PSIS Semarang di ujung tanduk
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 17:18 WIB
PSIS Semarang di ujung tanduk
A
A
A
Sindonews.com - Meski PT Ancora selaku pengelola PSIS Semarang musim lalu sudah memberikan lampu hijau akan tetap mendanai PSIS pada musim depan, namun hingga saat ini belum ada langkah kongret.
Jika Laskar Mahesa Jenar berkeinginan untuk bergabung ke Indonesia Super League maka harus bergerak cepat. Pasalnya, PT Liga Indonesia (LI) sudah mulai melakukan verifikasi terhadap klub-klub yang musim depan akan berlaga di Divisi Utama.
Bahkan PT LI memberikan tengang waktu hanya sampai Akhir Oktober ini, kepada klub-klub divisi Utama yang hendak bergabung ke ISL. Itu artinya jika sampai akhri Oktober PSIS belum ada langkah yang jelas, maka dipastikan tidak akan bisa berkompetisi di ISL dan akan tetap di kompetisi Indonesia Premier League (IPL).
CEO PT LI, Joko Driyono. PT LI mentargetkan pada 30 Oktober sudah mengantongi nama-nama klub yang akan berlaga. Hal ini dilakukan supaya nama-nama klub bisa dibawa pada kongres awal November mendatang, untuk dilakukan follow up. Joko menyatakan, jika PSIS ingin bergabung ke ISL sebaiknya segera melakukan komunikasi dengan PT LI.
Sesuai dengan aturan kuoato klub peserta kompetisi hanya 44 klub. Sedangkan pada musim lalu sudah ada 30 klub divisi utama dan saat ini sudah ada 10 klub yang menyatakan siap untuk bergabung sehingga hanya menyisakan empat klub lagi.
“Kami tidak bisa memaksakan klub-klub yang memang akan bergabung bersama dengan PT LI musim depan. Tetapi jika memang ada niat (bergabung) secepatnya bisa melakukan komunikasi dengan kita,” tandasnya.
Sementara itu, hingga saat ini PT Ancora sebagai pemodal PSIS masih terus berkutat pada investor pendamping untuk mendanai klub kebanggaan warga Semarang itu.
Pengamat sepak bola Kota Semarang, Iwan Anggoro meminta agar pengurus PSIS segera bertindak, tidak perlu memikirkan kemana PSIS akan berlaga, tetapi lebih fokus pada pembentukan manajemen terlebih dahulu.
Dia mengungkapkan, jika memang Ancora membutuhkan investor pendamping, maka dari Ancora sendiri harus segera melakukan tindak lanjut, terhadap calon invenstor yang sudah tertarik untuk bersama-sama mendanai PSIS.
Belum adanya kejelasan mengenai manajerial tim PSIS Semarang musim depan memang menimbulkan banyak spekulasi dari kalangan para pecinta tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.
Sementara itu dari pihak Ancora menyatakan tidak akan terburu-buru dalam bertindak. Ancora akan tetap menunggu sampai ada investor semarang yang siap menamankan modal antara 10-20 persen.
“Kita tidak terburu-buru, siapapun invenstornya tidak masalah selama bisa bersinergi dengan baik dalam rangka memajukan sepak bola kebanggaan warga Semarang,” tandasnya.
Jika Laskar Mahesa Jenar berkeinginan untuk bergabung ke Indonesia Super League maka harus bergerak cepat. Pasalnya, PT Liga Indonesia (LI) sudah mulai melakukan verifikasi terhadap klub-klub yang musim depan akan berlaga di Divisi Utama.
Bahkan PT LI memberikan tengang waktu hanya sampai Akhir Oktober ini, kepada klub-klub divisi Utama yang hendak bergabung ke ISL. Itu artinya jika sampai akhri Oktober PSIS belum ada langkah yang jelas, maka dipastikan tidak akan bisa berkompetisi di ISL dan akan tetap di kompetisi Indonesia Premier League (IPL).
CEO PT LI, Joko Driyono. PT LI mentargetkan pada 30 Oktober sudah mengantongi nama-nama klub yang akan berlaga. Hal ini dilakukan supaya nama-nama klub bisa dibawa pada kongres awal November mendatang, untuk dilakukan follow up. Joko menyatakan, jika PSIS ingin bergabung ke ISL sebaiknya segera melakukan komunikasi dengan PT LI.
Sesuai dengan aturan kuoato klub peserta kompetisi hanya 44 klub. Sedangkan pada musim lalu sudah ada 30 klub divisi utama dan saat ini sudah ada 10 klub yang menyatakan siap untuk bergabung sehingga hanya menyisakan empat klub lagi.
“Kami tidak bisa memaksakan klub-klub yang memang akan bergabung bersama dengan PT LI musim depan. Tetapi jika memang ada niat (bergabung) secepatnya bisa melakukan komunikasi dengan kita,” tandasnya.
Sementara itu, hingga saat ini PT Ancora sebagai pemodal PSIS masih terus berkutat pada investor pendamping untuk mendanai klub kebanggaan warga Semarang itu.
Pengamat sepak bola Kota Semarang, Iwan Anggoro meminta agar pengurus PSIS segera bertindak, tidak perlu memikirkan kemana PSIS akan berlaga, tetapi lebih fokus pada pembentukan manajemen terlebih dahulu.
Dia mengungkapkan, jika memang Ancora membutuhkan investor pendamping, maka dari Ancora sendiri harus segera melakukan tindak lanjut, terhadap calon invenstor yang sudah tertarik untuk bersama-sama mendanai PSIS.
Belum adanya kejelasan mengenai manajerial tim PSIS Semarang musim depan memang menimbulkan banyak spekulasi dari kalangan para pecinta tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.
Sementara itu dari pihak Ancora menyatakan tidak akan terburu-buru dalam bertindak. Ancora akan tetap menunggu sampai ada investor semarang yang siap menamankan modal antara 10-20 persen.
“Kita tidak terburu-buru, siapapun invenstornya tidak masalah selama bisa bersinergi dengan baik dalam rangka memajukan sepak bola kebanggaan warga Semarang,” tandasnya.
(wbs)