Firdasari menembus semifinal
Jum'at, 28 September 2012 - 23:59 WIB
Firdasari menembus semifinal
A
A
A
Sindonews.com - Ambisi Adrianti Firdasari membumbung tinggi setelah menembus semifinal South Sumatera Indonesia Open Grand Prix Gold 2012. Firda membidik final. Namun, sebelum melangkah ke partai puncak, Firda harus terlebih dahulu melewati hadangan sesama pebulu tangkis Indonesia, Yeni Asmarani.
Firda sendiri melaju ke semifinal setelah berjibaku menghadapi pebulutangkis berbakat Rusydina Antardayu Riodingin di babak perempatfinal, Jumat (28/9). Sempat mendapat perlawanan sengit di awal set pertama, Firda yang unggul pengalaman berhasil meredam permainan Rusydina. Firda unggul 21-15.
Memasuki set kedua, Rusydina sempat bangkit dan memimpin perolehan skor. Namun lagi-lagi Firda berhasil mengontrol permainan dan membuat Rusydina harus jatuh bangun. Tidak mau berlama-lama dan menguras tenaga, Firda pun menyelesaikan pertandingan dalam waktu 32 menit dengan keunggulan 21-14.
Menurut Firda, pertandingan kemarin lebih ringan dibanding dua pertandingan sebelumnya di mana dia harus menghadapi dua wakil Jepang. Meski demikian, Firda tetap waspada terhadap lawannya itu karena pada pertandingan sebelumnya Rusydina tampil bagus dengan mengalahkan unggulan ketiga Xing Aiying asal Singapura.
''Saya tidak pernah meremehkan siapapun lawan yang dihadapi. Mau dia dari luar negeri atau sesama Indonesia, saya tetap serius main. Bersyukur saja, saya lebih enjoy main dan kemampuan saya bisa lebih keluar dibanding lawan,” ujar Firda.
Kembali menghadapi sesama pebulu tangkis Indonesia di semifinal hari ini, Firda tidak mau sesumbar. Meski demikian, dia menargetkan bisa melaju ke partai final. ''Lihat saja besok (hari ini). Semua pemain tentunya ingin menang. Tapi saya akan berusaha lewati satu demi satu saja pertandingan dengan kemampuan terbaik,” tuturnya.
Pada semifinal tunggal putri, tiga pebulu tangkis Indonesia melaju bersama satu wakil China. Peluang terjadinya All Indonesian Final di tunggal putri sangat terbuka. Syaratnya wakil Indonesia Fanetri Lindaweni, harus mengalahkan pebulu tangkis China, Han Li.
Meski secara peringkat maupun track record keduanya terpaut jauh, namun kesempatan Fanetri menang tidak mutlak tertutup. ''Saya akan mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Meski Han Li unggulan kedua, namun bukan berarti dia tidak bisa dikalahkan,” ucap Fanetri.
Firda sendiri melaju ke semifinal setelah berjibaku menghadapi pebulutangkis berbakat Rusydina Antardayu Riodingin di babak perempatfinal, Jumat (28/9). Sempat mendapat perlawanan sengit di awal set pertama, Firda yang unggul pengalaman berhasil meredam permainan Rusydina. Firda unggul 21-15.
Memasuki set kedua, Rusydina sempat bangkit dan memimpin perolehan skor. Namun lagi-lagi Firda berhasil mengontrol permainan dan membuat Rusydina harus jatuh bangun. Tidak mau berlama-lama dan menguras tenaga, Firda pun menyelesaikan pertandingan dalam waktu 32 menit dengan keunggulan 21-14.
Menurut Firda, pertandingan kemarin lebih ringan dibanding dua pertandingan sebelumnya di mana dia harus menghadapi dua wakil Jepang. Meski demikian, Firda tetap waspada terhadap lawannya itu karena pada pertandingan sebelumnya Rusydina tampil bagus dengan mengalahkan unggulan ketiga Xing Aiying asal Singapura.
''Saya tidak pernah meremehkan siapapun lawan yang dihadapi. Mau dia dari luar negeri atau sesama Indonesia, saya tetap serius main. Bersyukur saja, saya lebih enjoy main dan kemampuan saya bisa lebih keluar dibanding lawan,” ujar Firda.
Kembali menghadapi sesama pebulu tangkis Indonesia di semifinal hari ini, Firda tidak mau sesumbar. Meski demikian, dia menargetkan bisa melaju ke partai final. ''Lihat saja besok (hari ini). Semua pemain tentunya ingin menang. Tapi saya akan berusaha lewati satu demi satu saja pertandingan dengan kemampuan terbaik,” tuturnya.
Pada semifinal tunggal putri, tiga pebulu tangkis Indonesia melaju bersama satu wakil China. Peluang terjadinya All Indonesian Final di tunggal putri sangat terbuka. Syaratnya wakil Indonesia Fanetri Lindaweni, harus mengalahkan pebulu tangkis China, Han Li.
Meski secara peringkat maupun track record keduanya terpaut jauh, namun kesempatan Fanetri menang tidak mutlak tertutup. ''Saya akan mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Meski Han Li unggulan kedua, namun bukan berarti dia tidak bisa dikalahkan,” ucap Fanetri.
(aww)