Pemain Persiba di timnas terancam
Senin, 24 September 2012 - 22:15 WIB
Pemain Persiba di timnas terancam
A
A
A
Sindonews.com - Joint Committee (JC) PSSI yang memutuskan hanya ada satu Timnas membuat pemain asal Persiba Bantul terancam. Mereka harus berjuang ekstra keras jika ingin tetap bertahan dalam skuad Garuda untuk AFF Cup 2012.
Keputusan JC, memberi peluang lebih besar kepada pemain Indonesian Super League (ISL) karena lebih memiliki kualitas dibanding pemain IPL, termasuk Persiba. Sehingga wakil Persiba Nopendi dan Wahyu Tri Nurgoro harus bersiap untuk kemungkinan terburuk.
Pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar enggan blak-blakan terkait status pemain Persiba di Timnas. Namun dia tak menampik jika wakil Laskar Sultan Agung, julukan Persiba di Timnas belum memberi kontribusi maksimal.
"Saya ingin netral dalam memilih pemain. Hanya pemain potensial yang akan saya bawa ke AFF Cup nanti. Menurut rencana memang ada seleksi lagi setelah uji coba melawan Brunei Darussalam," kata Nil Maizar, Senin (24/9/2012).
Menurut Nil, uji coba kontra Brunei tetap akan mengandalkan potensi dari IPL. Namun setelahnya, pemain dari ISL mulai dimasukkan memperkuat Skuad Garuda. "Kami akan lihat siapa saja yang pantas dipertahankan. Saya berharap pemain Persiba tidak kecewa jika terbuang," terangnya.
Persiba sendiri sempat termasuk tim penyuplai terbanyak untuk Skuad Merah Putih, pasca dualisme PSSI. Enam pemain pernah dipanggil Timnas. Tapi semuanya belum sesuai harapan, sampai akhirnya hanya menyisakan Wahyu Tanto (eks Persiba), Wahyu Tri dan Nopendi.
Dari ketiganya, peluang Wahyu Tri terbilang paling besar bertahan di Timnas. Namun, setelah cidera kepala performa WTN, sapaan akrabnya sedikit menurun. Kiper asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu harus berjuang keras bersaing dengan Ferry Rotinsulu.
"Memang ketat persaingannya. Tapi itu adalah risiko setiap pemain demi kepentingan tim. Selebihnya hasrat untuk bertahan atau terbuang ditentukan sendiri oleh kemampuan pemain yang bersangkutan," imbuh Nil.
Keputusan JC, memberi peluang lebih besar kepada pemain Indonesian Super League (ISL) karena lebih memiliki kualitas dibanding pemain IPL, termasuk Persiba. Sehingga wakil Persiba Nopendi dan Wahyu Tri Nurgoro harus bersiap untuk kemungkinan terburuk.
Pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar enggan blak-blakan terkait status pemain Persiba di Timnas. Namun dia tak menampik jika wakil Laskar Sultan Agung, julukan Persiba di Timnas belum memberi kontribusi maksimal.
"Saya ingin netral dalam memilih pemain. Hanya pemain potensial yang akan saya bawa ke AFF Cup nanti. Menurut rencana memang ada seleksi lagi setelah uji coba melawan Brunei Darussalam," kata Nil Maizar, Senin (24/9/2012).
Menurut Nil, uji coba kontra Brunei tetap akan mengandalkan potensi dari IPL. Namun setelahnya, pemain dari ISL mulai dimasukkan memperkuat Skuad Garuda. "Kami akan lihat siapa saja yang pantas dipertahankan. Saya berharap pemain Persiba tidak kecewa jika terbuang," terangnya.
Persiba sendiri sempat termasuk tim penyuplai terbanyak untuk Skuad Merah Putih, pasca dualisme PSSI. Enam pemain pernah dipanggil Timnas. Tapi semuanya belum sesuai harapan, sampai akhirnya hanya menyisakan Wahyu Tanto (eks Persiba), Wahyu Tri dan Nopendi.
Dari ketiganya, peluang Wahyu Tri terbilang paling besar bertahan di Timnas. Namun, setelah cidera kepala performa WTN, sapaan akrabnya sedikit menurun. Kiper asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu harus berjuang keras bersaing dengan Ferry Rotinsulu.
"Memang ketat persaingannya. Tapi itu adalah risiko setiap pemain demi kepentingan tim. Selebihnya hasrat untuk bertahan atau terbuang ditentukan sendiri oleh kemampuan pemain yang bersangkutan," imbuh Nil.
(akr)