Laga Le Classique ricuh bikin citra buruk

Sabtu, 06 Oktober 2012 - 08:44 WIB
Laga Le Classique ricuh...
Laga Le Classique ricuh bikin citra buruk
A A A
Sindonews.com - Kericuhan sudah menjadi pemandangan resmi pada le classique.Tidak heran jika aparat memperketat keamanan jelang kunjungan Paris St Germain (PSG) ke Stade Velodrome untuk menghadapi Olympique Marseille,besok.

Polisi dilaporkan akan bertindak sebaik mungkin untuk melindungi sekitar 150 fansPSG yang datang mendukung tim kesayangan mereka.Minimnya jumlah pendukung Les Parisiens––julukan PSG––ini disebabkan seringnya insiden negatif yang mewarnai pertemuan dua klub tersebut.Karena potensi kekerasan begitu besar,kebanyakan pendukung Zlatan Ibrahimovic dkk memilih menyaksikan pertandingan di rumah masing-masing.

Pihak Marseille sendiri membatasi pembagian jatah tiket bagi PSG demi meminimalisasi pecahnya perkelahian antarsuporter. Langkah-langkah preventif ini patut dimaklumi mengingat rekor kelam duel kedua klub.Insiden kericuhan begitu sering terjadi sejak PSG meraih kesuksesan dan menempatkan diri sebagai rival utama Marseille pada perebutan gelar. Kemunculan PSG itu memperbesar rasa benci masyarakat kota basis kedua klub yang pada dasarnya sudah saling iri dalam urusan sosial,kultural,ekonomi,dan sejarah.

Daftar bentrok pendukung PSG dan Marseille sangat panjang.Peristiwa besar pertama meledak saat kedua klub memperebutkan satu tempat pada final Coupe de France 1994/1994.Sebanyak 146 suporter ditangkap.Sementara sembilan polisi yang coba memisahkan justru jadi korban dan masuk rumah sakit. Setelah itu,kerusuhan demi kerusuhan berlangsung.

Pada pertandingan di Parc des Princes pada 2000,pendukung Marseille berusia 18 tahun harus cacat seumur hidup setelah terkena lemparan kursi fansPSG.Sekitar dua tahun berselang,giliran salah satu suporter PSG yang menderita patah tangan karena terjatuh dari tribune saat mencoba menghindari perkelahian. Polisi juga dipaksa bekerja keras.Pada laga Oktober 2002,mereka melakukan 61 penangkapan,disusul 43 penahanan suporter setahun kemudian.

Jumlah fans yang diringkus polisi relatif turun naik seiring berjalannya waktu,22 pada Maret 2009,10 pada Oktober 2009,15 pada November 2009,dan 20 pada Februari 2010.Semoga tren ini terus bertahan dan kerusuhan dapat terhindari pada pertandingan akhir pekan nanti.
(wbs)
Berita Terkait
Menang Dramatis, Barcelona...
Menang Dramatis, Barcelona Permalukan PSG 3-2
Mbappe Ketularan Gaya...
Mbappe Ketularan Gaya Pembangkang Neymar Jr, Petit: Itu Bisa Jadi Bumerang
Pandemi Virus Corona...
Pandemi Virus Corona Dinilai Jadi Penghalang Mbappe ke Madrid
PSG Dinobatkan Juara...
PSG Dinobatkan Juara Ligue 1, Herrera Tak Merayakannya
Promosi Keren PSG Buat...
Promosi Keren PSG Buat Messi
Herrera Yakin Neymar...
Herrera Yakin Neymar dan Mbappe Akan Bertahan di PSG
Berita Terkini
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
6 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
6 jam yang lalu
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
6 jam yang lalu
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
8 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
12 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
12 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Irak vs...
Head to Head Irak vs Indonesia, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved