Timba ilmu dari atlet ski air kelas dunia
Rabu, 10 Oktober 2012 - 21:00 WIB
Timba ilmu dari atlet ski air kelas dunia
A
A
A
Sindonews.com - Atlet ski air andalan Sumatera Selatan, Indra Hadinata, tidak mematok target muluk pada Kejuaraan Dunia Ski Air dan Wakeboard di Danau Jakabaring, 23-25 November 2012. Indra mengaku akan memanfaatkan even ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari atlet kaliber dunia.
Di usia belia, prestasi Indra begitu mengkilap. Berbagai gelar kejuaraan nasional maupun internasional telah berhasil diraih atlet kelahiran 11 Juni 1996 ini. Kejurnas Junior 2008 dan 2010, melambungkan nama Indra di pentas nasional karena sukses menyabet medali emas. Bahkan Indra masuk tim nasional SEA Games XXVI dan meraih medali perunggu.
Pada bulan Mei 2012 lalu, Indra menyabet medali emas dalam ajang The 2012 Radar Slam Dunk Championships yang diselenggarakan di Waduk Bedok, Singapura. Terakhir, atlet asal dusun Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) itu menjadi yang terbaik di nomor slalom PON XVIII Riau.
Meski berada dalam penampilan terbaiknya, Indra tidak berani sesumbar menghadapi kejuaraan dunia nanti. Sebab dia tahu, para pesaingnya merupakan atlet berpengalaman. “Kejuaraan nanti saya tidak mau terbebani harus juara atau peringkat atas. Justru saya mau enjoy saja main dan nambah-nambah jam terbang sambil mencuri teknik-teknik atlet dunia yang datang nanti,” ujar Indra.
Pelatih ski air Sumsel Imam Suaji mengatakan, selain Indra, atlet Sumsel lainnya yaitu Derianu Budiman juga akan diturunkan memperkuat barisan Merah Putih bersama atlet senior Fath Daud Wanka (DKI Jakarta) dan Toyyibatus Solehah (Gorontalo) di nomor slalom.
Sedangkan di nomor trik, Indonesia menurunkan Fajar Eka Samudra dari Jawa Timur. Alex Hanif dari Kepulauan Riau akan berjibaku di nomor jumping serta Nadia atlet Riau yang turun di nomor wakeboard.
''Turnamen ini merupakan kejuaraan dunia kedua yang digelar di Indonesia setelah sebelumnya telah diadakan di Bali 1996 lalu. Kepercayaan kepada Sumsel diberikan karena daerah ini telah berpengalaman menyelenggarakan beberapa event olahraga internasional. Selain itu dukungan sarana dan prasarana yang cukup memadai juga masuk penilaian federasi internasional,” katanya.
Senada dengan Indra, Imam juga enggan mematok target tinggi kepada Indra di kejuaraan nanti. Meski Indra baru saja menyabet medali emas PON XVIII, namun Imam menilai persaingan di tingkat nasional dan dunia sangat berbeda jauh. Hanya saja diharapkan atlet Indonesia yang memperkuat tim nasional dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan berusaha sekuat tenaga mencapai hasil maksimal.
Di usia belia, prestasi Indra begitu mengkilap. Berbagai gelar kejuaraan nasional maupun internasional telah berhasil diraih atlet kelahiran 11 Juni 1996 ini. Kejurnas Junior 2008 dan 2010, melambungkan nama Indra di pentas nasional karena sukses menyabet medali emas. Bahkan Indra masuk tim nasional SEA Games XXVI dan meraih medali perunggu.
Pada bulan Mei 2012 lalu, Indra menyabet medali emas dalam ajang The 2012 Radar Slam Dunk Championships yang diselenggarakan di Waduk Bedok, Singapura. Terakhir, atlet asal dusun Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) itu menjadi yang terbaik di nomor slalom PON XVIII Riau.
Meski berada dalam penampilan terbaiknya, Indra tidak berani sesumbar menghadapi kejuaraan dunia nanti. Sebab dia tahu, para pesaingnya merupakan atlet berpengalaman. “Kejuaraan nanti saya tidak mau terbebani harus juara atau peringkat atas. Justru saya mau enjoy saja main dan nambah-nambah jam terbang sambil mencuri teknik-teknik atlet dunia yang datang nanti,” ujar Indra.
Pelatih ski air Sumsel Imam Suaji mengatakan, selain Indra, atlet Sumsel lainnya yaitu Derianu Budiman juga akan diturunkan memperkuat barisan Merah Putih bersama atlet senior Fath Daud Wanka (DKI Jakarta) dan Toyyibatus Solehah (Gorontalo) di nomor slalom.
Sedangkan di nomor trik, Indonesia menurunkan Fajar Eka Samudra dari Jawa Timur. Alex Hanif dari Kepulauan Riau akan berjibaku di nomor jumping serta Nadia atlet Riau yang turun di nomor wakeboard.
''Turnamen ini merupakan kejuaraan dunia kedua yang digelar di Indonesia setelah sebelumnya telah diadakan di Bali 1996 lalu. Kepercayaan kepada Sumsel diberikan karena daerah ini telah berpengalaman menyelenggarakan beberapa event olahraga internasional. Selain itu dukungan sarana dan prasarana yang cukup memadai juga masuk penilaian federasi internasional,” katanya.
Senada dengan Indra, Imam juga enggan mematok target tinggi kepada Indra di kejuaraan nanti. Meski Indra baru saja menyabet medali emas PON XVIII, namun Imam menilai persaingan di tingkat nasional dan dunia sangat berbeda jauh. Hanya saja diharapkan atlet Indonesia yang memperkuat tim nasional dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan berusaha sekuat tenaga mencapai hasil maksimal.
(aww)