ISSI Jabar godok pembalap muda
Jum'at, 28 September 2012 - 23:29 WIB
ISSI Jabar godok pembalap muda
A
A
A
Sindonews.com - Perhelatan akbar multi event Pekan Olahaga Nasional (PON) XVIII sudah berlalu. Kini saatnya setiap cabang olahraga melakukan pembinaan jangka panjang selanjutnya untuk mempersiapkan peningkatan prestasi di PON XIX 2016 mendatang di Jabar.
Begitu juga dengan regenerasi pembinaan di cabor sepedah yang dipersiapkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar sebagai tuan rumah di PON mendatang.
''Sebagai langkah untuk mempersiapkan peningkatan prestasi di PON nanti, ya kami juga harus mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Termasuk pembinaan dari mulai usia dini, karena bagaimana juga usia dini harus dipersiapkan untuk PON berikut,”ungkap ketua KONI Jabar Azis Syarif.
Dirinya juga akan mempersiapkan program-program khusus sebagai langkah pembinaan yang akan dilaksanakan selama empat tahun. Karena berkaca dari PON kemarin, dimana pembinaan yang dilakukan hanya dua tahun bisa mengangkat Jabar memperbaiki prestasi. Apalagi persiapan tersebut dilakukan selama empat tahun.
Sementara itu, Ketua komisi usia dini bidang pembinaan dan prestasi Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Sepada Sport Indonesia (ISSI) Jabar, Nala Widya menuturkan saat ini dirinya tengah fokus memperhatikan pembinaan atlet-atlet sepeda usia dini yang berprestasi dan sudah tentu yang bisa diproyeksikan untuk prestasi di PON XIX 2016 di Jabar.
''Selama ini kita mencoba membina usia dini dengan segala daya dan upaya kami, supaya para atlet usia dini bisa muncul di Jabar. Selain itu para atlet tidak hanya berhenti di forum nasional saja tapi juga internasional,”katanya kemarin.
Menurut Nala, pihaknya selama ini gencar membangun atlet potensial, dari mulai basicnya, membangun fisik , aerobic dan keterampilan bersepedah mereka. ''Sudah pasti kami akan persiapkan itu,”singaktnya.
Akan tetapi untuk lebih jauh lagi menciptakan atlet-atlet berprestasi ditingkat yang lebih tinggi di perlukan juga atlet yang memiliki pendidikan yang cukup. Pasalnya, untuk pembinaan usia dini idealismenya adalah selain berprestasi di sekolah, mereka juga berprestasi di olahraga.
Namun, pada kenyataannya, khususnya dibalap sepeda, para atlet meninggalkan sekolah mereka demi mengejar prestasi di daerahnya. Dan itu yang disayangkan, padahal untuk bisa menaikan ke forum yang lebih tinggi diperlukan ilmu yang lebih tinggi. Karena dunia olahraga sekarang 40 persen sudah menggunakan sport science. ''Melihat kondisi olahraga di zaman sekarang yang serba science, saat ini kita persiapkan atlet-atlet yang memiliki intelektual tinggi,”katanya.
Berkaca ke PON kemarin, cabor sepeda Jabar mendapat lima medali emas dari target awal tiga medali emas dan menjadi juara umum. Sedangkan untuk persiapan atlet usia dini, dirinya selalu mengadakan tes yang dilakukan sebulan sebanyak dua kali untuk melihat pencapaian speed dari hari ke hari para atlet untuk mencapai target yang telah di tentukan.
''Atlet usia dini ini baru dilatih selama satu tahun, melihat waktu tersebut memang masih jauh dan program masih panjang. Kita tidak bisa forsir anak-anak, karena ditakutkan mereka malah rusak,”ujarnya.
Sampai saat ini atlet usia dini potensial hanya ada 10 orang dan tersebar dibebrapa daerah di Jabar, yaitu Bogor, Sumedang, Pangandaran, dan Ciamis lalu Bandung. Karena daerah-daerah tersebut merupakan kantongnya atlet sepedah di Jabar.
''Memang sempat ada ide untuk memindahkan atlet daerah ke Bandung supaya lebih mudah untuk membentuk mereka. Namun masih terkait banyak hal terutama dari sisi psikologis mental mereka yang usianya masih muda.Mungkin fisik berkembang, namun mental drop,”katanya.
Kesepuluh atlet tersebut terbagi di beberapa nomor, yaitu delapan atlet untuk nomor road race, dan dua orang di nomor trek. Sedang untuk nomor cross country dan downhill pihaknya masih mencari bibit atlet yang potensial seperti Risa Suseanty, pasalnya regenerasi untuk nomor-nomor tersebut terbilang paling susah. ''Sampai hari ini potensi pasti ada, namun melihat kejuaraan untuk nomor tersebut belum ada,”singkatnya.
Jabar memiliki sarana yang komplet untuk cabor sepeda. Untuk nomor jalan raya terdapat rute Bandung-Subang, begitu juga dengan Tangkuban Perahu yang memiliki kategori 1. Selain itu, Jabar juga memiliki trek velodrome yang hanya membutuhkan sedikit perbaikan, dan tidak ketinggalan untuk nomor downhill, banyak tempat di Jabar yang hanya tinggal memilih.
Begitu juga dengan regenerasi pembinaan di cabor sepedah yang dipersiapkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar sebagai tuan rumah di PON mendatang.
''Sebagai langkah untuk mempersiapkan peningkatan prestasi di PON nanti, ya kami juga harus mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Termasuk pembinaan dari mulai usia dini, karena bagaimana juga usia dini harus dipersiapkan untuk PON berikut,”ungkap ketua KONI Jabar Azis Syarif.
Dirinya juga akan mempersiapkan program-program khusus sebagai langkah pembinaan yang akan dilaksanakan selama empat tahun. Karena berkaca dari PON kemarin, dimana pembinaan yang dilakukan hanya dua tahun bisa mengangkat Jabar memperbaiki prestasi. Apalagi persiapan tersebut dilakukan selama empat tahun.
Sementara itu, Ketua komisi usia dini bidang pembinaan dan prestasi Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Sepada Sport Indonesia (ISSI) Jabar, Nala Widya menuturkan saat ini dirinya tengah fokus memperhatikan pembinaan atlet-atlet sepeda usia dini yang berprestasi dan sudah tentu yang bisa diproyeksikan untuk prestasi di PON XIX 2016 di Jabar.
''Selama ini kita mencoba membina usia dini dengan segala daya dan upaya kami, supaya para atlet usia dini bisa muncul di Jabar. Selain itu para atlet tidak hanya berhenti di forum nasional saja tapi juga internasional,”katanya kemarin.
Menurut Nala, pihaknya selama ini gencar membangun atlet potensial, dari mulai basicnya, membangun fisik , aerobic dan keterampilan bersepedah mereka. ''Sudah pasti kami akan persiapkan itu,”singaktnya.
Akan tetapi untuk lebih jauh lagi menciptakan atlet-atlet berprestasi ditingkat yang lebih tinggi di perlukan juga atlet yang memiliki pendidikan yang cukup. Pasalnya, untuk pembinaan usia dini idealismenya adalah selain berprestasi di sekolah, mereka juga berprestasi di olahraga.
Namun, pada kenyataannya, khususnya dibalap sepeda, para atlet meninggalkan sekolah mereka demi mengejar prestasi di daerahnya. Dan itu yang disayangkan, padahal untuk bisa menaikan ke forum yang lebih tinggi diperlukan ilmu yang lebih tinggi. Karena dunia olahraga sekarang 40 persen sudah menggunakan sport science. ''Melihat kondisi olahraga di zaman sekarang yang serba science, saat ini kita persiapkan atlet-atlet yang memiliki intelektual tinggi,”katanya.
Berkaca ke PON kemarin, cabor sepeda Jabar mendapat lima medali emas dari target awal tiga medali emas dan menjadi juara umum. Sedangkan untuk persiapan atlet usia dini, dirinya selalu mengadakan tes yang dilakukan sebulan sebanyak dua kali untuk melihat pencapaian speed dari hari ke hari para atlet untuk mencapai target yang telah di tentukan.
''Atlet usia dini ini baru dilatih selama satu tahun, melihat waktu tersebut memang masih jauh dan program masih panjang. Kita tidak bisa forsir anak-anak, karena ditakutkan mereka malah rusak,”ujarnya.
Sampai saat ini atlet usia dini potensial hanya ada 10 orang dan tersebar dibebrapa daerah di Jabar, yaitu Bogor, Sumedang, Pangandaran, dan Ciamis lalu Bandung. Karena daerah-daerah tersebut merupakan kantongnya atlet sepedah di Jabar.
''Memang sempat ada ide untuk memindahkan atlet daerah ke Bandung supaya lebih mudah untuk membentuk mereka. Namun masih terkait banyak hal terutama dari sisi psikologis mental mereka yang usianya masih muda.Mungkin fisik berkembang, namun mental drop,”katanya.
Kesepuluh atlet tersebut terbagi di beberapa nomor, yaitu delapan atlet untuk nomor road race, dan dua orang di nomor trek. Sedang untuk nomor cross country dan downhill pihaknya masih mencari bibit atlet yang potensial seperti Risa Suseanty, pasalnya regenerasi untuk nomor-nomor tersebut terbilang paling susah. ''Sampai hari ini potensi pasti ada, namun melihat kejuaraan untuk nomor tersebut belum ada,”singkatnya.
Jabar memiliki sarana yang komplet untuk cabor sepeda. Untuk nomor jalan raya terdapat rute Bandung-Subang, begitu juga dengan Tangkuban Perahu yang memiliki kategori 1. Selain itu, Jabar juga memiliki trek velodrome yang hanya membutuhkan sedikit perbaikan, dan tidak ketinggalan untuk nomor downhill, banyak tempat di Jabar yang hanya tinggal memilih.
(aww)