Kunci kemenangan Derby Milano di sektor tengah
Senin, 08 Oktober 2012 - 00:05 WIB
Kunci kemenangan Derby Milano di sektor tengah
A
A
A
Sindonews.com - Pilar anyar AC Milan Nigel de Jong mengaku sangat antusias jelang laga panas Derby Della Madonnina, pada Minggu (7/9) dini hari nanti WIB. Menurut jangkar asal Belanda itu kunci kemenangan pada laga nanti adalah mampu menguasai pertarungan di sektor lini tengah.
“Saya seorang pemenang dan saya selalu ingin menang. Ini mentalitas saya dan ini bukan hanya lebih dari kata-kata, "kata De Jong dikutip Corriere dello Sport, Senin (8/10/2012).
"Di mana kami bisa memenangkan derby? Di lini tengah, seperti dengan setiap pertandingan besar. Biasanya jika anda mengambil kendali di sektor tengah maka anda dapat memiliki peluang lebih memenangkan pertandingan,” ungkapnya.
Di lain hal, De Jong menilai buruknya start Milan di awal musim ini, dikarenakan skuad timnya banyak bercokol pemain muda minim pengalaman.” "Saya pikir secara fundamental masalah tim ini kurangnya pengalaman. Banyak bakat muda di skuad Milan dan banyak pemain berada di bangku cadangan musim lalu hanya untuk dipromosikan ke tim pertama. Tidak pernah mudah untuk mengubah perspektif anda di klub seperti Milan,” terangnya
"Kami kalah dari Sampdoria dan Atalanta, tapi dengan segala hormat, saya pikir satu-satunya perbedaan antara kami dalam pertandingan tersebut adalah pengalaman dan sinisme. Kami adalah kelompok baru dan memperbaiki pertandingan demi pertandingan,” tandas mantan pemain Manchester City tersebut.
“Saya seorang pemenang dan saya selalu ingin menang. Ini mentalitas saya dan ini bukan hanya lebih dari kata-kata, "kata De Jong dikutip Corriere dello Sport, Senin (8/10/2012).
"Di mana kami bisa memenangkan derby? Di lini tengah, seperti dengan setiap pertandingan besar. Biasanya jika anda mengambil kendali di sektor tengah maka anda dapat memiliki peluang lebih memenangkan pertandingan,” ungkapnya.
Di lain hal, De Jong menilai buruknya start Milan di awal musim ini, dikarenakan skuad timnya banyak bercokol pemain muda minim pengalaman.” "Saya pikir secara fundamental masalah tim ini kurangnya pengalaman. Banyak bakat muda di skuad Milan dan banyak pemain berada di bangku cadangan musim lalu hanya untuk dipromosikan ke tim pertama. Tidak pernah mudah untuk mengubah perspektif anda di klub seperti Milan,” terangnya
"Kami kalah dari Sampdoria dan Atalanta, tapi dengan segala hormat, saya pikir satu-satunya perbedaan antara kami dalam pertandingan tersebut adalah pengalaman dan sinisme. Kami adalah kelompok baru dan memperbaiki pertandingan demi pertandingan,” tandas mantan pemain Manchester City tersebut.
(wbs)