Pengprov TI siapkan tim pemandu bakat
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 00:41 WIB
Pengprov TI siapkan tim pemandu bakat
A
A
A
Sindonews.com– Cabang olah raga (cabor) Taekwondo Jateng kurang maksimal pada perhelatan PON 2012 Riau beberapa waktu lalu. Atlet Taekwondo Jateng hanya mampu menyumbangkan dua emas, tiga perak dan tiga perunggu.
Kurang maksimalnya hasil yang dipetik oleh cabor Taekwondo membuat Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng terus melakukan pembenahan-pembenahan, supaya kegagalan itu tidak terulang. Salah satu upaya yang sudah mulai dirintis adalah dengan menyiapakan tim pemandu bakat.
Sekretaris Umum TI Jateng Yohanes Gito Andoko mengatakan, Tim pemandu bakat tersebut sudah dibentuk dengan nama “Spot Shoot”. Tim ini akan bertugas untuk memantau dan melihat atlet-atlet potensial Jateng. “Tim ini dibentuk agar seleksi atlet yang digelar lebih maksimal dan berjalan sesuai target,” katanya, kemarin.
Supaya tim Spot Shoot, lebih independen dan benar-benar mampu menghasilkan atlet yang berkualitas, Pengrov TI menggandeng beberapa pihak. Diantaranya, dari universitas, pemerhati taekwondo, dan orang-orang yang berkompeten di bidang Taekwondo.”Justru orang dari TI sengaja tidak kami ikutkan, untuk menghindari adanya intervensi,” ujarnya.
Pihak TI ingin atlet yang dipilih oleh Tim Spot Shoot murni tidak ada kepentingan apapun, tidak ada intervensi. Artinya, atlet yang masuk untuk mengikuti seleksi nantinya murni pilihan dari Spot Shoot ini. Dijelaskannya, setelah tim Spot Shoot melakukan pemilihan atlet, TI Jateng akan melakukan pembinaan terhadap atlet, dengan dikumpulkan dalam sebuah training camp.
Pembina Pengprov TI Jateng Alex Harijanto mengaku, kegagalan cabor Taekwondo Jateng pada PON 2012 Riau adalah pukulan berat bagi TI Jateng.”Kegagalan tidak perlu disesali berlaurt-larut. Kami tetap komitmen untuk memperbaiki system pembinaan,” tandasnya.
Kurang maksimalnya hasil yang dipetik oleh cabor Taekwondo membuat Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng terus melakukan pembenahan-pembenahan, supaya kegagalan itu tidak terulang. Salah satu upaya yang sudah mulai dirintis adalah dengan menyiapakan tim pemandu bakat.
Sekretaris Umum TI Jateng Yohanes Gito Andoko mengatakan, Tim pemandu bakat tersebut sudah dibentuk dengan nama “Spot Shoot”. Tim ini akan bertugas untuk memantau dan melihat atlet-atlet potensial Jateng. “Tim ini dibentuk agar seleksi atlet yang digelar lebih maksimal dan berjalan sesuai target,” katanya, kemarin.
Supaya tim Spot Shoot, lebih independen dan benar-benar mampu menghasilkan atlet yang berkualitas, Pengrov TI menggandeng beberapa pihak. Diantaranya, dari universitas, pemerhati taekwondo, dan orang-orang yang berkompeten di bidang Taekwondo.”Justru orang dari TI sengaja tidak kami ikutkan, untuk menghindari adanya intervensi,” ujarnya.
Pihak TI ingin atlet yang dipilih oleh Tim Spot Shoot murni tidak ada kepentingan apapun, tidak ada intervensi. Artinya, atlet yang masuk untuk mengikuti seleksi nantinya murni pilihan dari Spot Shoot ini. Dijelaskannya, setelah tim Spot Shoot melakukan pemilihan atlet, TI Jateng akan melakukan pembinaan terhadap atlet, dengan dikumpulkan dalam sebuah training camp.
Pembina Pengprov TI Jateng Alex Harijanto mengaku, kegagalan cabor Taekwondo Jateng pada PON 2012 Riau adalah pukulan berat bagi TI Jateng.”Kegagalan tidak perlu disesali berlaurt-larut. Kami tetap komitmen untuk memperbaiki system pembinaan,” tandasnya.
(wbs)