenal Dede Yusuf membenarkan pihaknya akan memaksimalkan peran kampus sebagai penunjang kesuksesan PON berikutnya. Menurut dia, wilayah kampus merupakan areal ideal.
''Jabar akan siapkan tahapan PON 2016 semaksimal mungkin, salah satunya melakukan sinergitas dengan dunia pendidikan. Dalam hal ini bekerja sama dengan kampus-kampus yang ada di Jabar,” ujar Dede.
Dede mengutarakan itu berdasarkan pantauan langsung saat mendukung perjuangan atlet Jabar di Bumi Melayu Lancang Kuning. Dia mendapat pembelajaran berharga selama kunjungannya di provinsi kaya minyak tersebut. Jika di beberapa lokasi lomba, seperti komplek olahraga Rumbai belum bisa dipastikan penontonnya. Maka, setiap perhelatan yang diadakan di areal kampus kemungkinan tak pernah sepi dari penonton.
Selain itu, laga yang diadakan di Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Riau, Universitas Lancang Kuning, dan Universitas Islam Riau, minim kritik. Sebab, di kampus-kampus itu terjamin fasilitas, sarana, dan pra-sarananya.
''Jabar punya kampus seperti ITB,UPI, Unpad, serta sejumlah kampus lainnya di kawasan Bandung dan Jatinangor. Pembangunan infrastruktur GOR bisa dilakukan dengan sinergitas kampus. Sehingga, pasca PON bisa dikelola untuk keperluan umum,” jelas pria yang pernah bermain di film Catatan Si Boy tersebut.
Kunjungan Dede selama beberapa hari di lokasi perhelatan pesta olahraga empat tahunan di Riau setidaknya memberikan gambaran mengenai segala hal terkait PON di Jabar nanti. Untuk itu, Dede meyakinkan jika Jabar akan melakukan persiapan dan pembangunan fasilitas arena secara bertahap. Rencana itu diharapkan agar PON berjalan lancar di 17 kabupatan dengan luas 34.816,96 km tersebut.
Dede pun mengambil inspirasi dari perhelatan PON sebelumnya, seperti di Jawa Timur, Kalimanatan Timur, dan Sumatera Selatan. Menurut Dede, Jabar setidaknya punya pengalaman sukses menggelar PON III/1961. Maka itu, pada PON nanti, Dede banyak belajar dan melihat sebagai bahan pemikiran dan pertimbangan konsep PON 2016.
''Pembangunan infrastruktur mungkin akan mulai dilakukan 2013 mendatang. Itu harus dilakukan agar tidak ada keterlambatan. Seharusnya sudah mulai dari 2012 ini, namun ada kendala dan diharapkan bisa dirampungkan tahun ini,” sambung mantan atlet taekwondo tersebut.
Dede menilai kendala itu terkait pengadaan tanah lokasi pembangunan sarana olahraga yang memerlukan luas sekitar 200 hingga 300 hektar. ''Terus terang, masalah pengadaan tanah di Jabar cukup sulit. Sementara pengadaan komplek olahraga yang komplet itu membutuhkan 200 hingga 300 hektare tanah. Perlu ada terobosan, salah satunya sinergitas dengan kalangan kampus,” terangnya.
Berkesinambungan dengan posisi sebagai tuan rumah PON, Jabar juga ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah perhelatan olahraga Asia Tenggara, SEA Games 2018. Pembangunan fasilitas dan infrastruktur PON 2016 direncanakan akan memenuhi taraf internasional, sehingga memenuhi standar untuk pesta olahraga yang terdiri dari 11 negara tersebut.
''Jawa Barat sangat memungkinkan menjadi tuan rumah SEA Games 2018. Kami akan mengajukan diri untuk itu dan siap melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Jabar akan mampu menggelar ajang olahraga itu, karena Jabar pasti bisa,” tegasnya.
(aww)