Inter & Milan tak lagi tim elite Eropa
Selasa, 25 September 2012 - 04:15 WIB
Inter & Milan tak lagi tim elite Eropa
A
A
A
Sindonews.com - Dua klub asal Milano, Inter Milan dan AC Milan menuai hasil buruk di awal kampanye musim ini. Milan baru saja dikalahkan Udinese di Friuli. Sedangkan dari kubu Inter mereka mengalami kekalahan memalukan atas tim medioker Siena dikandang sendiri, Giuseppe Meazza.
Melihat kondisi ini, Presiden Inter Massimo Moratti merasa kedua tim tersebut tak lagi menjadi bagian dari kelompok elite tim besar Eropa saat ini. ”Inter dan Milan tidak memiliki super-tim lagi,” tegas pria berusia 67 tahun kepada wartawan dikutip Goal, Selasa (25/9/2012).
Taipan minyak asal Italia itu juga menyayangkan krisis ekonomi yang melanda Eropa secara tidak langsung mempengaruhi kondisi keuangan sepakbola Italia. Alhasil, banyak tim-tim besar Italia tak mampu mendatangkan pemain berlabel bintang dengan harga yang kini menjulang tinggi.
"Stramaccioni kompeten dan kami memiliki banyak pemain bagus . Namun sayangnya, kami tidak bisa lagi menggelontorkan dana besar diatas 20 juta euro untuk mendatangkan pemain bintang,” keluh Moratti.
Kendati tampil tak konsisten dan jauh dari kata memuaskan. Sang patron optimistis timnya bisa memperlihatkan mental juara, terlebih pasukan Andrea Stramaccioni diperkuat para pemain yang tahu bagaimana harus bertindak menyikapi hasil buruk ini.
“Saya optimis. Kami memiliki kapasitas untuk bangkit. Pelatih tahu solusi terbaik dan memiliki banyak pilihan pemain berkualitas ,” tambahnya.
“Menggunakan tiga sistem pertahanan? Saya akan meninggalkan keputusan itu kepada mereka yang tahu lebih banyak tentang masalah itu dari saya. Pelatih bertanggung jawab untuk itu,” tandasnya.
Melihat kondisi ini, Presiden Inter Massimo Moratti merasa kedua tim tersebut tak lagi menjadi bagian dari kelompok elite tim besar Eropa saat ini. ”Inter dan Milan tidak memiliki super-tim lagi,” tegas pria berusia 67 tahun kepada wartawan dikutip Goal, Selasa (25/9/2012).
Taipan minyak asal Italia itu juga menyayangkan krisis ekonomi yang melanda Eropa secara tidak langsung mempengaruhi kondisi keuangan sepakbola Italia. Alhasil, banyak tim-tim besar Italia tak mampu mendatangkan pemain berlabel bintang dengan harga yang kini menjulang tinggi.
"Stramaccioni kompeten dan kami memiliki banyak pemain bagus . Namun sayangnya, kami tidak bisa lagi menggelontorkan dana besar diatas 20 juta euro untuk mendatangkan pemain bintang,” keluh Moratti.
Kendati tampil tak konsisten dan jauh dari kata memuaskan. Sang patron optimistis timnya bisa memperlihatkan mental juara, terlebih pasukan Andrea Stramaccioni diperkuat para pemain yang tahu bagaimana harus bertindak menyikapi hasil buruk ini.
“Saya optimis. Kami memiliki kapasitas untuk bangkit. Pelatih tahu solusi terbaik dan memiliki banyak pilihan pemain berkualitas ,” tambahnya.
“Menggunakan tiga sistem pertahanan? Saya akan meninggalkan keputusan itu kepada mereka yang tahu lebih banyak tentang masalah itu dari saya. Pelatih bertanggung jawab untuk itu,” tandasnya.
(wbs)