Maung Bandung harus berkaca dari kegagalan
Kamis, 11 Oktober 2012 - 23:22 WIB
Maung Bandung harus berkaca dari kegagalan
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen Persib Bandung sempat dibanjiri kritikan dalam dua musim terakhir. Tak sedikit yang menghujat keputusan pengurus Persib yang melakukan pemecatan Daniel Darko Janackovic sebelum kompetisi musim 2010/2011 berjalan.
Musim lalu, kondisi serupa juga terjadi kekecewaan Bobotoh terhadap pengurus terakumulasi antara buruknya penampilan Persib yang terseok-seok ditambah hubungan tidak harmonis pengurus dengan pelatih Drago Mamic membuat beberapa pihak melakukan gerakan bawah tanah.
Di antara mereka ada yang menghujat melalui coretan dinding. Ada juga yang mengapresiasi kekecewaan lewat dunia maya dengan membuat forum diskusi seperti di situs jejaring twitter maupun facebook. Intinya mereka menginginkan ada perubahan struktural di kepengurusan Persib.
Pada akhirnya kekuatan dan suara massa yang terhimpun memang gagal mengubah struktur keorganisasian di tubuh PT. PBB. Namun, musim ini sejumlah fakta menunjukkan hal positif seperti mulai di ubahnya sejumlah kebijakan diantaranya masalah kewenangan pemilihan pemain dan kontrak.
Untuk masalah pemilihan dan kontrak pemain misalnya, pelatihJajang Nurjaman memiliki hak yang lebih luas dibandingkan pelatih-pelatih Persib sebelumnya. Selain hak penuh dalam menentukan siapa saja pemain yang direkrut, Jajang diberikan keleluasaan untuk menentukan durasi kontrak pemain.
Kondisi ini cukup kontradiktif ketika Persib musim lalu ditangani Drago Mamic. Pelatih asal Kroasia tersebut datang ke Persib dalam kondisi tim sudah terbentuk. Ironisnya, Mamic harus melatih para pemain yang bukan pilihannya. Sebab, sebelum Mamic masuk, Persib sudah menjalin kesepakatan lisan dengan Rahmad Darmawan yang akhirnya gagal melatih Persib karena harus mengemban tugas sebagai pelatih timnas Indonesia.
Untuk masalah kontrak pemain, meski tak secara eksplesit adanya fungsi Manager-Coach di Persib. Namun kewenangan yang diberikan PT PBB kepada Djadjang menunjukan jika pengurus Persib mau belajar untuk menjadi lebih baik.
PT PBB sendiri memastikan, panjangnya durasi kontrak para pemain Persib akan sangat tergantung kepada pertimbangan dan penilaian pelatih kepala. Jika pelatih merekomendasikan, PT PBB siap mengabulkannya.
Hal tersebut disampaikan Direktur PT PBB, Risha Adi Wijaya mengomentari kemungkinan masih adanya pemain yang dikontrak lebih dari satu musim setelah Jajang Sukmara, Atep dan Tony Sucipto. ''Siapa pemain yang direkomendasikan pelatih, itu akan menjadi pertimbangan kita,” kata Risha.
Meskipun demikian, Risha sependapat jika pemain muda potensial mendapatkan kontrak lebih dari satu musim. Hal ini penting untuk kesinambungan pembinaan di Persib
Musim lalu, kondisi serupa juga terjadi kekecewaan Bobotoh terhadap pengurus terakumulasi antara buruknya penampilan Persib yang terseok-seok ditambah hubungan tidak harmonis pengurus dengan pelatih Drago Mamic membuat beberapa pihak melakukan gerakan bawah tanah.
Di antara mereka ada yang menghujat melalui coretan dinding. Ada juga yang mengapresiasi kekecewaan lewat dunia maya dengan membuat forum diskusi seperti di situs jejaring twitter maupun facebook. Intinya mereka menginginkan ada perubahan struktural di kepengurusan Persib.
Pada akhirnya kekuatan dan suara massa yang terhimpun memang gagal mengubah struktur keorganisasian di tubuh PT. PBB. Namun, musim ini sejumlah fakta menunjukkan hal positif seperti mulai di ubahnya sejumlah kebijakan diantaranya masalah kewenangan pemilihan pemain dan kontrak.
Untuk masalah pemilihan dan kontrak pemain misalnya, pelatihJajang Nurjaman memiliki hak yang lebih luas dibandingkan pelatih-pelatih Persib sebelumnya. Selain hak penuh dalam menentukan siapa saja pemain yang direkrut, Jajang diberikan keleluasaan untuk menentukan durasi kontrak pemain.
Kondisi ini cukup kontradiktif ketika Persib musim lalu ditangani Drago Mamic. Pelatih asal Kroasia tersebut datang ke Persib dalam kondisi tim sudah terbentuk. Ironisnya, Mamic harus melatih para pemain yang bukan pilihannya. Sebab, sebelum Mamic masuk, Persib sudah menjalin kesepakatan lisan dengan Rahmad Darmawan yang akhirnya gagal melatih Persib karena harus mengemban tugas sebagai pelatih timnas Indonesia.
Untuk masalah kontrak pemain, meski tak secara eksplesit adanya fungsi Manager-Coach di Persib. Namun kewenangan yang diberikan PT PBB kepada Djadjang menunjukan jika pengurus Persib mau belajar untuk menjadi lebih baik.
PT PBB sendiri memastikan, panjangnya durasi kontrak para pemain Persib akan sangat tergantung kepada pertimbangan dan penilaian pelatih kepala. Jika pelatih merekomendasikan, PT PBB siap mengabulkannya.
Hal tersebut disampaikan Direktur PT PBB, Risha Adi Wijaya mengomentari kemungkinan masih adanya pemain yang dikontrak lebih dari satu musim setelah Jajang Sukmara, Atep dan Tony Sucipto. ''Siapa pemain yang direkomendasikan pelatih, itu akan menjadi pertimbangan kita,” kata Risha.
Meskipun demikian, Risha sependapat jika pemain muda potensial mendapatkan kontrak lebih dari satu musim. Hal ini penting untuk kesinambungan pembinaan di Persib
(aww)