Sejumlah pelatih tertarik arsiteki PSIS
Selasa, 09 Oktober 2012 - 17:41 WIB
Sejumlah pelatih tertarik arsiteki PSIS
A
A
A
Sindonews.com – Mantan pelatih PSS Sleman pada musim lalu, Widiantoro mengutarakan tertarik untuk menangani PSIS Semarang pada musim baru mendatang. Tak hanya Widiantoro sejumlah pelatih kenamaan pun mulai menyatakan minatnya untuk menangani Mahesa Jenar pada musim depan.
Namun, para pelatih yang kini sudah mulai mendekat ke PSIS harus bersabar, karena sampai saat ini PSIS belum melakukan pembentukan Manajemen. Salah satunya diutarakan oleh, pelatih PSS Sleman pada musim lalu, Widiantoro. Nama Widiantoro tidaklah asing bagi publik Kota Semarang. Pasalnya pada tahun 1996 lalu, dia pernah berkostum Laskar Mahesa Jenar.
Dia mengaku dari beberapa klub yang ada di Indonesia PSIS menjadi salah satu pilihan utamanya. Keinginanya untuk membesut klub yang bermarkas di Stadion Jatidiri ini karena dia merasa kangen dengan Atmosfer Persepakbolaan di Kota Semarang.
Selain itu, dirinya mengaku, kontraknya dengan PSS Sleman akan berakhir pada bulan Oktober ini.”Atmosfer yang ada di Semarang “nganeni”. Terlebih dukungan dari supoter panser biru dan Snex (Supoter PSIS),” ujarnya, Senin (9/10/2012).
Selain WIdiantoro, palatih yang berminat mengarsiteki PSIS adalah Edy Simon Badawai. Pengalamannya Edy Simon tidak perlu diragukan lagi dalam karir kepelatihannya. Sejumlah klub pernah ditangani, diantaranya musim lalu, dia menangani Bontang FC yang berlaga di Indonesia Premier League (IPL). Kemudian ada PSIR Rembang dan Persisam Samarinda.
Dia tertarik untuk membesut PSIS, karena laskar Mahesa Jenar adalah klub besar, meski pada musim lalu PSIS finis di urutan kelima Grup II Divisi Utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS). Menurutnya, Kota Semarang memiliki potensi pemain lokal yang cukup bagus termasuk PSIS.
Edy menyatakan, jika dirinya dipercaya membesut PSIS, dia siap untuk membawa Mahesa Jenar promosi ke level tertinggi sepak bola Indonesia. “PSIS adalah tim besar,hanya butuh dipoles lebih baik. Apalagi PSIS memilik talenta pamain lokal yang cukup bagus,” ujarnya.
Edy Paryono dan Gusnul Yakin mantan arsitek PSIS musim lalu, pun tak ketinggalan. Meski saat ini Edy Paryono mendaftar ke Persip Pekalongan, namun dia menyatakan diri tetap siap apabila dipercaya kembali untuk menangani anak-anak laskar Mahesa Jenar.
Namun, para pelatih yang kini sudah mulai mendekat ke PSIS harus bersabar, karena sampai saat ini PSIS belum melakukan pembentukan Manajemen. Salah satunya diutarakan oleh, pelatih PSS Sleman pada musim lalu, Widiantoro. Nama Widiantoro tidaklah asing bagi publik Kota Semarang. Pasalnya pada tahun 1996 lalu, dia pernah berkostum Laskar Mahesa Jenar.
Dia mengaku dari beberapa klub yang ada di Indonesia PSIS menjadi salah satu pilihan utamanya. Keinginanya untuk membesut klub yang bermarkas di Stadion Jatidiri ini karena dia merasa kangen dengan Atmosfer Persepakbolaan di Kota Semarang.
Selain itu, dirinya mengaku, kontraknya dengan PSS Sleman akan berakhir pada bulan Oktober ini.”Atmosfer yang ada di Semarang “nganeni”. Terlebih dukungan dari supoter panser biru dan Snex (Supoter PSIS),” ujarnya, Senin (9/10/2012).
Selain WIdiantoro, palatih yang berminat mengarsiteki PSIS adalah Edy Simon Badawai. Pengalamannya Edy Simon tidak perlu diragukan lagi dalam karir kepelatihannya. Sejumlah klub pernah ditangani, diantaranya musim lalu, dia menangani Bontang FC yang berlaga di Indonesia Premier League (IPL). Kemudian ada PSIR Rembang dan Persisam Samarinda.
Dia tertarik untuk membesut PSIS, karena laskar Mahesa Jenar adalah klub besar, meski pada musim lalu PSIS finis di urutan kelima Grup II Divisi Utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS). Menurutnya, Kota Semarang memiliki potensi pemain lokal yang cukup bagus termasuk PSIS.
Edy menyatakan, jika dirinya dipercaya membesut PSIS, dia siap untuk membawa Mahesa Jenar promosi ke level tertinggi sepak bola Indonesia. “PSIS adalah tim besar,hanya butuh dipoles lebih baik. Apalagi PSIS memilik talenta pamain lokal yang cukup bagus,” ujarnya.
Edy Paryono dan Gusnul Yakin mantan arsitek PSIS musim lalu, pun tak ketinggalan. Meski saat ini Edy Paryono mendaftar ke Persip Pekalongan, namun dia menyatakan diri tetap siap apabila dipercaya kembali untuk menangani anak-anak laskar Mahesa Jenar.
(akr)