Menjaring petenis masa depan Indonesia
Kamis, 11 Oktober 2012 - 23:43 WIB
Menjaring petenis masa depan Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Palembang kembali mendapat kesempatan sebagai tuan rumah even olahraga nasional. Kali ini giliran cabang olahraga tenis lapangan yang akan menggelar event tingkat remaja.
Panitia pelaksana event August Ferry Raturandang menjelaskan, kompetisi merupakan unsur penting dalam pembinaan cabang olahraga. Hal itu dibutuhkan atlet guna mengukur kemampuannya selama menjalani latihan. Diakuinya kompetisi tenis lapangan di Indonesia masih sangat kurang.
''Sampai saat ini penyelenggaraan turnamen tenis lapangan sangat jarang. Bukan hanya di tingkat nasional ya, tapi di daerah-daerah juga masih sangat minim. Padahal, animo peserta begitu tinggi. Apalagi seperti Palembang yang telah memiliki venue internasional, sayang kalau tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, turnamen nasional tenis remaja ini sendiri merupakan yang kedua. Pada pelaksanaan perdana tahun lalu, peserta mencapai 100 orang dari berbagai provinsi di Sumatera. Diterangkannya, hingga saat ini telah terdaftar 46 peserta yang berasal dari kabupaten/ kota di Sumsel dan beberapa provinsi di sekitar Sumsel seperti Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. “Kegiatan dijadwalkan berlangsung 19-21 Oktober mendatang. Venuenya menggunakan Stadion Tenis Bukit Asam di Jakabaring Sport City,” tuturnya.
Dalam penyelenggaraannya nanti, Ferry yang juga Wakil Sekjen PB Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PB Pelti) menerangkan, hanya ada dua nomor pertandingan yang dimainkan yaitu nomor tunggal putra dan putri khusus untuk kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun dan 16 tahun.
''Seluruh peserta merupakan pelajar. Sehingga diharapkan dengan fokus pada satu nomor pertandingan saja dan dilakukan di akhir pekan tidak mengganggu jadwal sekolah mereka. Dengan begitu, para peserta juga tidak merasa dibebani untuk ikut turnamen ini,” katanya.
Panitia pelaksana event August Ferry Raturandang menjelaskan, kompetisi merupakan unsur penting dalam pembinaan cabang olahraga. Hal itu dibutuhkan atlet guna mengukur kemampuannya selama menjalani latihan. Diakuinya kompetisi tenis lapangan di Indonesia masih sangat kurang.
''Sampai saat ini penyelenggaraan turnamen tenis lapangan sangat jarang. Bukan hanya di tingkat nasional ya, tapi di daerah-daerah juga masih sangat minim. Padahal, animo peserta begitu tinggi. Apalagi seperti Palembang yang telah memiliki venue internasional, sayang kalau tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, turnamen nasional tenis remaja ini sendiri merupakan yang kedua. Pada pelaksanaan perdana tahun lalu, peserta mencapai 100 orang dari berbagai provinsi di Sumatera. Diterangkannya, hingga saat ini telah terdaftar 46 peserta yang berasal dari kabupaten/ kota di Sumsel dan beberapa provinsi di sekitar Sumsel seperti Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. “Kegiatan dijadwalkan berlangsung 19-21 Oktober mendatang. Venuenya menggunakan Stadion Tenis Bukit Asam di Jakabaring Sport City,” tuturnya.
Dalam penyelenggaraannya nanti, Ferry yang juga Wakil Sekjen PB Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PB Pelti) menerangkan, hanya ada dua nomor pertandingan yang dimainkan yaitu nomor tunggal putra dan putri khusus untuk kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun dan 16 tahun.
''Seluruh peserta merupakan pelajar. Sehingga diharapkan dengan fokus pada satu nomor pertandingan saja dan dilakukan di akhir pekan tidak mengganggu jadwal sekolah mereka. Dengan begitu, para peserta juga tidak merasa dibebani untuk ikut turnamen ini,” katanya.
(aww)