WKF optimistis karate dipertandingkan di Olimpiade 2020
Rabu, 10 Oktober 2012 - 18:10 WIB
WKF optimistis karate dipertandingkan di Olimpiade 2020
A
A
A
Sindonews.com - Federasi Karate Dunia (WKF) seluruh negara anggota termasuk Indonesia menargetkan karate dapat dipertandingkan di Olimpiade 2020. Upaya mewujudkan hal itu pun sejauh ini terus mendapatkan respons positif dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Setelah memperingatkan Hari Karate sedunia (The Karate Day), pelatih karate Jabar, Agus Kusnadi berharap, olahraga beladiri karate dapat lebih mendunia. Salah satunya menjadi cabang yang dipertandingkan pada olimpiade.
Dengan berprestasi di PON maka peluang karateka Jabar untuk dipanggil pelatnas dan bertanding di even internasional akan terbuka lebar. Pada PON 2012, karate hanya menyumbangkan 1 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.
''Pada PON kemarin kita meleset dari target yaitu dua medali emas, namun meskipun bukan olahraga terukur, dengan skill yang terus diasah insya Allah karate Jabar dapat mendulang medali lebih banyak lagi di even berikutnya," katanya setelah melakukan latihan bersama.
Agus melihat peluang prestasi terbuka lebar jika disikapi dengan cara positif. Pelatih yang memperkuat Indonesia pada kejuaraan karate di Jepang tahun 1977 dan di Spanyol tahun 1980 itu, meyakini ada empat syarat yang menentukan prestasi Jabar, yaitu kemampuan teknik, kesukaran, kerapian, dan power.
"Menurut kabar dari Federasi Karate Dunia, rencananya karate akan dipertandingkan pada Olimpiade 2020. Dan pada Olimpiade 2016 di Brasil nanti rencananya akan dipertandingkan meski baru ekshibisi. Untuk itu, kami masih memiliki waktu 8 tahun untuk betul-betul membina atlet agar berprestasi di level nasional maupun internasional," ungkap Agus.
Dijelaskannya, di Indonesia sendiri terdapat 25 perguruan Karate yang terdata di PB FORKI. Sementara di Jabar, tercatat 18 perguruan yang aktif melakukan pembinaan. "Selain untuk mendukung cabang olahraga Karate dipertandingkan di Olimpiade 2020, latihan bersama ini juga untuk menyeragamkan gerakan-gerakan karate serta aturan. Di samping itu juga untuk menumbuhkan kebersamaan diantara perguruan," katanya.
Sementara itu Ketua Bagian Hubungan Internasional Pengurus Besar Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia, Iwan Setiawan, mengatakan bahwa sejauh ini, potensi Karate untuk masuk ke dalam Olimpiade cukup potensial.
Federasi Karete Dunia (WKF) dan seluruh anggotanya tengah berupaya memenuhi lima syarat untuk memasukkan karate ke dalam agenda Olimpiade 2020. Lima syarat itu adalah Komersialisasi, exellence, respect, pembinaan, dan fairplay.
Iwan menuturkan saat ini upaya-upaya guna memujudkan karate menjadi olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade terus mendapat respon positif dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Akan tetapi, salah satu dari lima syarat tersebut yang paling sulit dipenuhi adalah segi komersialiasi.
Untuk itu, PB FORKI sudah melakukan sejumlah persiapan jika IOC nantinya menyetujui tuntutan ini. Di antaranya yakni melakukan pembinaan atlet-atlet muda di seluruh pengprov dengan mengedepankan nilai-nilai olahraga, yakni sempurna, penghargaan, persahabatan.
Setelah memperingatkan Hari Karate sedunia (The Karate Day), pelatih karate Jabar, Agus Kusnadi berharap, olahraga beladiri karate dapat lebih mendunia. Salah satunya menjadi cabang yang dipertandingkan pada olimpiade.
Dengan berprestasi di PON maka peluang karateka Jabar untuk dipanggil pelatnas dan bertanding di even internasional akan terbuka lebar. Pada PON 2012, karate hanya menyumbangkan 1 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.
''Pada PON kemarin kita meleset dari target yaitu dua medali emas, namun meskipun bukan olahraga terukur, dengan skill yang terus diasah insya Allah karate Jabar dapat mendulang medali lebih banyak lagi di even berikutnya," katanya setelah melakukan latihan bersama.
Agus melihat peluang prestasi terbuka lebar jika disikapi dengan cara positif. Pelatih yang memperkuat Indonesia pada kejuaraan karate di Jepang tahun 1977 dan di Spanyol tahun 1980 itu, meyakini ada empat syarat yang menentukan prestasi Jabar, yaitu kemampuan teknik, kesukaran, kerapian, dan power.
"Menurut kabar dari Federasi Karate Dunia, rencananya karate akan dipertandingkan pada Olimpiade 2020. Dan pada Olimpiade 2016 di Brasil nanti rencananya akan dipertandingkan meski baru ekshibisi. Untuk itu, kami masih memiliki waktu 8 tahun untuk betul-betul membina atlet agar berprestasi di level nasional maupun internasional," ungkap Agus.
Dijelaskannya, di Indonesia sendiri terdapat 25 perguruan Karate yang terdata di PB FORKI. Sementara di Jabar, tercatat 18 perguruan yang aktif melakukan pembinaan. "Selain untuk mendukung cabang olahraga Karate dipertandingkan di Olimpiade 2020, latihan bersama ini juga untuk menyeragamkan gerakan-gerakan karate serta aturan. Di samping itu juga untuk menumbuhkan kebersamaan diantara perguruan," katanya.
Sementara itu Ketua Bagian Hubungan Internasional Pengurus Besar Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia, Iwan Setiawan, mengatakan bahwa sejauh ini, potensi Karate untuk masuk ke dalam Olimpiade cukup potensial.
Federasi Karete Dunia (WKF) dan seluruh anggotanya tengah berupaya memenuhi lima syarat untuk memasukkan karate ke dalam agenda Olimpiade 2020. Lima syarat itu adalah Komersialisasi, exellence, respect, pembinaan, dan fairplay.
Iwan menuturkan saat ini upaya-upaya guna memujudkan karate menjadi olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade terus mendapat respon positif dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Akan tetapi, salah satu dari lima syarat tersebut yang paling sulit dipenuhi adalah segi komersialiasi.
Untuk itu, PB FORKI sudah melakukan sejumlah persiapan jika IOC nantinya menyetujui tuntutan ini. Di antaranya yakni melakukan pembinaan atlet-atlet muda di seluruh pengprov dengan mengedepankan nilai-nilai olahraga, yakni sempurna, penghargaan, persahabatan.
(aww)