Ribuan karateka latihan bersama di Borobudur
Senin, 08 Oktober 2012 - 06:33 WIB
Ribuan karateka latihan bersama di Borobudur
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan karateka menyatakan dukungannya agar karate masuk Olimpiade. Mereka menyatukan tekad tersebut saat latihan bersama pada momen Hari Karate (The Karate Day) di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Jateng), kemarin.
Federasi Karate Dunia (WKF) memang telah me-launching7 Oktober 2012 sebagai Hari Karate (The Karate Day). Karena itu, kemarin benar-benar menjadi momentum fenomenal karate. Sebab, lebih dari 100 juta karateka dan praktisi karate di seluruh dunia dipastikan menggelar aksi yang sama di negara masing-masing. Apalagi, kegiatan itu merupakan anjuran WKF yang meminta 185 federasi karate sedunia merayakan The Karate Daydengan berbagai cara.
Kegiatan di Borobudur sendiri diikuti hampir 5.000 karateka dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Jateng, Yogyakarta, serta dari 15 perguruan. Bahkan, PB Forki memboyong ratusan karateka dari Jakarta meng - gunakan tujuh bus. Alhasil, momen tum The Karate Daydi pelataran Borbudur tersebut benar-benar terasa khidmat. Apa lagi, dilandasi satu misi besar: menggiring karate menjadi bagian dari ajang multieventdunia, khususnya Olimpiade 2020.
Dengan mengusung tema The ”K” is one the way, Forki menggelar pemanasan dan latihan bersama sebagai simbol persatuan dan kesatuan karate Indonesia. Bahkan, Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepanji langsung memimpin acara tersebut. Kegiatan itu pun sempat menjadi perhatian para turis dan wisatawan lokal yang berkunjung ke candi yang masuk tujuh keajaiban dunia tersebut.
Dalam kesempatan itu, Hendardji juga meminta seluruh karateka mendukung penuh karate menembus Olimpiade. Dukungan inilah yang diharapkan bisa mengetuk pintu Komite Olahraga Internasional (IOC) untuk memasukkan cabang karate sebagai cabang yang dipertandingkan di Olimpiade.
”Dengan gerakan massa karateka di seluruh dunia pada The Karate Day ini, kami berharap IOC mau mempertimbangkan karate masuk Olimpiade, khususnya pada 2020. Kami juga akan membantu melobi secara internasional untuk mempercepat proses itu,” ujar Hendardji di depan ribuan karateka selepas latihan bersama, kemarin.
Dari beberapa cabang bela diri populer, karate memang belum mendapatkan kesempatan masuk Olimpiade. Sementara cabang bela diri lain sudah berkibar cukup lama, seperti tinju, judo, taekwondo. Pada - hal, karate sudah memiliki ratusan juta ang - go ta di seluruh dunia. Bahkan, karate juga su dah memiliki event internasional sangat penting seperti kejuaraan dunia WKF dan kejuaraan karate Premier League yang juga digelar di Indonesia sejak tahun ini.
Yang jelas, pengerahan massa seperti ini diharapkan menjadi kampanye positif bagi karate menuju Olimpiade 2020. Sebab, masyarakat karate dunia sudah benar-benar haus bisa berkompetisi pada level paling elite tersebut. Benar, karate sudah memiliki kejuaraan dunia WKF, tapi itu belum sempurna jika tidak masuk Olimpiade.
Federasi Karate Dunia (WKF) memang telah me-launching7 Oktober 2012 sebagai Hari Karate (The Karate Day). Karena itu, kemarin benar-benar menjadi momentum fenomenal karate. Sebab, lebih dari 100 juta karateka dan praktisi karate di seluruh dunia dipastikan menggelar aksi yang sama di negara masing-masing. Apalagi, kegiatan itu merupakan anjuran WKF yang meminta 185 federasi karate sedunia merayakan The Karate Daydengan berbagai cara.
Kegiatan di Borobudur sendiri diikuti hampir 5.000 karateka dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Jateng, Yogyakarta, serta dari 15 perguruan. Bahkan, PB Forki memboyong ratusan karateka dari Jakarta meng - gunakan tujuh bus. Alhasil, momen tum The Karate Daydi pelataran Borbudur tersebut benar-benar terasa khidmat. Apa lagi, dilandasi satu misi besar: menggiring karate menjadi bagian dari ajang multieventdunia, khususnya Olimpiade 2020.
Dengan mengusung tema The ”K” is one the way, Forki menggelar pemanasan dan latihan bersama sebagai simbol persatuan dan kesatuan karate Indonesia. Bahkan, Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepanji langsung memimpin acara tersebut. Kegiatan itu pun sempat menjadi perhatian para turis dan wisatawan lokal yang berkunjung ke candi yang masuk tujuh keajaiban dunia tersebut.
Dalam kesempatan itu, Hendardji juga meminta seluruh karateka mendukung penuh karate menembus Olimpiade. Dukungan inilah yang diharapkan bisa mengetuk pintu Komite Olahraga Internasional (IOC) untuk memasukkan cabang karate sebagai cabang yang dipertandingkan di Olimpiade.
”Dengan gerakan massa karateka di seluruh dunia pada The Karate Day ini, kami berharap IOC mau mempertimbangkan karate masuk Olimpiade, khususnya pada 2020. Kami juga akan membantu melobi secara internasional untuk mempercepat proses itu,” ujar Hendardji di depan ribuan karateka selepas latihan bersama, kemarin.
Dari beberapa cabang bela diri populer, karate memang belum mendapatkan kesempatan masuk Olimpiade. Sementara cabang bela diri lain sudah berkibar cukup lama, seperti tinju, judo, taekwondo. Pada - hal, karate sudah memiliki ratusan juta ang - go ta di seluruh dunia. Bahkan, karate juga su dah memiliki event internasional sangat penting seperti kejuaraan dunia WKF dan kejuaraan karate Premier League yang juga digelar di Indonesia sejak tahun ini.
Yang jelas, pengerahan massa seperti ini diharapkan menjadi kampanye positif bagi karate menuju Olimpiade 2020. Sebab, masyarakat karate dunia sudah benar-benar haus bisa berkompetisi pada level paling elite tersebut. Benar, karate sudah memiliki kejuaraan dunia WKF, tapi itu belum sempurna jika tidak masuk Olimpiade.
(wbs)