USADA tuntut Armstrong seumur hidup
Kamis, 11 Oktober 2012 - 23:40 WIB
USADA tuntut Armstrong seumur hidup
A
A
A
Sindonews.com - Badan Anti Doping Amerika Serikat (USADA) mengeluarkan pernyataan bahwa mantan pembalap sepeda Lance Armstrong terbukti menggunakan doping. Dalam penyelidikan tersebut Armstrong menggunakan berbagai obat seperti erythropoietin (EPO).
Armstrong terbukti menggunakan doping tersebut setelah 11 rekan setimnya membeberkan kejadian ini kepada USADA. Penggunaan doping ini dia lakukan ketika memenangkan gelar tujuh tahun berturut-turut Tour de France pada 1999-2005. Dalam prakteknya pembalap sepeda asal Amerika Serikat itu bekerja sama dengan manajer tim Johan Bruyneel, pelatih serta beberapa tim medis.
Akibat kecurangan yang dilakukan Armstrong, CEO USADA, Travis T. Tygart telah mengajukan tuntutan hukuman seumur hidup kepadanya ke International Cycling Union (UCI) dan World Anti-Doping Agency (WADA).
"Bukti-bukti telah menunjukkan keterlibatan US Postal Service Pro Cycling Team dan tanpa keraguan bahwa doping yang digunakan Armstrong sangat canggih, diprofesionalkan dan sukses dalam sejarah olahraga," jelas Tygart seperti dilansir Reuters, Kamis (11/10/2012).
"Persekongkolan doping secara profesional dirancang bagi para atlet pria untuk menggunakan obat-obatan berbahaya dan akhirnya mereka memperoleh keunggulan kompetitif yang tidak adil sejak praktek-praktek doping superior beredar. Setiap hari, kami selalu berharap penyelidikan ini akan membawa ke babak selanjutnya, pasalnya kejadian ini sangat mengganggu sejarah olahraga bersepeda dan kami berharap kejadian ini sebagai suatu pencegahan," tambahnya.
Sementara melihat kejadian yang mengejutkan ini, IOC (Komite Olimpiade Internasional) mengatakan masih terlalu dini untuk mengambil tindakan mencabut semua gelar yang pernah dimilikinya. "IOC sedang mempelajari laporan USADA dan saat ini sedang meninjau bersama-sama. Ini akan menjadi prematur pada tahap ini untuk mengatakan apakah IOC sedang mempertimbangkan memberikan tindakan atau tidak," pernyataan resmi IOC.
Armstrong terbukti menggunakan doping tersebut setelah 11 rekan setimnya membeberkan kejadian ini kepada USADA. Penggunaan doping ini dia lakukan ketika memenangkan gelar tujuh tahun berturut-turut Tour de France pada 1999-2005. Dalam prakteknya pembalap sepeda asal Amerika Serikat itu bekerja sama dengan manajer tim Johan Bruyneel, pelatih serta beberapa tim medis.
Akibat kecurangan yang dilakukan Armstrong, CEO USADA, Travis T. Tygart telah mengajukan tuntutan hukuman seumur hidup kepadanya ke International Cycling Union (UCI) dan World Anti-Doping Agency (WADA).
"Bukti-bukti telah menunjukkan keterlibatan US Postal Service Pro Cycling Team dan tanpa keraguan bahwa doping yang digunakan Armstrong sangat canggih, diprofesionalkan dan sukses dalam sejarah olahraga," jelas Tygart seperti dilansir Reuters, Kamis (11/10/2012).
"Persekongkolan doping secara profesional dirancang bagi para atlet pria untuk menggunakan obat-obatan berbahaya dan akhirnya mereka memperoleh keunggulan kompetitif yang tidak adil sejak praktek-praktek doping superior beredar. Setiap hari, kami selalu berharap penyelidikan ini akan membawa ke babak selanjutnya, pasalnya kejadian ini sangat mengganggu sejarah olahraga bersepeda dan kami berharap kejadian ini sebagai suatu pencegahan," tambahnya.
Sementara melihat kejadian yang mengejutkan ini, IOC (Komite Olimpiade Internasional) mengatakan masih terlalu dini untuk mengambil tindakan mencabut semua gelar yang pernah dimilikinya. "IOC sedang mempelajari laporan USADA dan saat ini sedang meninjau bersama-sama. Ini akan menjadi prematur pada tahap ini untuk mengatakan apakah IOC sedang mempertimbangkan memberikan tindakan atau tidak," pernyataan resmi IOC.
(aww)