PSIS kesulitan mencari investor lokal
Senin, 15 Oktober 2012 - 18:01 WIB
PSIS kesulitan mencari investor lokal
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi PSIS saat ini seakan mati segan hidup tak mau. PT Ancora yang mendanai PSIS pada kompetisi musim lalu, masih juga belum memberikan keputusan sebelum mendapatkan investor pendamping dalam membiayai klub kebanggaan warga Kota Semarang tersebut.
Sejak PT Ancora menyatakan membutuhkan investor dari pengusaha lokal sebagai pendamping dua pekan lalu, hingga saat ini hanya pengusaha kapal tongkang Putut Sutopo yang menyatakan siap. Sementara pengusaha lain belum ada yang menyatakan kesiapannya, padahal di Kota Lunpia ini ada ratusan pengusaha sukses dengan pendapatan besar.
Kendala belum didapatnya investor yang siap mendampingi Ancora menjadi masalah krusial bagi PSIS, terlebih kompetisi semakin dekat. Oleh sebab itu, segera dibutuhkan investor yang siap menanamkan modalnya, demi bangkitnya PSIS.
Manajer Teknik PSIS di bawah Direktur Operasional Warso Susilo, Daniel Toto Indiono mengaku, investor pendamping bagi Ancora adalah syarat wajib sebelum melakukan pembentukan tim. "Permintaan Ancora soal investor pendamping ini supaya PSIS lebih maju," katanya.
Daniel Toto mengungkapkan, dengan adanya investor pendamping juga untuk menghindari pengelolaan yang seenaknya, sebagaiman pada musim lalu."Kami tidak ingin kejadian musim lalu terulang. Dengan adanya investor lokal, pengelola PSIS tentu tidak bisa seenaknya, karena diawasi oleh orang-orang lokal sendiri,"jelasnya.
Dia mengungkapkan, Ancora hanya membutuhkan 20 persen dari pembiayaan tim selama satu musim. Dia mencontohkan apabila dalam satu musim PSIS membutuhkan dana sebesar 10 Milliar maka investor pendamping hanya dibebani 2 Miliar saja.
"Nanti dari Ancora 80 persen, dan investor pendamping hanya 20 persen. Saya pikir untuk kelas di Kota Semarang 20 persen bukanlah nilai yang besar," jelasnya.
Pihak Ancora menurut Daniel Toto, tidak memberikan batas waktu kepada calon investor yang berniat untuk menanamkan modalnya, untuk PSIS."Siapa saja boleh dan Ancora tidak memberikan batasan waktu," katanya.
Selain pihaknya, Putut juga meminta agar ada pengusaha-pengusaha lain di Kota Semarang yang juga bisa bergabung. Namun hingga kini, baik pihak pengurus PSIS maupun Putut Sutopo masih belum bisa melakukan komunikasi untuk membicarakan kemungkinan Putut Sutopo kembali bergabung dengan tim Mahesa Jenar musim depan.
Terpisah pengamat sepak bola Semarang sekaligus Pembina PS Garuda salah satu klub anggota PSIS, Iwan Anggoro berharap, Ancora segera menindaklanjuti keinginan Putut Sutopo yang menyatakan siap menjadi salah satu calon invenstor pendamping.
Dia menilai Putut Sutopo juga layak untuk menjadi invenstor pendamping terlebih Putut pernah menjabat sebagai General Manajer PSIS musim 2010/2011 lalu."Pak Putut memiliki pengalaman di PSIS, oleh sebab itu harus ada tindak lanjut dari Ancora," katanya.
Dan nantinya, setelah Putut berhasil digandeng jangan pernah ditinggalkan pada musim kompetisi selanjutnya. Sehingga kepercayaan pengusaha Semarang kepada PSIS tidak menurun."Pada kompetisi tahun-tahun sebelumnya, investor yang sudah pernah masuk tidak pernah digandeng lagi. Jadi para investor ini merasa enggan untuk kembali menanamkan modalnya untuk PSIS," jelasnya.
Sejak PT Ancora menyatakan membutuhkan investor dari pengusaha lokal sebagai pendamping dua pekan lalu, hingga saat ini hanya pengusaha kapal tongkang Putut Sutopo yang menyatakan siap. Sementara pengusaha lain belum ada yang menyatakan kesiapannya, padahal di Kota Lunpia ini ada ratusan pengusaha sukses dengan pendapatan besar.
Kendala belum didapatnya investor yang siap mendampingi Ancora menjadi masalah krusial bagi PSIS, terlebih kompetisi semakin dekat. Oleh sebab itu, segera dibutuhkan investor yang siap menanamkan modalnya, demi bangkitnya PSIS.
Manajer Teknik PSIS di bawah Direktur Operasional Warso Susilo, Daniel Toto Indiono mengaku, investor pendamping bagi Ancora adalah syarat wajib sebelum melakukan pembentukan tim. "Permintaan Ancora soal investor pendamping ini supaya PSIS lebih maju," katanya.
Daniel Toto mengungkapkan, dengan adanya investor pendamping juga untuk menghindari pengelolaan yang seenaknya, sebagaiman pada musim lalu."Kami tidak ingin kejadian musim lalu terulang. Dengan adanya investor lokal, pengelola PSIS tentu tidak bisa seenaknya, karena diawasi oleh orang-orang lokal sendiri,"jelasnya.
Dia mengungkapkan, Ancora hanya membutuhkan 20 persen dari pembiayaan tim selama satu musim. Dia mencontohkan apabila dalam satu musim PSIS membutuhkan dana sebesar 10 Milliar maka investor pendamping hanya dibebani 2 Miliar saja.
"Nanti dari Ancora 80 persen, dan investor pendamping hanya 20 persen. Saya pikir untuk kelas di Kota Semarang 20 persen bukanlah nilai yang besar," jelasnya.
Pihak Ancora menurut Daniel Toto, tidak memberikan batas waktu kepada calon investor yang berniat untuk menanamkan modalnya, untuk PSIS."Siapa saja boleh dan Ancora tidak memberikan batasan waktu," katanya.
Selain pihaknya, Putut juga meminta agar ada pengusaha-pengusaha lain di Kota Semarang yang juga bisa bergabung. Namun hingga kini, baik pihak pengurus PSIS maupun Putut Sutopo masih belum bisa melakukan komunikasi untuk membicarakan kemungkinan Putut Sutopo kembali bergabung dengan tim Mahesa Jenar musim depan.
Terpisah pengamat sepak bola Semarang sekaligus Pembina PS Garuda salah satu klub anggota PSIS, Iwan Anggoro berharap, Ancora segera menindaklanjuti keinginan Putut Sutopo yang menyatakan siap menjadi salah satu calon invenstor pendamping.
Dia menilai Putut Sutopo juga layak untuk menjadi invenstor pendamping terlebih Putut pernah menjabat sebagai General Manajer PSIS musim 2010/2011 lalu."Pak Putut memiliki pengalaman di PSIS, oleh sebab itu harus ada tindak lanjut dari Ancora," katanya.
Dan nantinya, setelah Putut berhasil digandeng jangan pernah ditinggalkan pada musim kompetisi selanjutnya. Sehingga kepercayaan pengusaha Semarang kepada PSIS tidak menurun."Pada kompetisi tahun-tahun sebelumnya, investor yang sudah pernah masuk tidak pernah digandeng lagi. Jadi para investor ini merasa enggan untuk kembali menanamkan modalnya untuk PSIS," jelasnya.
(aww)