Bulu tangkis Jabar yakin berprestasi di PON 2016
Senin, 15 Oktober 2012 - 19:01 WIB
Bulu tangkis Jabar yakin berprestasi di PON 2016
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 60 persen atlet bulu tangkis Jabar yang tampil di PON XVIII dinilai masih bisa diturunkan dalam PON XIX/2016. Sedangkan untuk menutupi atlet yang tidak bisa turun lagi karena faktor usia, PBSI Jabar masih mempunyai pemain di tim bayangan.
Sekretaris Umum Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat Herman Subarjah mengungkapkan, pada ajang multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII lalu, bulu tangkis Jabar menurunkan 16 atletnya.
Dari keseluruhan atlet tersebut, sebanyak 60 persen pemain masih bisa berjuang membela Jabar dalam pergelaran PON XIX 2016 di Jabar mendatang. "Sekitar 60 persennya dari atlet yang kemarin di PON memperkuat Jabar, saya lihat masih bisa turun di PON XIX 2016 mendatang. Sedangkan untuk menutupi 40 persennya lagi, kami masih punya pemain dari tim bayangan yang kemampuannya tidak jauh beda," ungkapnya.
Untuk itu, meskipun siap dengan tim bayangan, Herman menilai tetap akan melakukan seleksi lagi. Sehingga terjaring atlet yang benar-benar berkualitas dan mampu memberikan yang terbaik untuk Jabar nanti. Dengan begitu, Jabar tidak akan kekurangan atlet bulu tangkis untuk mengganti para seniornya.
Melihat permainan atletnya di PON XVIII lalu Herman mengaku cukup gembira dengan hasil yang diraihnya. Selain bisa melebihi target dalam raihan medali, untuk pertama kalinya tim beregu putri bisa meraih medali emas.
"Kami cukup merasa senang dengan hasil perolehan kemarin. Pasalnya, tim beregu putri yang biasanya tidak pernah menyumbang medali emas, tapi dalam PON Riau ternyata mereka bisa meraih medali emas, dan itu prestasi yang cukup membanggakan," ujarnya.
Selain itu, tim bulu tangkis Jabar yang sebelumnya hanya menargetkan satu medali emas. Alhasil tim Jabar bisa melebihi target dengan meraih dua medali emas dari nomor beregu putri dan ganda campuran, dua perak, dan tiga perunggu. "Sebenarnya raihan dua medali emas itu sudah kami prediksi sebelumnya. Namun kami sempat khawatir karena peluangnnya saat itu fifty-fifty," ujarnya.
Untuk nomor tunggal, lanjut Herman, Jabar memang tidak punya pebulutangkis sekelas pebulutangkis daerah lain. Meski demikian sebenarnya Jabar mempunyai peluang dari tunggal putri atas nama Hera Desi Ana. "Sayang di semifinal Hera harus kalah karena mengalami cedera," singkatnya.
Menurut Herman, para atlet Jabar yang turun di PON, kini kembali menjalani latihan untuk persiapan sejumlah kejuaraan seperti sirkuit nasional (Sirnas) di Banten, Bali dan Jatim serta kejurnas. "Semua pebulutangkis PON Jabar akan mengikuti sirkuit nasional. Tapi mereka akan membawa bendera klubnya masing-masing," katanya.
Sementara itu, Manajer Tim Bulu Tangkis Jabar, Lili M Kurnia mengaku bangga dengan prestasi yang diraih para pebultangkis Jabar dalam PON XVIII. Bahkan dirinya tidak menyangka tim beregu putri yang selama ini tidak mampu meraih emas, ternyata bisa menyumbangkan emas untuk Jabar.
"Ini berkat usaha anak-anak hingga bisa mencapai target dalam raihan emas. Bahkan tim beregu putra bisa memecahkan rekor karena mampu menyabet emas. Di PON-PON sebelumnya, tim beregu putri tidak pernah dalam emas. Sebenarnya kita ingin beregu putra mendapat emas, tapi dengan mendapat perak pun mereka sudah melebihi target," katanya.
Meski belum pasti dirinya jadi manajer tim bulu tangkis Jabar lagi dalam PON selanjutnya, Lili berharap apa yang dicapai di PON Riau bisa ditingkakan. Apalagi PON mendatang Jabar menjadi tuan rumah. "Saya tidak tahu apa masih jadi manajer atau tidak untuk PON 2016. Namun saya sangat berharap prestasi di PON Riau dipertahanankan, bahkan harus ditingkatkan," pungkasnya.
Sekretaris Umum Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat Herman Subarjah mengungkapkan, pada ajang multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII lalu, bulu tangkis Jabar menurunkan 16 atletnya.
Dari keseluruhan atlet tersebut, sebanyak 60 persen pemain masih bisa berjuang membela Jabar dalam pergelaran PON XIX 2016 di Jabar mendatang. "Sekitar 60 persennya dari atlet yang kemarin di PON memperkuat Jabar, saya lihat masih bisa turun di PON XIX 2016 mendatang. Sedangkan untuk menutupi 40 persennya lagi, kami masih punya pemain dari tim bayangan yang kemampuannya tidak jauh beda," ungkapnya.
Untuk itu, meskipun siap dengan tim bayangan, Herman menilai tetap akan melakukan seleksi lagi. Sehingga terjaring atlet yang benar-benar berkualitas dan mampu memberikan yang terbaik untuk Jabar nanti. Dengan begitu, Jabar tidak akan kekurangan atlet bulu tangkis untuk mengganti para seniornya.
Melihat permainan atletnya di PON XVIII lalu Herman mengaku cukup gembira dengan hasil yang diraihnya. Selain bisa melebihi target dalam raihan medali, untuk pertama kalinya tim beregu putri bisa meraih medali emas.
"Kami cukup merasa senang dengan hasil perolehan kemarin. Pasalnya, tim beregu putri yang biasanya tidak pernah menyumbang medali emas, tapi dalam PON Riau ternyata mereka bisa meraih medali emas, dan itu prestasi yang cukup membanggakan," ujarnya.
Selain itu, tim bulu tangkis Jabar yang sebelumnya hanya menargetkan satu medali emas. Alhasil tim Jabar bisa melebihi target dengan meraih dua medali emas dari nomor beregu putri dan ganda campuran, dua perak, dan tiga perunggu. "Sebenarnya raihan dua medali emas itu sudah kami prediksi sebelumnya. Namun kami sempat khawatir karena peluangnnya saat itu fifty-fifty," ujarnya.
Untuk nomor tunggal, lanjut Herman, Jabar memang tidak punya pebulutangkis sekelas pebulutangkis daerah lain. Meski demikian sebenarnya Jabar mempunyai peluang dari tunggal putri atas nama Hera Desi Ana. "Sayang di semifinal Hera harus kalah karena mengalami cedera," singkatnya.
Menurut Herman, para atlet Jabar yang turun di PON, kini kembali menjalani latihan untuk persiapan sejumlah kejuaraan seperti sirkuit nasional (Sirnas) di Banten, Bali dan Jatim serta kejurnas. "Semua pebulutangkis PON Jabar akan mengikuti sirkuit nasional. Tapi mereka akan membawa bendera klubnya masing-masing," katanya.
Sementara itu, Manajer Tim Bulu Tangkis Jabar, Lili M Kurnia mengaku bangga dengan prestasi yang diraih para pebultangkis Jabar dalam PON XVIII. Bahkan dirinya tidak menyangka tim beregu putri yang selama ini tidak mampu meraih emas, ternyata bisa menyumbangkan emas untuk Jabar.
"Ini berkat usaha anak-anak hingga bisa mencapai target dalam raihan emas. Bahkan tim beregu putra bisa memecahkan rekor karena mampu menyabet emas. Di PON-PON sebelumnya, tim beregu putri tidak pernah dalam emas. Sebenarnya kita ingin beregu putra mendapat emas, tapi dengan mendapat perak pun mereka sudah melebihi target," katanya.
Meski belum pasti dirinya jadi manajer tim bulu tangkis Jabar lagi dalam PON selanjutnya, Lili berharap apa yang dicapai di PON Riau bisa ditingkakan. Apalagi PON mendatang Jabar menjadi tuan rumah. "Saya tidak tahu apa masih jadi manajer atau tidak untuk PON 2016. Namun saya sangat berharap prestasi di PON Riau dipertahanankan, bahkan harus ditingkatkan," pungkasnya.
(aww)