Kota Semarang kawinkan tiga gelar juara Popda
Kamis, 04 Oktober 2012 - 21:51 WIB
Kota Semarang kawinkan tiga gelar juara Popda
A
A
A
Sindonews.com – Kota Semarang berhasil keluar sebagai juara Umum Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) SMP/MTs/Sederajat tingkat Provinsi Jateng 2-4 Oktober.
Sebagai tuan rumah Kota Semarang berhasil mengemas 183 Poin dengan 18 emas, 14 perak, dan 15 perunggu.
Surakarta yang tahun lalu berhasil menjadi juara umum harus puas hanya berada di posisi kedua dengan perolehan poin, 127 dengan 14 emas, 8 perak dan 3 perunggu. Sementara di posisi ketiga, ditempati oleh Kabupaten Banyumas, yang berhasil memperoleh skor 85 dengan 8 emas, 7 perak, dan 8 perunggu.
Dengan keluarnya Kota Semarang sebagai juara umum dalam Popda tingkat SMP/MTs/Sederajat kali ini, Kota Semarang mengawinkan tiga gelar Popda sekaligus. Pada Popda tingkat SD/MI/Sederajat, dan SMA/MA/SMK/Sederajat tingkat Provinsi Jateng yang telah digelar sebelumnya.
Atas kemenangan itu, kontingen Kota Semarang berhak mendapatkan Piala Tetap dan bergilir, serta uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Sedangkan untuk Kota Surakarta dan Banyumas berhak mendapatkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 10 juta dan Rp7,5juta dan piala.
Tri Waluyo, Kepala Bidang Pembinaan Olah Raga Dinas Sosial, pemuda dan Olah raga (Dinsospora) Kota Semarang, mengaku bangga dengan dengan kontingen Kota Semarang yang mampu menjadi juara umum.
“Ini kebanggan tersendiri karena dengan kemenangan ini berarti kami berhasil mengawinkan tiga gelar juara umum Popda,” katanya, usia upacara penutupan Popda tingkat SMP/MTs/Sederajat di GOR Satria, kemarin.
Dia mengaku, keberhasilan yang diraih oleh tim Kota Semarang tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan. “Kita persiapan sejak Mei, dan Alhamdulliah berkat persiapan yang matang kita berhasil memetik kesuksesan,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dinpora) Provinsi Jateng Tri Laksono yang mewakili Kepala Dinpora Jateng Budi Santoso berharap yang menjadi juara janganlah besar kepala.
Dia mengaku, Popda merupakan ajang evaluasi hasil pembinaan atlet pelajar di Kabupaten/Kota Se-Jateng. Selain itu olah raga multievent ini juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk meningkatkan pembinaan olah raga.
“Ajang ini juga untuk mencari bibit unggul untuk diturunkan pada Popwil (pekan olah raga Pelajar wilayah (Popwil) yang akan diselenggarakan pada 7-12 Oktober mendatang,” katanya.
Sebagai tuan rumah Kota Semarang berhasil mengemas 183 Poin dengan 18 emas, 14 perak, dan 15 perunggu.
Surakarta yang tahun lalu berhasil menjadi juara umum harus puas hanya berada di posisi kedua dengan perolehan poin, 127 dengan 14 emas, 8 perak dan 3 perunggu. Sementara di posisi ketiga, ditempati oleh Kabupaten Banyumas, yang berhasil memperoleh skor 85 dengan 8 emas, 7 perak, dan 8 perunggu.
Dengan keluarnya Kota Semarang sebagai juara umum dalam Popda tingkat SMP/MTs/Sederajat kali ini, Kota Semarang mengawinkan tiga gelar Popda sekaligus. Pada Popda tingkat SD/MI/Sederajat, dan SMA/MA/SMK/Sederajat tingkat Provinsi Jateng yang telah digelar sebelumnya.
Atas kemenangan itu, kontingen Kota Semarang berhak mendapatkan Piala Tetap dan bergilir, serta uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Sedangkan untuk Kota Surakarta dan Banyumas berhak mendapatkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 10 juta dan Rp7,5juta dan piala.
Tri Waluyo, Kepala Bidang Pembinaan Olah Raga Dinas Sosial, pemuda dan Olah raga (Dinsospora) Kota Semarang, mengaku bangga dengan dengan kontingen Kota Semarang yang mampu menjadi juara umum.
“Ini kebanggan tersendiri karena dengan kemenangan ini berarti kami berhasil mengawinkan tiga gelar juara umum Popda,” katanya, usia upacara penutupan Popda tingkat SMP/MTs/Sederajat di GOR Satria, kemarin.
Dia mengaku, keberhasilan yang diraih oleh tim Kota Semarang tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan. “Kita persiapan sejak Mei, dan Alhamdulliah berkat persiapan yang matang kita berhasil memetik kesuksesan,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dinpora) Provinsi Jateng Tri Laksono yang mewakili Kepala Dinpora Jateng Budi Santoso berharap yang menjadi juara janganlah besar kepala.
Dia mengaku, Popda merupakan ajang evaluasi hasil pembinaan atlet pelajar di Kabupaten/Kota Se-Jateng. Selain itu olah raga multievent ini juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk meningkatkan pembinaan olah raga.
“Ajang ini juga untuk mencari bibit unggul untuk diturunkan pada Popwil (pekan olah raga Pelajar wilayah (Popwil) yang akan diselenggarakan pada 7-12 Oktober mendatang,” katanya.
(wbs)