Hadapi PON 2016, cabor minta TC di luar negeri
Selasa, 02 Oktober 2012 - 19:49 WIB
Hadapi PON 2016, cabor minta TC di luar negeri
A
A
A
Sindonews.com - KONI Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah menerima laporan hasil evaluasi pelatih untuk beberapa cabang olahraga (cabor). Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel Addien mengatakan, hingga hari ini sudah menerima laporan dari sekitar 20 cabor yang ikut bertanding di PON XVIII Riau 2012.
Dari laporan tersebut, rata-rata cabor, meminta latihan atau pemusatan latihan/training center (TC) untuk PON XIX/2016, digelar di luar negeri. ''Itu kesimpulan sementara yang kami dapat dari laporan mereka,” jelasnya.
Addien mengatakan, secara umum KONI baru bisa menanggapi permintaan tersebut setelah 37 cabor memasukan laporannya. ''Kami berikan batas waktu sampai pekan ini mereka sudah harus masukkan laporan,” ucapnya.
Menurut dia, semakin cepat laporan tersebut masuk ke KONI, maka semakin cepat pula persiapan untuk program pembinaan PON Jabar disusun. ''Kalau laporannya sudah masuk, akan dibuat program baru,” ucapnya.
Dia menjelaskan, bukan hanya cabor gagal yang bakal dievaluasi. Namun cabor suksespun juga masuk agenda. ''KONI akan melihat di mana letak kekuatan dan kelemahannya,” sebutnya.
Namun Addien engan menjawab kemungkinan pencoretan sejumlah cabor yang gagal di PON Riau untuk diikutkan kembali di PON XIX Jabar. ''Jangan dulu bicara coret-mencoret sebelum evaluasi resmi,” jelasnya.
Sementara itu, pelatih atletik Sulsel Abdul Kadir mengatakan, KONI harus bekerja cepat untuk lakukan evaluasi. ''Karena masing-masing cabor harus tahu seperti apa program pembinaan baru dan waktu berjalannya kapan,” ucapnya.
Kalender itu nantinya akan dicocokkan dengan program pengurus provinsi (Pengprov) masing-masing cabor. ''Karena pengprov juga harus secepatnya dibenahi. Utamanya untuk organisasinya agar pembinaan tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Dari laporan tersebut, rata-rata cabor, meminta latihan atau pemusatan latihan/training center (TC) untuk PON XIX/2016, digelar di luar negeri. ''Itu kesimpulan sementara yang kami dapat dari laporan mereka,” jelasnya.
Addien mengatakan, secara umum KONI baru bisa menanggapi permintaan tersebut setelah 37 cabor memasukan laporannya. ''Kami berikan batas waktu sampai pekan ini mereka sudah harus masukkan laporan,” ucapnya.
Menurut dia, semakin cepat laporan tersebut masuk ke KONI, maka semakin cepat pula persiapan untuk program pembinaan PON Jabar disusun. ''Kalau laporannya sudah masuk, akan dibuat program baru,” ucapnya.
Dia menjelaskan, bukan hanya cabor gagal yang bakal dievaluasi. Namun cabor suksespun juga masuk agenda. ''KONI akan melihat di mana letak kekuatan dan kelemahannya,” sebutnya.
Namun Addien engan menjawab kemungkinan pencoretan sejumlah cabor yang gagal di PON Riau untuk diikutkan kembali di PON XIX Jabar. ''Jangan dulu bicara coret-mencoret sebelum evaluasi resmi,” jelasnya.
Sementara itu, pelatih atletik Sulsel Abdul Kadir mengatakan, KONI harus bekerja cepat untuk lakukan evaluasi. ''Karena masing-masing cabor harus tahu seperti apa program pembinaan baru dan waktu berjalannya kapan,” ucapnya.
Kalender itu nantinya akan dicocokkan dengan program pengurus provinsi (Pengprov) masing-masing cabor. ''Karena pengprov juga harus secepatnya dibenahi. Utamanya untuk organisasinya agar pembinaan tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.
(aww)