La Nyalla jegal Persiba
Rabu, 26 September 2012 - 16:45 WIB
La Nyalla jegal Persiba
A
A
A
Sindonews.com – Hasrat besar Persiba Bantul kembali ke pangkuan ISL, tidak akan berjalan mulus. Sebab, Ketua PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Matalitti tak rela Laskar Sultan Agung, julukan Persiba loncat pagar seenaknya. La Nyalla ingin kepindahan Persiba melalui serangkaian prosedur.
Menurut, La Nyalla, permohonan kembali ke ISL tidak cukup hanya diajukan kepada PT Liga Indonesia (LI) selaku operator kompetisi, namun harus juga diajukan kepadanya. Itu pun tidak ada jaminan pengajuan Persiba akan diterima. Sebab, klausul permohonan Persiba akan dibawa ke forum anggota PSSI pimpinannya.
"Kami tidak menutup mata bahwa operator kompetisi memang memiliki wewenang menentukan kontestan liga. Tapi semuanya harus dikembalikan ke regulasi. Di mana PT LI adalah institusi di bawah kami. Jadi tidak cukup hanya dikomunikasikan dengan mereka tanpa melibatkan kami," tegas La Nyalla, Rabu (26/9/2012).
Nantinya, kata La Nyalla, status jawara Divisi Utama 2010/11 akan ditentukan oleh anggota. Langkah itu ditempuh untuk menghindari tudingan miring dari anggota jika Persiba dapat loncat pagar seenaknya. "Kami tidak ingin ada kecembburuan. Semuanya harus melalui mekanisme," terangnya.
Manajemen Persiba sendiri ngotot ingin agar keinginannya dipenuhi. Persiba berharap ada pengertian dari PT LI terhadap niat mereka. “Kalau bicara regulasi, selepas pertemuan Joint Committee (JC), kedudukan La Nyalla sudah dikembalikan sebagai Exco PSSI. Jadi status Persiba cukup ditentukan PT LI selaku operatornya,” kata Briyanto AS, Manajer Persiba.
Briyanto mengatakan, apa pun alasannya Persiba tetap berhak berkiprah di ISL. Keinginan itu akan terealisasi lebih mudah jika keputusan diambil cukup di tingkat operator. Dia bersikukuh, Laskar Sualtan Agung tetap layak memakai jatah satu tempat yang belum mereka gunakan selepas menjadia kampiun kompetisi kasta kedua tahun 2010 lalu.
"Kami tetap punya jatah di ISL. Itu hak yang belum kami gunakan. Tapi kami tidak akan mengemis apabila niat tulus ini harus dilengkapi dengan prosedur ribet yang sebenarnya tidak dipersyaratkan. Kami tidak akan mengemis dan menjual harga diri tim,” tegasnya.
Menurut, La Nyalla, permohonan kembali ke ISL tidak cukup hanya diajukan kepada PT Liga Indonesia (LI) selaku operator kompetisi, namun harus juga diajukan kepadanya. Itu pun tidak ada jaminan pengajuan Persiba akan diterima. Sebab, klausul permohonan Persiba akan dibawa ke forum anggota PSSI pimpinannya.
"Kami tidak menutup mata bahwa operator kompetisi memang memiliki wewenang menentukan kontestan liga. Tapi semuanya harus dikembalikan ke regulasi. Di mana PT LI adalah institusi di bawah kami. Jadi tidak cukup hanya dikomunikasikan dengan mereka tanpa melibatkan kami," tegas La Nyalla, Rabu (26/9/2012).
Nantinya, kata La Nyalla, status jawara Divisi Utama 2010/11 akan ditentukan oleh anggota. Langkah itu ditempuh untuk menghindari tudingan miring dari anggota jika Persiba dapat loncat pagar seenaknya. "Kami tidak ingin ada kecembburuan. Semuanya harus melalui mekanisme," terangnya.
Manajemen Persiba sendiri ngotot ingin agar keinginannya dipenuhi. Persiba berharap ada pengertian dari PT LI terhadap niat mereka. “Kalau bicara regulasi, selepas pertemuan Joint Committee (JC), kedudukan La Nyalla sudah dikembalikan sebagai Exco PSSI. Jadi status Persiba cukup ditentukan PT LI selaku operatornya,” kata Briyanto AS, Manajer Persiba.
Briyanto mengatakan, apa pun alasannya Persiba tetap berhak berkiprah di ISL. Keinginan itu akan terealisasi lebih mudah jika keputusan diambil cukup di tingkat operator. Dia bersikukuh, Laskar Sualtan Agung tetap layak memakai jatah satu tempat yang belum mereka gunakan selepas menjadia kampiun kompetisi kasta kedua tahun 2010 lalu.
"Kami tetap punya jatah di ISL. Itu hak yang belum kami gunakan. Tapi kami tidak akan mengemis apabila niat tulus ini harus dilengkapi dengan prosedur ribet yang sebenarnya tidak dipersyaratkan. Kami tidak akan mengemis dan menjual harga diri tim,” tegasnya.
(wbs)