Panpel tidak siap, playoff IPL molor
Rabu, 10 Oktober 2012 - 21:06 WIB
Panpel tidak siap, playoff IPL molor
A
A
A
Sindonews.com - Jadwal PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menggelar babak playoff Indonesian Premier League (IPL), dipastikan mundur dari penetapan awal. Alasan mundurnya babak playoff yang seharusnya diputar pada 12-16 Oktober dikarenakan belum siapnya panitia pelaksana (Panpel) digelarnya babak playoff di Jakarta.
Ketidaksiapan digelarnya babak playoff IPL, disampaikan langsung oleh CEO PT LPIS, Widjajanto. Menurut Widja, sapaan akrab Widjajanto, pihaknya juga masih meengajukan proses bantuan pendanaan bagi klub peserta playoff kepada PSSI. Proses tersebut harus dilakukan, karena klub-klub sendiri masih dalam kondisi keuangan yang minim.
''Untuk waktunya, sudah dipastikan mundur dari jadwal semula. Untuk waktunya kapan dipindah, kami masih belum bisa perkirakan waktu dan tempatnya saat ini,” ungkap Widjajanto.
Babak playoff sendiri, akan diikuti oleh empat klub. Satu klub diambil dari Bontang FC, klub yang mengakhiri kompetisi IPL musim kompetisi 2011/2012 diperingkat ke- 11. Sedangkan tiga klub lainnya diikuti tiga runner up klub Divisi Utama seperti PSLS Lhokseumawe, PSIR Rembang, dan Persbul Buol. Keempat klub ini akan memperebutkan satu jatah dari 16 kuota peserta IPL.
Tidak hanya penentuan kapan jadwal dan waktu ditentukan, untuk tempat penyelenggaraan pun LPIS masih mencari daerah yang tepat. Sampai saat ini menurut Widjajanto, sudah ada sekitar dua kandidat kota tempat penyelenggaraan yang msih dipertimbangkan. Manado dan Makassar, dinilai sebagai dua kota kandidat yang ideal.
“Awalnya Bandung jadi kandidat, tapi akhirnya dinilai kurang representatif bagi klub peserta dan di sana pun juga masih belum siap. Kemungkinan kuat akan digelar di Makassar dan Manado. Selain transportasinya mudah dari kota kontestan, venuenya juga sudah siap,” papar Widjajanto.
Bergesernya waktu penyelenggaraan pun dinilai karena pertimbangan kondisi finansial klub. Menurut anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sihar Sitorus, pihaknya memang meminta agar kondisi klub juga jadi faktor utama terselenggaranya babak playoff. Terkait keinginan LPIS untuk meminta bantuan pendanaan ke PSSI, Sihar menilai itu telah tepat karena memang klub butuh subsidi untuk mengikuti playoff.
''Kami memang meminta agar klub juga dilihat kondisinya, karena sampai saat ini finansial mereka parah. Tapi di sisi lain, kami juga berkeinginan babak playoff segera digelar untuk memastikan siapa klub yang berhak bermain di IPL musim mendatang,'' tandas Sihar.
Ketidaksiapan digelarnya babak playoff IPL, disampaikan langsung oleh CEO PT LPIS, Widjajanto. Menurut Widja, sapaan akrab Widjajanto, pihaknya juga masih meengajukan proses bantuan pendanaan bagi klub peserta playoff kepada PSSI. Proses tersebut harus dilakukan, karena klub-klub sendiri masih dalam kondisi keuangan yang minim.
''Untuk waktunya, sudah dipastikan mundur dari jadwal semula. Untuk waktunya kapan dipindah, kami masih belum bisa perkirakan waktu dan tempatnya saat ini,” ungkap Widjajanto.
Babak playoff sendiri, akan diikuti oleh empat klub. Satu klub diambil dari Bontang FC, klub yang mengakhiri kompetisi IPL musim kompetisi 2011/2012 diperingkat ke- 11. Sedangkan tiga klub lainnya diikuti tiga runner up klub Divisi Utama seperti PSLS Lhokseumawe, PSIR Rembang, dan Persbul Buol. Keempat klub ini akan memperebutkan satu jatah dari 16 kuota peserta IPL.
Tidak hanya penentuan kapan jadwal dan waktu ditentukan, untuk tempat penyelenggaraan pun LPIS masih mencari daerah yang tepat. Sampai saat ini menurut Widjajanto, sudah ada sekitar dua kandidat kota tempat penyelenggaraan yang msih dipertimbangkan. Manado dan Makassar, dinilai sebagai dua kota kandidat yang ideal.
“Awalnya Bandung jadi kandidat, tapi akhirnya dinilai kurang representatif bagi klub peserta dan di sana pun juga masih belum siap. Kemungkinan kuat akan digelar di Makassar dan Manado. Selain transportasinya mudah dari kota kontestan, venuenya juga sudah siap,” papar Widjajanto.
Bergesernya waktu penyelenggaraan pun dinilai karena pertimbangan kondisi finansial klub. Menurut anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sihar Sitorus, pihaknya memang meminta agar kondisi klub juga jadi faktor utama terselenggaranya babak playoff. Terkait keinginan LPIS untuk meminta bantuan pendanaan ke PSSI, Sihar menilai itu telah tepat karena memang klub butuh subsidi untuk mengikuti playoff.
''Kami memang meminta agar klub juga dilihat kondisinya, karena sampai saat ini finansial mereka parah. Tapi di sisi lain, kami juga berkeinginan babak playoff segera digelar untuk memastikan siapa klub yang berhak bermain di IPL musim mendatang,'' tandas Sihar.
(aww)