PSM desak LPIS keluarkan jadwal
Selasa, 09 Oktober 2012 - 23:54 WIB
PSM desak LPIS keluarkan jadwal
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen PSM Makassar kesulitan menyusun program untuk kompetisi 2013, akibat belum jelasnya jadwal liga. Termasuk ketidakpastian kontrak pemain.
CEO PT Paggola Sulawesi Mandiri, Rully Habibi mengatakan, ada tiga poin yang membuat klub peserta IPL, kesulitan menyusun program untuk kompetisi musim mendatang.
Pertama menurut dia, hingga sekarang belum ada kepastian, kapan waktu pasti pelaksaan liga. ''Kabarnya adalah Januari 2013. Nah yang mau dipastikan adalah awal, pertengahan atau akhir Januari,” tegas dia.
Kedua, hingga sekarang LPIS belum memastikan berapa peserta liga untuk musim depan. ''Informasi awal yang beredar, ada 16 klub akan berpartisipasi untuk musim depan,” jelasnya.
Namun masalahnya kemudian, dua klub peserta IPL yakni Semen Padang dan Persijap Jepara, akan pindah ke LSI. ''Nah bagaimana kalau kondisinya seperti ini, Liga 2013 serba tidak pasti dan dampaknya ke klub lain,” katanya.
Rully menjelaskan, point penting lainnya adalah, LPIS secepatnya mengeluarkan regulasi untuk musim mendatang. ''Jujur saja, ketidakpastian ini membuat kami kebingungan menyusun program,” jelas dia.
Ketidakjelasan ini juga, berdampak kepada rencana kerja klub. Terutama kontrak pemain belum bisa dilakukan dalam waktu cepat. “Kalau asal kontrak pemain dan keluar regulasi baru, siapa mau tanggung jawab,” ucapnya.
Dia menduga, kebingunan seperti ini, bukan hanya dialami manajemen PSM. Namun juga klub perserta IPL lainya. “Ini perusahaan dan harus dikelola dengan profesional, bukan asal -asalan,” tegasnya.
Rully menyarankan, kepastian pelaksanaan liga, jumlah peserta, termasuk regulasi sudah harus dikeluarkan bulan Oktober ini. “Sekarang minggu kedua, paling lambat minggu terakhir Oktober semua harus jelas,” paparnya.
Dia mengatakan, jika tiga poin tersebut dikeluarkan dua bulan atau satu bulan sebelum liga bergulir, maka klub akan kesulitan membuat perencanaan. “Akan sulit jika bekerja dengan waktu sesingkat itu,” ucapnya.
Sebab, manajemen menurut dia, harus melakukan penyesuaian, dan beberapa hal penting lainnya soal regulasi. ''Kami minta media membantu kami, dan bersinergi,” tegasnya.
Rully mengatakan, jangan sampai ada anggapan bahwa manajemen PSM tidak bekerja sehingga pemain tidak jelas nasibnya. “Kami ini bekerja keras untuk memastikan kompetisi tahun depan jauh lebih baik,” tandasnya.
Mantan bendahara PSM era LSI, Suhardi Hamid mengakui, ketidakjelasan jadwal, bukanlah barang baru dipersepakbolaan Indonesia. “Dari dulu masalah seperti ini sering muncul dan pasti dihadapi siapa pun pengurusnya” jelasnya.
Contohnya soal kontrak pemain. Menurutnya, manajemen tidak berani mengikat pemain, jika kompetisi belum jelas kapan bergulir. Dipihak lain, pemain ingin secepatnya mendapat kepastian. ''Kalau ada kontrak, tentu akan ada hak dan kewajiban dan itu sulit dilakukan kalau jadwal liga belum jelas,” ucapnya.
Solusinya menurut dia, pemain dan manajemen duduk bersama membicarakan masalah tersebut. ''Manajemen menyampaikan hambatannya, pemain juga seperti dan akan ada titik temu untuk jalan keluar,” pungkasnya.
CEO PT Paggola Sulawesi Mandiri, Rully Habibi mengatakan, ada tiga poin yang membuat klub peserta IPL, kesulitan menyusun program untuk kompetisi musim mendatang.
Pertama menurut dia, hingga sekarang belum ada kepastian, kapan waktu pasti pelaksaan liga. ''Kabarnya adalah Januari 2013. Nah yang mau dipastikan adalah awal, pertengahan atau akhir Januari,” tegas dia.
Kedua, hingga sekarang LPIS belum memastikan berapa peserta liga untuk musim depan. ''Informasi awal yang beredar, ada 16 klub akan berpartisipasi untuk musim depan,” jelasnya.
Namun masalahnya kemudian, dua klub peserta IPL yakni Semen Padang dan Persijap Jepara, akan pindah ke LSI. ''Nah bagaimana kalau kondisinya seperti ini, Liga 2013 serba tidak pasti dan dampaknya ke klub lain,” katanya.
Rully menjelaskan, point penting lainnya adalah, LPIS secepatnya mengeluarkan regulasi untuk musim mendatang. ''Jujur saja, ketidakpastian ini membuat kami kebingungan menyusun program,” jelas dia.
Ketidakjelasan ini juga, berdampak kepada rencana kerja klub. Terutama kontrak pemain belum bisa dilakukan dalam waktu cepat. “Kalau asal kontrak pemain dan keluar regulasi baru, siapa mau tanggung jawab,” ucapnya.
Dia menduga, kebingunan seperti ini, bukan hanya dialami manajemen PSM. Namun juga klub perserta IPL lainya. “Ini perusahaan dan harus dikelola dengan profesional, bukan asal -asalan,” tegasnya.
Rully menyarankan, kepastian pelaksanaan liga, jumlah peserta, termasuk regulasi sudah harus dikeluarkan bulan Oktober ini. “Sekarang minggu kedua, paling lambat minggu terakhir Oktober semua harus jelas,” paparnya.
Dia mengatakan, jika tiga poin tersebut dikeluarkan dua bulan atau satu bulan sebelum liga bergulir, maka klub akan kesulitan membuat perencanaan. “Akan sulit jika bekerja dengan waktu sesingkat itu,” ucapnya.
Sebab, manajemen menurut dia, harus melakukan penyesuaian, dan beberapa hal penting lainnya soal regulasi. ''Kami minta media membantu kami, dan bersinergi,” tegasnya.
Rully mengatakan, jangan sampai ada anggapan bahwa manajemen PSM tidak bekerja sehingga pemain tidak jelas nasibnya. “Kami ini bekerja keras untuk memastikan kompetisi tahun depan jauh lebih baik,” tandasnya.
Mantan bendahara PSM era LSI, Suhardi Hamid mengakui, ketidakjelasan jadwal, bukanlah barang baru dipersepakbolaan Indonesia. “Dari dulu masalah seperti ini sering muncul dan pasti dihadapi siapa pun pengurusnya” jelasnya.
Contohnya soal kontrak pemain. Menurutnya, manajemen tidak berani mengikat pemain, jika kompetisi belum jelas kapan bergulir. Dipihak lain, pemain ingin secepatnya mendapat kepastian. ''Kalau ada kontrak, tentu akan ada hak dan kewajiban dan itu sulit dilakukan kalau jadwal liga belum jelas,” ucapnya.
Solusinya menurut dia, pemain dan manajemen duduk bersama membicarakan masalah tersebut. ''Manajemen menyampaikan hambatannya, pemain juga seperti dan akan ada titik temu untuk jalan keluar,” pungkasnya.
(aww)