Pamor klub super Kota Milan meredup
Rabu, 26 September 2012 - 10:03 WIB
Pamor klub super Kota Milan meredup
A
A
A
Sindonews.com - Kesuksesan klub Kota Milan merebut enam scudetto pada tujuh musim terakhir Seri A mulai terlupakan akibat anjloknya performa AC Milan dan Inter Milan pada 2012/2013.
Juara 2010/2011 Milan baru sekali merebut kemenangan pada empat pertandingan.Mereka pun terdampar di peringkat 15.Sementara walau merebut satu hasil positif lebih banyak ketimbang tetangganya,penampilan Inter juga sama labilnya.Penguasa Negeri Piza periode 2006–2010 tersebut sudah tertinggal enam poin di belakang pemimpin klasemen Juventus.
Perombakan menjadi alasan mengapa rapor duo kebanggaan Kota Mode itu terpuruk.Grafik Milan berantakan menyusul eksodus besar-besaran anggota skuad pada awal musim ini.Sementara Inter masih belum pulih selepas kepergian Jose Mourinho,dua tahun lalu. Presiden Inter Massimo Moratti angkat bicara menyikapi keadaan ini.
Patron berusia 67 tahun itu meminta pencinta sepak bola di Kota Milan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.Sebab, Moratti melihat periode dominasi Milan dan Inter sudah berakhir.Dia melihat butuh waktu agar kedua klub bisa menancapkan hegemoni lagi di Seri A. Seperti apa pendapat lengkap Moratti menyangkut situasi ini? Apakah dia tetap yakin dengan kapasitas Allenatore Andrea Stramaccioni? Berikut petikan wawancaranya dilansir berbagai sumber.
Mengapa performa Milan dan Inter begitu turun?
Pada beberapa tahun terakhir,kami mulai memperkenalkan pemain muda. Tentu mereka perlu menjalani proses. Sementara itu,Milan baru saja melepas banyak pemain penting.Kedua klub kini tidak lagi punya skuad super.Saya tentu berharap kami memetik hasil baik. Namun,meraih kemenangan secara konsisten rasanya sulit.
Mengapa Inter tidak membeli pemain bintang pada musim ini?
Saya tidak mungkin berbuat apa-apa. Kami tidak lagi mampu membeli pemain seharga 20 juta euro.Krisis ekonomi memaksa kami hidup hemat.Namun, kondisi ini justru memberi kami kesempatan merombak dan menerapkan sistem baru.Saya kira Inter bisa menjadi model acuan bagi klub-klub lain dalam menjalankan klub.
Salah satu aktivitas terbesar Inter di pasar transfer adalah pertukaran Antonio Cassano dan Giampaolo Pazzini. Bagaimana Anda melihat pengaruh keduanya terhadap masing-masing tim?
Siapa yang tidak suka Cassano? Dia pemain berkualitas.Kami memutuskan mendatangkannya karena pelatih menginginkannya.Pazzini juga sudah menciptakan banyak gol untuk Milan.
Inter baru saja takluk pada duel teranyar melawan Siena (0-2).Inilah kekalahan kesekian kali di kandang sendiri...
Kami seharusnya menang.Namun, kadang sulit merebut tiga angka dari tim seperti Siena.Mereka bertahan total dan hanya mengincar serangan balik.Sayangnya, strategi mereka berakhir.Kami mesti segera melupakan kekecewaan dan berusaha membidik hasil lebih baik saat bertemu Chievo Verona.
Apakah Anda masih percaya Stramaccioni?
Saya optimistis dengan kemampuannya. Dia pelatih mumpuni yang tahu apa yang terbaik. Stramaccioni juga memiliki banyak pilihan pemain supaya strateginya berjalan.
Apakah partisipasi di Liga Europa turut berperan terhadap inkonsistensi Inter di Seri A?
Sebelumnya,pemain mengikuti Liga Champions yang digelar Selasa dan Rabu. Kini,mereka beraksi di Liga Europa yang dilangsungkan Kamis.Artinya,waktu istirahat pemain terpangkas karena harus kembali bertanding Minggu.Pemain mesti mulai membiasakan diri dan meningkatkan staminanya.Saya kira ini cuma masalah adaptasi saja.
Juara 2010/2011 Milan baru sekali merebut kemenangan pada empat pertandingan.Mereka pun terdampar di peringkat 15.Sementara walau merebut satu hasil positif lebih banyak ketimbang tetangganya,penampilan Inter juga sama labilnya.Penguasa Negeri Piza periode 2006–2010 tersebut sudah tertinggal enam poin di belakang pemimpin klasemen Juventus.
Perombakan menjadi alasan mengapa rapor duo kebanggaan Kota Mode itu terpuruk.Grafik Milan berantakan menyusul eksodus besar-besaran anggota skuad pada awal musim ini.Sementara Inter masih belum pulih selepas kepergian Jose Mourinho,dua tahun lalu. Presiden Inter Massimo Moratti angkat bicara menyikapi keadaan ini.
Patron berusia 67 tahun itu meminta pencinta sepak bola di Kota Milan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.Sebab, Moratti melihat periode dominasi Milan dan Inter sudah berakhir.Dia melihat butuh waktu agar kedua klub bisa menancapkan hegemoni lagi di Seri A. Seperti apa pendapat lengkap Moratti menyangkut situasi ini? Apakah dia tetap yakin dengan kapasitas Allenatore Andrea Stramaccioni? Berikut petikan wawancaranya dilansir berbagai sumber.
Mengapa performa Milan dan Inter begitu turun?
Pada beberapa tahun terakhir,kami mulai memperkenalkan pemain muda. Tentu mereka perlu menjalani proses. Sementara itu,Milan baru saja melepas banyak pemain penting.Kedua klub kini tidak lagi punya skuad super.Saya tentu berharap kami memetik hasil baik. Namun,meraih kemenangan secara konsisten rasanya sulit.
Mengapa Inter tidak membeli pemain bintang pada musim ini?
Saya tidak mungkin berbuat apa-apa. Kami tidak lagi mampu membeli pemain seharga 20 juta euro.Krisis ekonomi memaksa kami hidup hemat.Namun, kondisi ini justru memberi kami kesempatan merombak dan menerapkan sistem baru.Saya kira Inter bisa menjadi model acuan bagi klub-klub lain dalam menjalankan klub.
Salah satu aktivitas terbesar Inter di pasar transfer adalah pertukaran Antonio Cassano dan Giampaolo Pazzini. Bagaimana Anda melihat pengaruh keduanya terhadap masing-masing tim?
Siapa yang tidak suka Cassano? Dia pemain berkualitas.Kami memutuskan mendatangkannya karena pelatih menginginkannya.Pazzini juga sudah menciptakan banyak gol untuk Milan.
Inter baru saja takluk pada duel teranyar melawan Siena (0-2).Inilah kekalahan kesekian kali di kandang sendiri...
Kami seharusnya menang.Namun, kadang sulit merebut tiga angka dari tim seperti Siena.Mereka bertahan total dan hanya mengincar serangan balik.Sayangnya, strategi mereka berakhir.Kami mesti segera melupakan kekecewaan dan berusaha membidik hasil lebih baik saat bertemu Chievo Verona.
Apakah Anda masih percaya Stramaccioni?
Saya optimistis dengan kemampuannya. Dia pelatih mumpuni yang tahu apa yang terbaik. Stramaccioni juga memiliki banyak pilihan pemain supaya strateginya berjalan.
Apakah partisipasi di Liga Europa turut berperan terhadap inkonsistensi Inter di Seri A?
Sebelumnya,pemain mengikuti Liga Champions yang digelar Selasa dan Rabu. Kini,mereka beraksi di Liga Europa yang dilangsungkan Kamis.Artinya,waktu istirahat pemain terpangkas karena harus kembali bertanding Minggu.Pemain mesti mulai membiasakan diri dan meningkatkan staminanya.Saya kira ini cuma masalah adaptasi saja.
(wbs)