Sulsel ambisius menjadi tuan rumah PON 2020
Kamis, 20 September 2012 - 22:35 WIB
Sulsel ambisius menjadi tuan rumah PON 2020
A
A
A
Sindonews.com - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) percaya diri dan siap menjadi tuan rumah PON XX/2020. Sudah terbangunnya beberapa infrastruktur sebagai venue lomba, menjadi alasan untuk mewujudkan rencana tersebut.
Keinginan pencalonan ini disampaikan Wakil Ketua Umum KONI Sulsel Marzuki Wadeng, di Pekanbaru, Riau, Kamis (20/9). Menurutnya, secara umum, tidak ada masalah dengan keinginan pencalonan tersebut. Karena Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga pernah memberikan lampu hijau untuk jalan.
Dia mengatakan, untuk merealisasikan rencana tersebut, KONI Sulsel berencana membentuk panitia untuk melobi provinsi lain dan mendukung Sulsel sebagai tuan rumah. ''Tuan rumah PON XX akan dibahas dalam Rapat Paripurna Nasional Anggota KONI tahun 2014 mendatang,” jelasnya.
Meurutnya, sebelum menyatakan minat secara terbuka sebagai tuan rumah PON XX, tim KONI Sulsel sudah pernah melempar wacana itu ke beberapa provinsi. ''Banyak yang mendukung Sulsel sebagai tuan rumah PON XX,” katanya.
Di antaranya adalah provinsi yang ada di Sulawesi, sebagian Kalimantan, Maluku, Papua dan Ambon. Bahkan Jawa Timur (Jatim) pernah juga menyatakan dukungannya. ''Ini menjadi modal kita untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah PON XX,” jelasnya.
Dia mengatakan, Sulsel sangat percaya diri bisa menyelenggarakan PON yang lebih baik dari provinsi lain. Menurutnya, infrastruktur di Sulsel sudah sangat siap. ''Kita punya bandara dengan standar internasional,” katanya.
Kedua, jumlah kamar hotel di Makassar sudah lebih dari cukup dan diyakini kontingen dari provinsi lain tidak perlu diinapkan di rumah-rumah warga. ''Jumlah hotel di Makassar sangat banyak. Mulai dari bintang sampai melati,” ucap dia.
Menurutnya, hanya yang perlu dibangun adalah stadion untuk cabang olahraga (cabor) atletik dengan standar internasional yakni delapan lintasan. ''Harus dibangun di Makassar, karena yang ada saat ini tidak memenuhi syarat,” jelasnya.
Selain itu, harus dibuat hall khusus untuk cabor senam dengan standar internasional. Venue lainnya adalah lapangan tembak, kolam renang dengan faslitas loncat indah. ''Untuk membangunnya tidak membutuhkan waktu lama,” jelasnya.
Marzuki menjelaskan, untuk hall beladiri, Sulsel punya Celebes Convention Centre (CCC) dan Balai Jenderal M Yusuf yang mempunyai kapasitas cukup besar. ''Kita hanya perlu melengkapinya dengan tribun penonton,” katanya.
Sekretaris KONI Sulsel Nukhrawi Nawir mengatakan, sebelum digelarnya rapat pencalonan tuan rumah PON, KONI Sulsel akan menunjuk beberapa orang untuk membuat proposal perencanaan. ''Karena harus dipresentasikan ke DPRD,” ucapnya.
Dia yakin, jika tidak ada kendala, Sulsel sangat mungkin berpeluang menjadi tuan rumah. Karena SDM yang saat ini ada sudah terlatih dan berpengalaman. “Kita tidak perlu khawatir. Semua perangkat SDM mampu bekerja,” katanya.
Nukhrawi mengatakan, Sulsel juga siap menjadi cadangan jika Jawa Barat (Jabar) batal menjadi tuan rumah PON XIX yang akan digelar tahun 2016 mendatang. ''Bisa saja kalau tiba-tiba ada sesuatu hal di luar kemampuan manusia dan Jabar batal jadi tuan rumah,” pungkasnya.
Keinginan pencalonan ini disampaikan Wakil Ketua Umum KONI Sulsel Marzuki Wadeng, di Pekanbaru, Riau, Kamis (20/9). Menurutnya, secara umum, tidak ada masalah dengan keinginan pencalonan tersebut. Karena Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga pernah memberikan lampu hijau untuk jalan.
Dia mengatakan, untuk merealisasikan rencana tersebut, KONI Sulsel berencana membentuk panitia untuk melobi provinsi lain dan mendukung Sulsel sebagai tuan rumah. ''Tuan rumah PON XX akan dibahas dalam Rapat Paripurna Nasional Anggota KONI tahun 2014 mendatang,” jelasnya.
Meurutnya, sebelum menyatakan minat secara terbuka sebagai tuan rumah PON XX, tim KONI Sulsel sudah pernah melempar wacana itu ke beberapa provinsi. ''Banyak yang mendukung Sulsel sebagai tuan rumah PON XX,” katanya.
Di antaranya adalah provinsi yang ada di Sulawesi, sebagian Kalimantan, Maluku, Papua dan Ambon. Bahkan Jawa Timur (Jatim) pernah juga menyatakan dukungannya. ''Ini menjadi modal kita untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah PON XX,” jelasnya.
Dia mengatakan, Sulsel sangat percaya diri bisa menyelenggarakan PON yang lebih baik dari provinsi lain. Menurutnya, infrastruktur di Sulsel sudah sangat siap. ''Kita punya bandara dengan standar internasional,” katanya.
Kedua, jumlah kamar hotel di Makassar sudah lebih dari cukup dan diyakini kontingen dari provinsi lain tidak perlu diinapkan di rumah-rumah warga. ''Jumlah hotel di Makassar sangat banyak. Mulai dari bintang sampai melati,” ucap dia.
Menurutnya, hanya yang perlu dibangun adalah stadion untuk cabang olahraga (cabor) atletik dengan standar internasional yakni delapan lintasan. ''Harus dibangun di Makassar, karena yang ada saat ini tidak memenuhi syarat,” jelasnya.
Selain itu, harus dibuat hall khusus untuk cabor senam dengan standar internasional. Venue lainnya adalah lapangan tembak, kolam renang dengan faslitas loncat indah. ''Untuk membangunnya tidak membutuhkan waktu lama,” jelasnya.
Marzuki menjelaskan, untuk hall beladiri, Sulsel punya Celebes Convention Centre (CCC) dan Balai Jenderal M Yusuf yang mempunyai kapasitas cukup besar. ''Kita hanya perlu melengkapinya dengan tribun penonton,” katanya.
Sekretaris KONI Sulsel Nukhrawi Nawir mengatakan, sebelum digelarnya rapat pencalonan tuan rumah PON, KONI Sulsel akan menunjuk beberapa orang untuk membuat proposal perencanaan. ''Karena harus dipresentasikan ke DPRD,” ucapnya.
Dia yakin, jika tidak ada kendala, Sulsel sangat mungkin berpeluang menjadi tuan rumah. Karena SDM yang saat ini ada sudah terlatih dan berpengalaman. “Kita tidak perlu khawatir. Semua perangkat SDM mampu bekerja,” katanya.
Nukhrawi mengatakan, Sulsel juga siap menjadi cadangan jika Jawa Barat (Jabar) batal menjadi tuan rumah PON XIX yang akan digelar tahun 2016 mendatang. ''Bisa saja kalau tiba-tiba ada sesuatu hal di luar kemampuan manusia dan Jabar batal jadi tuan rumah,” pungkasnya.
(aww)