Pengurus lama bikin PSMS terpuruk
Kamis, 27 September 2012 - 21:46 WIB
Pengurus lama bikin PSMS terpuruk
A
A
A
Sindonews.com - Ancaman dualisme kepengurusan PSMS Medan mengundang reaksi dari mantan pemain PSMS, Syafril S.H. Menurutnya, sudah saatnya kepengurusan klub Ayam Kinantan diisi orang-orang baru. Pasalnya, pengurus lama dinilai malah membawa PSMS Medan ke lembah keterpurukan.
Ditemui di Medan kemarin, dia menilai, semua pengurus yang lama atau sejak masa kepemimpinan Dzulmi Eldin di PSMS telah gagal, baik manajemen PSMS yang berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL). 2011/2012 lalu.
"Pengurus lama sudah tidak lagi layak mengurusi PSMS, mengingat prestasi PSMS di beberapa musim ini. Bukannya memberikan perubahan signifikan, malah membuat prestasi juga terpuruk," kata mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat itu.
Dia yang pernah menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS ISL selama setengah musim kompetisi lalu menyatakan, pengelolaan PSMS musim lalu sungguh di luar ekspektasinya.
"Musim lalu manajemennya amburadul. Saya sebagai ketua panpel harus merogoh kocek sendiri untuk biaya pertandingan. Hotel wasit pada saat ISL U-21, karena ketika saya mencoba koordinasi dengan manajemen, disebutkan tidak ada uang. Karena bertanggungjawab, saya yang mendahulukan," katanya.
Dia juga menyatakan, tidak ada satupun manajemen yang mau berkorban untuk PSMS. Bahkan, dia ketahui, utang PSMS tidak hanya ada pada musim 2011/2012, namun juga sisa utang musim 2010/2011.
"Di Hotel Dharma Deli, PSMS masih punya utang. Petugas pintu stadion juga beberapa kali tidak dibayar. Jadi saat ada uang, saya bayar ke mereka. Jadi bagi orang yang cakap-cakap saja jangan lagi di situ (PSMS)," ungkapnya.
Dia berharap, pengurus PSMS versi Indra Sakti Harahap bisa terus berjalan dan mengubah citra PSMS lebih baik untuk musim depan. "Jalankan saja kalau itu permintaan klub. Harapan kami tentunya PSMS bisa lebih baik di masa mendatang dengan orang-orang baru yang ada sekarang," tandasnya.
Ditemui di Medan kemarin, dia menilai, semua pengurus yang lama atau sejak masa kepemimpinan Dzulmi Eldin di PSMS telah gagal, baik manajemen PSMS yang berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL). 2011/2012 lalu.
"Pengurus lama sudah tidak lagi layak mengurusi PSMS, mengingat prestasi PSMS di beberapa musim ini. Bukannya memberikan perubahan signifikan, malah membuat prestasi juga terpuruk," kata mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat itu.
Dia yang pernah menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS ISL selama setengah musim kompetisi lalu menyatakan, pengelolaan PSMS musim lalu sungguh di luar ekspektasinya.
"Musim lalu manajemennya amburadul. Saya sebagai ketua panpel harus merogoh kocek sendiri untuk biaya pertandingan. Hotel wasit pada saat ISL U-21, karena ketika saya mencoba koordinasi dengan manajemen, disebutkan tidak ada uang. Karena bertanggungjawab, saya yang mendahulukan," katanya.
Dia juga menyatakan, tidak ada satupun manajemen yang mau berkorban untuk PSMS. Bahkan, dia ketahui, utang PSMS tidak hanya ada pada musim 2011/2012, namun juga sisa utang musim 2010/2011.
"Di Hotel Dharma Deli, PSMS masih punya utang. Petugas pintu stadion juga beberapa kali tidak dibayar. Jadi saat ada uang, saya bayar ke mereka. Jadi bagi orang yang cakap-cakap saja jangan lagi di situ (PSMS)," ungkapnya.
Dia berharap, pengurus PSMS versi Indra Sakti Harahap bisa terus berjalan dan mengubah citra PSMS lebih baik untuk musim depan. "Jalankan saja kalau itu permintaan klub. Harapan kami tentunya PSMS bisa lebih baik di masa mendatang dengan orang-orang baru yang ada sekarang," tandasnya.
(aww)