Bekuk Lithuania, Indonesia juara grup D
Selasa, 09 Oktober 2012 - 23:07 WIB
Bekuk Lithuania, Indonesia juara grup D
A
A
A
Sindonews.com - Tim nasional street soccer Homeless World Cup Indonesia bangkit dari kekalahan. Setelah dibekuk Peru sehari sebelumnya, tim nasional street soccer Homeless World Cup Indonesia mengalahkan Lithuania dengan angka tipis 5-4, pada babak penyisihan terakhir Grup D di lapangan 2 Plaza de la Constitucion Mexico City, Selasa (9/10) dinihari.
Dengan hasil tersebut, Indonesia keluar sebagai juara grup dengan nilai 9, disusul Lithuania (8), Skotlandia (7), Peru (6), dan Yunani (0). Menurut pelatih Doni Arisetyawan, perubahan komposisi pemain yang dikembalikan ke posisi semula menjadi salah satu kunci kemenangan tim.
Tiga penyerang pertama yaitu Bongsu Hasibuan (kapten), Adik Mardiana Irawan, dan Mozes Manuhutu, bermain dengan umpan-umpan pendek yang cepat. Mereka diinstruksikan terus bergerak untuk mencari celah.
''Saya kira, gol pertama yang terjadi pada detik pertama merupakan buah dari strategi menekan sejak awal pertandingan. Gol tersebut membuat mental pemain terangkat dan bemain dengan lebih percaya diri,” ujar Doni.
Indonesia menerapkan permainan yang lebih cepat karena para pemain Lithuania memiliki karakter berbeda dengan lawan yang lain. Mereka lebih menekankan sisi strategi dan bermain taktis dengan mengutamakan skill. Permainan cepat tersebut, lanjut Doni, membuat fisik pemain terkuras dan menjadi salah satu keuntungan Indonesia yang bertanding dengan para pemain lebih muda.
Menurut manajer tim Febby Arhemsyah, prestasi tim Indonesia pada ajang Homeless World Cup 2012 cukup membanggakan. Menjadi juara grup membuat tim nasional Homeless World Cup 2012 menargetkan pencapaian tiga besar. ''Dengan komposisi ini saya yakin bisa mencapai prestasi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu si Paris Perancis,” ujar Febby.
Kemenangan atas Lithuania berbuntut penghargaan pada penjaga gawang Indonesia, Suherman. Sifatnya yang ramah dan murah senyum pada penonton serta sesama pemain lainnya membuat wasit asal Australia Harry Millas mendatangi tim Indonesia seusai pertandingan.
Dia menyerahkan penghargaan berupa "peluit wasit" dengan stiker Homeless World Cup untuk Suherman. Menurut dia, tim Indonesia khususnya Suherman mampu membuat pertandingan terasa menyenangkan. Saat kalah melawan Peru sehari sebelumnya, panitia Homeless World Cup tetap melihat keceriaan di tim Indonesia.
"Saya menilai penjaga gawang Anda merupakan inspirasi bagi setiap orang untuk tetap tersenyum dalam berbagai kondisi. Dengan tersenyum, Anda membahagiakan banyak orang di sini," ujar Harry.
Ditambahkan Harry, peluit yang diterima Suherman hanya ada 18 di dunia, dan dibagikan kepada orang-orang yang mampu memberikan inspirasi. Indonesia yang lolos ke babak 24 besar kembali bertanding pada hari ini di tempat yang sama. Adapun pembagian grup hingga kini masih belum diinformasikan dari panitia, tambah Febby.
Dengan hasil tersebut, Indonesia keluar sebagai juara grup dengan nilai 9, disusul Lithuania (8), Skotlandia (7), Peru (6), dan Yunani (0). Menurut pelatih Doni Arisetyawan, perubahan komposisi pemain yang dikembalikan ke posisi semula menjadi salah satu kunci kemenangan tim.
Tiga penyerang pertama yaitu Bongsu Hasibuan (kapten), Adik Mardiana Irawan, dan Mozes Manuhutu, bermain dengan umpan-umpan pendek yang cepat. Mereka diinstruksikan terus bergerak untuk mencari celah.
''Saya kira, gol pertama yang terjadi pada detik pertama merupakan buah dari strategi menekan sejak awal pertandingan. Gol tersebut membuat mental pemain terangkat dan bemain dengan lebih percaya diri,” ujar Doni.
Indonesia menerapkan permainan yang lebih cepat karena para pemain Lithuania memiliki karakter berbeda dengan lawan yang lain. Mereka lebih menekankan sisi strategi dan bermain taktis dengan mengutamakan skill. Permainan cepat tersebut, lanjut Doni, membuat fisik pemain terkuras dan menjadi salah satu keuntungan Indonesia yang bertanding dengan para pemain lebih muda.
Menurut manajer tim Febby Arhemsyah, prestasi tim Indonesia pada ajang Homeless World Cup 2012 cukup membanggakan. Menjadi juara grup membuat tim nasional Homeless World Cup 2012 menargetkan pencapaian tiga besar. ''Dengan komposisi ini saya yakin bisa mencapai prestasi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu si Paris Perancis,” ujar Febby.
Kemenangan atas Lithuania berbuntut penghargaan pada penjaga gawang Indonesia, Suherman. Sifatnya yang ramah dan murah senyum pada penonton serta sesama pemain lainnya membuat wasit asal Australia Harry Millas mendatangi tim Indonesia seusai pertandingan.
Dia menyerahkan penghargaan berupa "peluit wasit" dengan stiker Homeless World Cup untuk Suherman. Menurut dia, tim Indonesia khususnya Suherman mampu membuat pertandingan terasa menyenangkan. Saat kalah melawan Peru sehari sebelumnya, panitia Homeless World Cup tetap melihat keceriaan di tim Indonesia.
"Saya menilai penjaga gawang Anda merupakan inspirasi bagi setiap orang untuk tetap tersenyum dalam berbagai kondisi. Dengan tersenyum, Anda membahagiakan banyak orang di sini," ujar Harry.
Ditambahkan Harry, peluit yang diterima Suherman hanya ada 18 di dunia, dan dibagikan kepada orang-orang yang mampu memberikan inspirasi. Indonesia yang lolos ke babak 24 besar kembali bertanding pada hari ini di tempat yang sama. Adapun pembagian grup hingga kini masih belum diinformasikan dari panitia, tambah Febby.
(aww)