Fisik penggawa Sriwijaya FC masih 80 persen
Rabu, 03 Oktober 2012 - 22:55 WIB
Fisik penggawa Sriwijaya FC masih 80 persen
A
A
A
Sindonews,com - Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengaku belum puas dengan kondisi fisik anak asuhnya. Meski sudah meningkat cukup signifikan. Namun, menurut dia, para pemain belum mencapai kondisi puncaknya dan masih 80 persen.
Untuk lebih meningkatkan kemampuan para punggawanya, saat ini Aliyuddin dkk terus digenjot dengan latihan fisik yang mengutamakan indurance dan kekuatan. Sehingga dia menargetkan dalam satu bulan ini sudah bisa mencapai 100%, para pemain sendiri baru melakukan latihan selama hampir tiga minggu.
Dengan kesiapan masih 80%, maka secara matematis Kas tinggal mendandani 20% pembenahan agar skuadnya benar-benar bisa fight di ISL. Setelah mencapai 100% maka dirinya bisa mulai start latihan untuk memantapkan permainan. Bukan lagi mengembalikan kondisi fisik yang drop pasca rehat kompetisi yang cukup panjang.
''Ya, saat ini kita masih fokus pada peningkatan kondisi fisik.Jadi untuk latihan pagi mereka lebih difokuskan pada latihan endurance, sedangkan pada sore harinya kekuatan,” jelasnya.
Setelah ituq pada bulan berikutnya latihan akan dilanjutkan pada indurance dan kecepatan. Sehingga nantinya bisa didapatkan para pemain yang memiliki ketahanan fisik, kuat bertarung dilapangan namun juga cepat.
“Karena menurut saya itulah intinya permainan sepak bola itu, kalau dia ketahanan fisiknya lemah, tidak kuat bertarung dengan pemain lawan dan juga lamban. Mana bisa menjadi pemain bola yang bagus,” tambahnya disela-sela latihan kemarin pagi.
Setelah semua itu didapat, barulah dirinya akan melanjutkan pada program latihan berikutnya yakni taktik dan strategi serta organisasi permainan. Karena kalau bicara tehnik, dia yakin para pemain masing-masing sudah memiliki kualitas dan skill yang bagus, tinggal bagaimana penerapannya saja dilapangan dan bisa bermain kompak bersama tim.
Agar para pemain tidak bosan terus-menerus melahap latihan fisik, maka pada setiap hari sabtu mereka hanya diberikan materi berenang dan fitness yang bertujuan agar otot-otot dan pemain bisa kembali relaks. Sedangkan pada hari minggi mereka diberikan waktu libur.
“Sebab percuma juga kalau terlalu memaksakan latihan dengan program yang ketat dan berat. Pemain juga butuh istirahat dan refreshing, apalagi pelaksanaan kompetisi masih lama digelar. Dengan begini, saya yakin mereka akan lebih semangat saat harus kembali berlatih,” ujarnya.
Wajar jika Kas menginginkan agar anak asuhnya bisa memiliki kekuatan, ketahanan dan kecepatan. Pasalnya pada musim depan dia masih akan tetap mengandalkan permainan cepat dengan umpan-umpan pendek satu dua saat melakukan serangan dan bisa cepat kembali bertahan saat ditekan oleh lawan.
Pola itu akan tetap dipertahankannya sebagai cirri khas SFC selama berada dibawah asuhan arsitek asal Solo itu, bahkan berkat keberhasilannya mempertontonkan permainan sepakbola indah yang mirip dengan yang diperagakan klub asal Spanyol Barcelona, dirinya diberikan julukan Kas Diola.
Namun hal itu tidak lantas membuat Kas jumawa, malah dia merasa keberhasilan itu bukan sepenuhnya merupakan kerja kerasnya sendiri dan mengatakan jika itu merupakan buah dari kerja keras pemain selama ini.
“Saya yakin semua pemain bisa melakukan pola permainan seperti yang kita terapkan musim lalu, tinggal lagi bagaimana kemauan dari mereka untuk menjalankan instruksi dengan baik dilapangan serta ditunjang dengan kemampuan fisik yang prima. Karena bermain cepat itu butuh konsentrasi tinggi dan fisik yang baik,” pungkasnya.
Untuk lebih meningkatkan kemampuan para punggawanya, saat ini Aliyuddin dkk terus digenjot dengan latihan fisik yang mengutamakan indurance dan kekuatan. Sehingga dia menargetkan dalam satu bulan ini sudah bisa mencapai 100%, para pemain sendiri baru melakukan latihan selama hampir tiga minggu.
Dengan kesiapan masih 80%, maka secara matematis Kas tinggal mendandani 20% pembenahan agar skuadnya benar-benar bisa fight di ISL. Setelah mencapai 100% maka dirinya bisa mulai start latihan untuk memantapkan permainan. Bukan lagi mengembalikan kondisi fisik yang drop pasca rehat kompetisi yang cukup panjang.
''Ya, saat ini kita masih fokus pada peningkatan kondisi fisik.Jadi untuk latihan pagi mereka lebih difokuskan pada latihan endurance, sedangkan pada sore harinya kekuatan,” jelasnya.
Setelah ituq pada bulan berikutnya latihan akan dilanjutkan pada indurance dan kecepatan. Sehingga nantinya bisa didapatkan para pemain yang memiliki ketahanan fisik, kuat bertarung dilapangan namun juga cepat.
“Karena menurut saya itulah intinya permainan sepak bola itu, kalau dia ketahanan fisiknya lemah, tidak kuat bertarung dengan pemain lawan dan juga lamban. Mana bisa menjadi pemain bola yang bagus,” tambahnya disela-sela latihan kemarin pagi.
Setelah semua itu didapat, barulah dirinya akan melanjutkan pada program latihan berikutnya yakni taktik dan strategi serta organisasi permainan. Karena kalau bicara tehnik, dia yakin para pemain masing-masing sudah memiliki kualitas dan skill yang bagus, tinggal bagaimana penerapannya saja dilapangan dan bisa bermain kompak bersama tim.
Agar para pemain tidak bosan terus-menerus melahap latihan fisik, maka pada setiap hari sabtu mereka hanya diberikan materi berenang dan fitness yang bertujuan agar otot-otot dan pemain bisa kembali relaks. Sedangkan pada hari minggi mereka diberikan waktu libur.
“Sebab percuma juga kalau terlalu memaksakan latihan dengan program yang ketat dan berat. Pemain juga butuh istirahat dan refreshing, apalagi pelaksanaan kompetisi masih lama digelar. Dengan begini, saya yakin mereka akan lebih semangat saat harus kembali berlatih,” ujarnya.
Wajar jika Kas menginginkan agar anak asuhnya bisa memiliki kekuatan, ketahanan dan kecepatan. Pasalnya pada musim depan dia masih akan tetap mengandalkan permainan cepat dengan umpan-umpan pendek satu dua saat melakukan serangan dan bisa cepat kembali bertahan saat ditekan oleh lawan.
Pola itu akan tetap dipertahankannya sebagai cirri khas SFC selama berada dibawah asuhan arsitek asal Solo itu, bahkan berkat keberhasilannya mempertontonkan permainan sepakbola indah yang mirip dengan yang diperagakan klub asal Spanyol Barcelona, dirinya diberikan julukan Kas Diola.
Namun hal itu tidak lantas membuat Kas jumawa, malah dia merasa keberhasilan itu bukan sepenuhnya merupakan kerja kerasnya sendiri dan mengatakan jika itu merupakan buah dari kerja keras pemain selama ini.
“Saya yakin semua pemain bisa melakukan pola permainan seperti yang kita terapkan musim lalu, tinggal lagi bagaimana kemauan dari mereka untuk menjalankan instruksi dengan baik dilapangan serta ditunjang dengan kemampuan fisik yang prima. Karena bermain cepat itu butuh konsentrasi tinggi dan fisik yang baik,” pungkasnya.
(aww)