Suporter QPR desak Hughes hengkang
Senin, 08 Oktober 2012 - 09:50 WIB
Suporter QPR desak Hughes hengkang
A
A
A
Sindonews.com – Kesabaran suporter Queens Park Rangers (QPR) kepada Mark Hughes telah habis. Akibat rentetan hasil buruk di Liga Primer, fans menyerukan pemecatan nakhoda asal Wales itu.
Tuntutan tersebut didasarkan pada hasil tujuh pertandingan The Hoops pada awal musim Liga Primer.Fakta menunjukkan, klub milik Tony Fernandes dan Laksmi Mittal itu hanya mampu menghasilkan dua poin dari tujuh laga.Mereka hanya bermain imbang dengan Norwich City dan Chelsea. Selebihnya menelan pil pahit kekalahan dari Swansea City, Manchester City (Man City), Tottenham Hotspur,West Ham United, dan West Bromwich Albion (WBA).
Dengan menghuni posisi terbawah klasemen,tidak ada pilihan lain yang diminta suporter selain pemecatan mantan arsitek Blackburn Rovers,Man City,dan Fulham itu. Cara yang ditujukan fans bermacam-macam. Saat Sabtu (6/10) tampil di kandang WBA (kalah 2-3),sekitar 2.000 orang serentak meninggalkan tribune The Hawthorns saat Youssuf Mulumbu mencetak gol ketiga WBA. Tidak hanya itu,mereka juga membombardir akun Twitter pemilik klub dengan desakan pemecatan Hughes.
“Saya tahu,tim ini memiliki potensi menjadi tim yang akan meraih hasil bagus di Liga Primer. Kami memiliki sumber daya yang bagus.Namun,kami juga membutuhkan dukungan ketika sedang terpuruk.Saya percaya, tim ini akan segera bangkit dari hasil mengecewakan. Namun,tentu saja suporter harus terus memberikan dukungan dalam kondisi apa pun,”kata Hughes,dikutip Mirror Football.
Jika melihat pergerakan QPR di transfer window musim panas,tuntutan pendukung fanatik sepertinya sangat masuk akal.Catatan menunjukkan,selama bursa perpindahan pemain dibuka,Hughes membelanjakan total 27 juta pounds untuk mendapatkan sejumlah pesepak bola berkualitas.Setidaknya, 12 pemain didatangkan.Bintang-bintang tersebut, antara lain Park Ji-sung,Julio Cesar, Jose Bosingwa,Esteban Granero,Stephane Mbia,Samba Diakite, Robert Green,hingga Andy Johnson.
Dengan materi pemain yang terbilang bagus,banyak orang menyebut QPR akan bisa menjadi salah satu kuda hitam di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Inggris musim ini. Ditambah kekuatan uang dua taipan Asia (Fernandes dan Mittal),tidak sedikit yang memprediksi klub yang berbasis di Loftus Road itu akan bisa tampil atraktif.Bahkan, ada sejumlah pengamat yang menyebut QPR akan bisa mengakhir Liga Primer di zona kompetisi Benua Biru (Liga Europa).
“Sejak awal saya sudah menduga kami akan mengalami sedikit masa-masa sulit pada awal musim.Sebab,tim ini melakukan banyak perubahan.Tentu saja butuh waktu bagi para pemain baru menyatu dengan pemain lama. Sejauh ini saya juga kecewa dengan hasil di tujuh pertandingan.Tapi,saya tetap optimistis dengan peluang QPR,”imbuh Hughes.
Menariknya,bila pada akhirnya menerima palu pemecatan,maka itu bukan pengalaman pertama Hughes.Sejarah mencatat,pria kelahiran Wrexham,1 November 1963,itu sudah sering menerima palu pemecatan dari klub-klub yang ditangani terdahulu.Salah satu pemecatan paling menyakitkan yang dialami Hughes adalah saat menjadi nakhoda Man City.
Ketika itu,dia harus menyerahkan kursi kepada Roberto Mancini ketika Liga Primer 2009/2010 belum setengah jalan. “Saya masih orang yang tepat untuk posisi ini (pelatih QPR)? Tentu saja.”sebut pemilik nama lengkap Leslie Mark Hughes itu.
Tuntutan tersebut didasarkan pada hasil tujuh pertandingan The Hoops pada awal musim Liga Primer.Fakta menunjukkan, klub milik Tony Fernandes dan Laksmi Mittal itu hanya mampu menghasilkan dua poin dari tujuh laga.Mereka hanya bermain imbang dengan Norwich City dan Chelsea. Selebihnya menelan pil pahit kekalahan dari Swansea City, Manchester City (Man City), Tottenham Hotspur,West Ham United, dan West Bromwich Albion (WBA).
Dengan menghuni posisi terbawah klasemen,tidak ada pilihan lain yang diminta suporter selain pemecatan mantan arsitek Blackburn Rovers,Man City,dan Fulham itu. Cara yang ditujukan fans bermacam-macam. Saat Sabtu (6/10) tampil di kandang WBA (kalah 2-3),sekitar 2.000 orang serentak meninggalkan tribune The Hawthorns saat Youssuf Mulumbu mencetak gol ketiga WBA. Tidak hanya itu,mereka juga membombardir akun Twitter pemilik klub dengan desakan pemecatan Hughes.
“Saya tahu,tim ini memiliki potensi menjadi tim yang akan meraih hasil bagus di Liga Primer. Kami memiliki sumber daya yang bagus.Namun,kami juga membutuhkan dukungan ketika sedang terpuruk.Saya percaya, tim ini akan segera bangkit dari hasil mengecewakan. Namun,tentu saja suporter harus terus memberikan dukungan dalam kondisi apa pun,”kata Hughes,dikutip Mirror Football.
Jika melihat pergerakan QPR di transfer window musim panas,tuntutan pendukung fanatik sepertinya sangat masuk akal.Catatan menunjukkan,selama bursa perpindahan pemain dibuka,Hughes membelanjakan total 27 juta pounds untuk mendapatkan sejumlah pesepak bola berkualitas.Setidaknya, 12 pemain didatangkan.Bintang-bintang tersebut, antara lain Park Ji-sung,Julio Cesar, Jose Bosingwa,Esteban Granero,Stephane Mbia,Samba Diakite, Robert Green,hingga Andy Johnson.
Dengan materi pemain yang terbilang bagus,banyak orang menyebut QPR akan bisa menjadi salah satu kuda hitam di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Inggris musim ini. Ditambah kekuatan uang dua taipan Asia (Fernandes dan Mittal),tidak sedikit yang memprediksi klub yang berbasis di Loftus Road itu akan bisa tampil atraktif.Bahkan, ada sejumlah pengamat yang menyebut QPR akan bisa mengakhir Liga Primer di zona kompetisi Benua Biru (Liga Europa).
“Sejak awal saya sudah menduga kami akan mengalami sedikit masa-masa sulit pada awal musim.Sebab,tim ini melakukan banyak perubahan.Tentu saja butuh waktu bagi para pemain baru menyatu dengan pemain lama. Sejauh ini saya juga kecewa dengan hasil di tujuh pertandingan.Tapi,saya tetap optimistis dengan peluang QPR,”imbuh Hughes.
Menariknya,bila pada akhirnya menerima palu pemecatan,maka itu bukan pengalaman pertama Hughes.Sejarah mencatat,pria kelahiran Wrexham,1 November 1963,itu sudah sering menerima palu pemecatan dari klub-klub yang ditangani terdahulu.Salah satu pemecatan paling menyakitkan yang dialami Hughes adalah saat menjadi nakhoda Man City.
Ketika itu,dia harus menyerahkan kursi kepada Roberto Mancini ketika Liga Primer 2009/2010 belum setengah jalan. “Saya masih orang yang tepat untuk posisi ini (pelatih QPR)? Tentu saja.”sebut pemilik nama lengkap Leslie Mark Hughes itu.
(wbs)