Tetap utamakan pendidikan
Jum'at, 21 September 2012 - 20:14 WIB
Tetap utamakan pendidikan
A
A
A
Sindonews.com - Amalia Fajrina Nabila, atlet jangkung yang menempati posisi sebagai open spiker, pemilik nomor punggung 7 ini kerap jadi ancaman serius bagi lawan dengan smes yang mematikan.
Keberhasilan tim bola voli putri Jawa Barat, yang sukses mendulang medali emas usai menundukkan Jawa Timur 3-2 di partai final, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, di Gelanggang Olahraga Universitas Islam Riau (UIR), tak lepas dari penampilan gemilang Amelia.
Melalui smes-smes mematikan yang dilancarkannya, berhasil membungkam tim Jatim yang menjadi lawan tangguh Jabar selama ini. Alia, sapaan akrabnya, telah mengenal voli sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. ”Berawal sejak dulu lihat ayah suka main voli, jadi aku juga ikut main,” kata anak pasangan Ahmad Sa’dan dan Rosulandari ini.
Saat masih di bangku SMP, ia telah bermain di Proliga dan membela klub Jakarta BNI 46. Ia juga pernah bermain di klub lain seperti Popsivo Polwan Jakarta. Saat pertandingan melawan Jatim beberapa waktu lau, Alia terlihat sangat menonjol dibanding teman-teman satu timnya.
Alia mengaku permainan saat itu memang berbeda dengan penampilan-penampilan ia sebelumnya. "Itu merupakan taktik saya untuk memancing emosi Jatim, dan saya mau membuktikan sama orang-orang yang menganggap remeh tim Jabar. Dan hasilnya saya bisa memancing emosi lawan,"ungkapnya.
Bukan hanya itu, perjuangan yang dilakukan Alia diakuinya sebagai kado manis bagi ayahnya yang telah berulang tahun 18 September lalu. Hal tersebut semakin memacu motivasinya, untuk memenangkan pertandingan di laga yang penuh gengsi itu.
Segudang prestasi pun pernah ditorehkan dara kelahiran Bekasi, 26 April 1994 . Di awal karirnya Februari 2007 silam, ia mendapat anugerah pemain terbaik di Kejuaraan Voli Junior di Sragen, Jawa Tengah. Ia juga pernah ikut sejumlah kejuaraan tingkat Asia.
Dipanggil pelatnas SEA Games dan memperkuat timnas Indonesia di Laos 2009 merupakan kebanggaan bagi Alia. Berkiprah di dunia olahraga sejak masih pelajar tak membuatnya meninggalkan kewajibannya menuntut ilmu.”Pendidikan tetap nomor satu, aku tetap minta dispensasi setelah konsultasi ke dekan. Yang penting nggak ketinggalan pelajaran,"ujarnya.
Mengenai hadiah yang akan didapatnya, baik dari KONI Jabar ataupun PBVSI, Alia mengaku materi bukan fokusnya untuk memenangkan pertandingan. Melainkan demi memuaskan perasaan batin, atas perjuangan yang dilewatinya bersama timnya.
"Hadiah paling untuk ditabung dan biaya kuliah. Tapi, kemenangan ini kepuasan batin. Allah kasih sesuatu yang baik di akhirnya. Permainan tim bagus, kita sudah menampilkan yang terbaik. Ini semua karena kita kompak dan punya tekad," katanya.
Kemampuan Alia memang patut di perhitungkan tim lawan. Dengan prestasi yang ia raih dan perlihatkan di laga PON XVIII lalu, Amalia Fajrina Nabila menjadi idola baru di cabang olahraga bola voli Jabar.
Keberhasilan tim bola voli putri Jawa Barat, yang sukses mendulang medali emas usai menundukkan Jawa Timur 3-2 di partai final, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, di Gelanggang Olahraga Universitas Islam Riau (UIR), tak lepas dari penampilan gemilang Amelia.
Melalui smes-smes mematikan yang dilancarkannya, berhasil membungkam tim Jatim yang menjadi lawan tangguh Jabar selama ini. Alia, sapaan akrabnya, telah mengenal voli sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. ”Berawal sejak dulu lihat ayah suka main voli, jadi aku juga ikut main,” kata anak pasangan Ahmad Sa’dan dan Rosulandari ini.
Saat masih di bangku SMP, ia telah bermain di Proliga dan membela klub Jakarta BNI 46. Ia juga pernah bermain di klub lain seperti Popsivo Polwan Jakarta. Saat pertandingan melawan Jatim beberapa waktu lau, Alia terlihat sangat menonjol dibanding teman-teman satu timnya.
Alia mengaku permainan saat itu memang berbeda dengan penampilan-penampilan ia sebelumnya. "Itu merupakan taktik saya untuk memancing emosi Jatim, dan saya mau membuktikan sama orang-orang yang menganggap remeh tim Jabar. Dan hasilnya saya bisa memancing emosi lawan,"ungkapnya.
Bukan hanya itu, perjuangan yang dilakukan Alia diakuinya sebagai kado manis bagi ayahnya yang telah berulang tahun 18 September lalu. Hal tersebut semakin memacu motivasinya, untuk memenangkan pertandingan di laga yang penuh gengsi itu.
Segudang prestasi pun pernah ditorehkan dara kelahiran Bekasi, 26 April 1994 . Di awal karirnya Februari 2007 silam, ia mendapat anugerah pemain terbaik di Kejuaraan Voli Junior di Sragen, Jawa Tengah. Ia juga pernah ikut sejumlah kejuaraan tingkat Asia.
Dipanggil pelatnas SEA Games dan memperkuat timnas Indonesia di Laos 2009 merupakan kebanggaan bagi Alia. Berkiprah di dunia olahraga sejak masih pelajar tak membuatnya meninggalkan kewajibannya menuntut ilmu.”Pendidikan tetap nomor satu, aku tetap minta dispensasi setelah konsultasi ke dekan. Yang penting nggak ketinggalan pelajaran,"ujarnya.
Mengenai hadiah yang akan didapatnya, baik dari KONI Jabar ataupun PBVSI, Alia mengaku materi bukan fokusnya untuk memenangkan pertandingan. Melainkan demi memuaskan perasaan batin, atas perjuangan yang dilewatinya bersama timnya.
"Hadiah paling untuk ditabung dan biaya kuliah. Tapi, kemenangan ini kepuasan batin. Allah kasih sesuatu yang baik di akhirnya. Permainan tim bagus, kita sudah menampilkan yang terbaik. Ini semua karena kita kompak dan punya tekad," katanya.
Kemampuan Alia memang patut di perhitungkan tim lawan. Dengan prestasi yang ia raih dan perlihatkan di laga PON XVIII lalu, Amalia Fajrina Nabila menjadi idola baru di cabang olahraga bola voli Jabar.
(aww)