Kasus indisipliner pemain Persib
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:33 WIB
Kasus indisipliner pemain Persib
A
A
A
Sindonews.com - Menumbuhkan kedisiplinan di Persib Bandung jadi hal yang paling sulit dilakukan. Selain ketegasan pelatih, dibutuhkan juga sejumlah aturan yang tidak hanya tegas secara tertulis saja. Tapi, juga tegas dalam melaksanakannya.
Sejumlah contoh kasus membuktikan tidak tegasnya penerapan aturan di Persib. Seperti diampuninya kesalahan Budi Sudarsono yang jelas-jelas pergi tanpa izin dan seringkali mangkir menjalani latihan. Berikut adalah beberapa contoh kasus indisipliner pemain yang terjadi di Persib ;
Liga Indonesia Musim 2007/2008
Christian Bekamenga Aymard mulai merasa tidak betah di skuad Persib Bandung jelang bergulirnya putaran II Liga Indonesia. Penyebabnya pelatih Persib, Arcan Iurii mendepak Nyeck Nyobe Georges Clement dengan meminjamkannya ke Persela Lamongan. Kehilangan rekan dan sahabat, Bekamenga lantas mengaku kecewa berat oleh keputusan Iurii dan menyebutnya sebagai kesalahan fatal.
Performa Bekamenga mengalami penurunan dibandingkan putaran I Ligina. Bahkan sebelum kompetisi berakhir Bekamenga memilih hengkang ke Liga Prancis setelah kontraknya berakhir pada bulan November 2007.
Manajemen Persib melalui manajer Persib kala itu, Yossi Irianto bahkan melayangkan surat pengaduan ke FIFA, karena Bekamenga dianggap menyalahi aturan kontrak. Dalam salah satu poin kontrak disebutkan jika jadwal selesainya kompetisi mundur dari jadwal semula, maka durasi kontrak pemain berjalan fleksibel. Artinya seorang pemain baru bisa dikatakan selesai kontraknya setelah kompetisi selesai. Sayangnya aturan itu tak diindahkan striker timnas Kamerun di Olimpiade Beijing 2008 tersebut.
Indonesia Super League 2008/2009
Dengan mengandalkan wajah baru dalam struktur manajerial dibawah kendali Manajer Jaja Sutarja dan Wakil Manajer, Umuh Muchtar. Persib mengusung semangat baru. Maung Bandung sangat menggeliat di bursa transfer, setelah sukses mendapatkan pelatih Jaya Hartono yang musim 2003, sukses membawa Persik Kediri juara. Persib berhasil mendatangkan sejumlah pemain kunci Deltras Sidoarjo seperti Hilton Moreira, Hariono dan Waluyo.
Nyaris tak ada persoalaan serius yang dialami Persib, selain hasil kurang menggembirakan yang diraih pada awal musim. Riak-riak persoalaan mulai terasa saat memasuki pertengahan kompetisi. Meski tak ada bukti kuat yang terekspos media dibalik isu terjadinya sentimen dan kongsi pemain lokal dan pemain baru khususnya ‘gerbong’ yang dibawa Jaya.
Debat terbuka Jaya dengan pemain senior Persib, Suwita Patha di depan ribuan Bobotoh yang menyaksikan laga Persib melawan Persijap Jepara, seolah jadi gambaran jika isu keretakan di Persib saat itu memang terjadi. Meski begitu prestasi Maung Bandung di ISL musim 2008/2009 tergolong cukup baik karena mampu finish di urutan tiga klasemen akhir.
Indonesia Super League 2009/2010
Di musim 2009/2010, nama Budi Sudarsono jadi pesakitan karena ulah acuh tak acuh yang ditunjukannya. Puncaknya seusai laga Persib melawan Persitara di Kuningan, Jakarta, 28 April 2010 Budi yang menerima kartu merah pada laga tersebut, langsung menghilang dari skuad Maung Bandung. Meski akhirnya Budi meminta maaf dan pengurus Persib memaafkannya.
Kala itu, manajemen Persib mengampuni kesalahan Budi karena pemain yang dijuluki Budigol tersebut sedang dilanda masalah keluarga. Terlepas dari itu, perilaku Budi merupakan refleksi jika Persib selama ini cukup lemah dalam urusan menegakan kedisiplinan dan tak cukup lihai dalam mengatasi setiap potensi terjadinya masalah internal.
Indonesia Super League 2010/2011
Situasi di internal Persib sudah panas sejak pelatih Daniel Darko Janackovic datang. Sebelum kompetisi dimulai Persib sudah memecat pelatih asal Prancis berdarah Serbia tersebut sebelum ISL musim 2010/2011 dimulai. Akibat perseteruan yang terjadi antara manajemen dengan Darko, persiapan pra musim Persib pun menjadi terbengkalai.
Persib melupakan pentingnya menyatukan individual setiap pemain. Keputusan mundur dua pemain asal Singapura, Shahril Ishak dan Baihakki Kaizan seolah dibiarkan begitu saja terjadi. Padahal PT. PBB bisa mengambil langkah lebih tegas dengan melaporkan kedua pemain ke FIFA dan tidak hanya sekadar puas menerima uang kompensasi dari kedua pemain.
Kasus lainnya yang terjadi pada musim 2010/2011 adalah batalnya Nova Arianto mundur dari Persib. Meski sudah mengumumkan diri hengkang, namun selang beberapa hari kemudian Nova memutuskan kembali ke Persib. Kabarnya Nova mendapat desakan dari keluarga agar tetap tinggal di Bandung.
Sejumlah contoh kasus membuktikan tidak tegasnya penerapan aturan di Persib. Seperti diampuninya kesalahan Budi Sudarsono yang jelas-jelas pergi tanpa izin dan seringkali mangkir menjalani latihan. Berikut adalah beberapa contoh kasus indisipliner pemain yang terjadi di Persib ;
Liga Indonesia Musim 2007/2008
Christian Bekamenga Aymard mulai merasa tidak betah di skuad Persib Bandung jelang bergulirnya putaran II Liga Indonesia. Penyebabnya pelatih Persib, Arcan Iurii mendepak Nyeck Nyobe Georges Clement dengan meminjamkannya ke Persela Lamongan. Kehilangan rekan dan sahabat, Bekamenga lantas mengaku kecewa berat oleh keputusan Iurii dan menyebutnya sebagai kesalahan fatal.
Performa Bekamenga mengalami penurunan dibandingkan putaran I Ligina. Bahkan sebelum kompetisi berakhir Bekamenga memilih hengkang ke Liga Prancis setelah kontraknya berakhir pada bulan November 2007.
Manajemen Persib melalui manajer Persib kala itu, Yossi Irianto bahkan melayangkan surat pengaduan ke FIFA, karena Bekamenga dianggap menyalahi aturan kontrak. Dalam salah satu poin kontrak disebutkan jika jadwal selesainya kompetisi mundur dari jadwal semula, maka durasi kontrak pemain berjalan fleksibel. Artinya seorang pemain baru bisa dikatakan selesai kontraknya setelah kompetisi selesai. Sayangnya aturan itu tak diindahkan striker timnas Kamerun di Olimpiade Beijing 2008 tersebut.
Indonesia Super League 2008/2009
Dengan mengandalkan wajah baru dalam struktur manajerial dibawah kendali Manajer Jaja Sutarja dan Wakil Manajer, Umuh Muchtar. Persib mengusung semangat baru. Maung Bandung sangat menggeliat di bursa transfer, setelah sukses mendapatkan pelatih Jaya Hartono yang musim 2003, sukses membawa Persik Kediri juara. Persib berhasil mendatangkan sejumlah pemain kunci Deltras Sidoarjo seperti Hilton Moreira, Hariono dan Waluyo.
Nyaris tak ada persoalaan serius yang dialami Persib, selain hasil kurang menggembirakan yang diraih pada awal musim. Riak-riak persoalaan mulai terasa saat memasuki pertengahan kompetisi. Meski tak ada bukti kuat yang terekspos media dibalik isu terjadinya sentimen dan kongsi pemain lokal dan pemain baru khususnya ‘gerbong’ yang dibawa Jaya.
Debat terbuka Jaya dengan pemain senior Persib, Suwita Patha di depan ribuan Bobotoh yang menyaksikan laga Persib melawan Persijap Jepara, seolah jadi gambaran jika isu keretakan di Persib saat itu memang terjadi. Meski begitu prestasi Maung Bandung di ISL musim 2008/2009 tergolong cukup baik karena mampu finish di urutan tiga klasemen akhir.
Indonesia Super League 2009/2010
Di musim 2009/2010, nama Budi Sudarsono jadi pesakitan karena ulah acuh tak acuh yang ditunjukannya. Puncaknya seusai laga Persib melawan Persitara di Kuningan, Jakarta, 28 April 2010 Budi yang menerima kartu merah pada laga tersebut, langsung menghilang dari skuad Maung Bandung. Meski akhirnya Budi meminta maaf dan pengurus Persib memaafkannya.
Kala itu, manajemen Persib mengampuni kesalahan Budi karena pemain yang dijuluki Budigol tersebut sedang dilanda masalah keluarga. Terlepas dari itu, perilaku Budi merupakan refleksi jika Persib selama ini cukup lemah dalam urusan menegakan kedisiplinan dan tak cukup lihai dalam mengatasi setiap potensi terjadinya masalah internal.
Indonesia Super League 2010/2011
Situasi di internal Persib sudah panas sejak pelatih Daniel Darko Janackovic datang. Sebelum kompetisi dimulai Persib sudah memecat pelatih asal Prancis berdarah Serbia tersebut sebelum ISL musim 2010/2011 dimulai. Akibat perseteruan yang terjadi antara manajemen dengan Darko, persiapan pra musim Persib pun menjadi terbengkalai.
Persib melupakan pentingnya menyatukan individual setiap pemain. Keputusan mundur dua pemain asal Singapura, Shahril Ishak dan Baihakki Kaizan seolah dibiarkan begitu saja terjadi. Padahal PT. PBB bisa mengambil langkah lebih tegas dengan melaporkan kedua pemain ke FIFA dan tidak hanya sekadar puas menerima uang kompensasi dari kedua pemain.
Kasus lainnya yang terjadi pada musim 2010/2011 adalah batalnya Nova Arianto mundur dari Persib. Meski sudah mengumumkan diri hengkang, namun selang beberapa hari kemudian Nova memutuskan kembali ke Persib. Kabarnya Nova mendapat desakan dari keluarga agar tetap tinggal di Bandung.
(akr)