Deschamps tak takut kekuatan Spanyol
Rabu, 10 Oktober 2012 - 11:11 WIB
Deschamps tak takut kekuatan Spanyol
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps mengaku tidak gentar menghadapi juara dunia sekaligus Eropa, Spanyol, pada Kualifikasi Piala Dunia 2014, Selasa 16 Oktober 2012 mendatang. Meski dihantui cedera sejumlah pemain, suksesor Laurent Blanc itu tetap optimistis.
Sebelum melawan La Furia Roja, Les Bleus terlebih dulu akan menggelar pertandingan uji coba melawan Jepang, Jumat 12 Oktober 2012 mndatang. Menghadapi Samurai Biru ataupun tim Matador, Deschamps kemungkinan besar tidak akan bisa menampilkan para pemain terbaiknya. Mapou Yanga-Mbiwa, Lassana Diarra, Rio Mavuba dan Abou Diaby dikabarkan dalam kondisi cedera saat membela tim masing-masing.
”Tidak ada rasa gentar. Ini adalah faktanya. Masih ada pemain lain yang memiliki kapasitas dan jam terbang internasional dalam level ini, seperti Yohan (Cabaye),” tutur mantan pemain Prancis yang mempersembahkan Piala Dunia 1998 tersebut.
Meski Deschamps mengakui kekuatan Spanyol yang belum tertandingi beberapa tahun terakhir, strategi khusus untuk mematikan lapangan tengah tim Matador telah disiapkan secara matang sejak jauh-jauh hari. Karena itu, laga persahabatan kontra Jepang akan dijadikan persiapan terakhir menguji kemampuan para pemain menghadapi Spanyol.
”Salah satu keuntungan dari pertandingan melawan Jepang adalah untuk menemukan irama permainan kami. Tujuannya untuk menjaga kebugaran dan irama pertandingan saat lawan Spanyol. Cara terbaik untuk mempersiapkan pertandingan di Spanyol adalah melakukan hal-hal dengan baik pada laga melawan Jepang.Kami punya keyakinan bahwa kampanye ini akan menjadi penting,” tutur pelatih berusia 43 tahun itu.
Sama seperti Deschamps, gelandang bertahan Blaise Matuidi juga optimistis bahwa teman-temannya akan bermain lebih baik dibanding penampilan mereka di Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Bagi pemain PSG ini, kegagalan pada dua ajang tersebut telah memancing rasa sakit yang mendalam dan tidak ingin diulang.
”Kami belajar dari apa yang salah selama dua kompetisi terakhir. Semua orang pernah membuat kesalahan. Yang penting adalah tidak membuat kesalahan itu lagi dan belajar darinya. Itulah yang kami perbaiki sejak sekarang,” ungkap Matuidi, dilansir Reuters.
Guna menghindari kesalahan serupa, hingga kini Deschamps masih mempertimbangkan untuk memanggil Samir Nasri, Hatem Ben Arfa dan Yann M’Vila. Kendati memiliki kapasitas sebagai pemain yang menjanjikan, kondisi ketiganya akan merusak strategi yang diterapkan jika belum mampu melepaskan egoisme dan sikap kontrol diri yang kuat.
Sebelum melawan La Furia Roja, Les Bleus terlebih dulu akan menggelar pertandingan uji coba melawan Jepang, Jumat 12 Oktober 2012 mndatang. Menghadapi Samurai Biru ataupun tim Matador, Deschamps kemungkinan besar tidak akan bisa menampilkan para pemain terbaiknya. Mapou Yanga-Mbiwa, Lassana Diarra, Rio Mavuba dan Abou Diaby dikabarkan dalam kondisi cedera saat membela tim masing-masing.
”Tidak ada rasa gentar. Ini adalah faktanya. Masih ada pemain lain yang memiliki kapasitas dan jam terbang internasional dalam level ini, seperti Yohan (Cabaye),” tutur mantan pemain Prancis yang mempersembahkan Piala Dunia 1998 tersebut.
Meski Deschamps mengakui kekuatan Spanyol yang belum tertandingi beberapa tahun terakhir, strategi khusus untuk mematikan lapangan tengah tim Matador telah disiapkan secara matang sejak jauh-jauh hari. Karena itu, laga persahabatan kontra Jepang akan dijadikan persiapan terakhir menguji kemampuan para pemain menghadapi Spanyol.
”Salah satu keuntungan dari pertandingan melawan Jepang adalah untuk menemukan irama permainan kami. Tujuannya untuk menjaga kebugaran dan irama pertandingan saat lawan Spanyol. Cara terbaik untuk mempersiapkan pertandingan di Spanyol adalah melakukan hal-hal dengan baik pada laga melawan Jepang.Kami punya keyakinan bahwa kampanye ini akan menjadi penting,” tutur pelatih berusia 43 tahun itu.
Sama seperti Deschamps, gelandang bertahan Blaise Matuidi juga optimistis bahwa teman-temannya akan bermain lebih baik dibanding penampilan mereka di Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Bagi pemain PSG ini, kegagalan pada dua ajang tersebut telah memancing rasa sakit yang mendalam dan tidak ingin diulang.
”Kami belajar dari apa yang salah selama dua kompetisi terakhir. Semua orang pernah membuat kesalahan. Yang penting adalah tidak membuat kesalahan itu lagi dan belajar darinya. Itulah yang kami perbaiki sejak sekarang,” ungkap Matuidi, dilansir Reuters.
Guna menghindari kesalahan serupa, hingga kini Deschamps masih mempertimbangkan untuk memanggil Samir Nasri, Hatem Ben Arfa dan Yann M’Vila. Kendati memiliki kapasitas sebagai pemain yang menjanjikan, kondisi ketiganya akan merusak strategi yang diterapkan jika belum mampu melepaskan egoisme dan sikap kontrol diri yang kuat.
(akr)