Peluang PSIS dapatkan pemain handal makin tipis
Selasa, 16 Oktober 2012 - 17:16 WIB
Peluang PSIS dapatkan pemain handal makin tipis
A
A
A
Sindonews.com – Belum adanya pergerakan dari PSIS Semarang untuk membentuk tim untuk mengikuti kompetisi 2012/2013, membuat tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang itu, dikhawatirkan tidak bisa mendapatkan pemain-pemain Potensial.
Hal ini diungkapkan oleh Firmandoyo yang merupakan mantan pelatih tim sepak bola jateng pada PON 2012 Riau. Dia mengaku, dengan belum dibentuknya tim PSIS hingga saat ini kesempatan untuk mendapatkan pemain-pemain potensial yang berlaga di PON Riau akan semakin kecil. Padahal para pemain sebenarnya sangat berkeinginan untuk memperkuat laskar Mahesa Jenar .
”Anak-anak pemain Pon sudah layak tampil di sepak bola professional, sayang kalau meraka tidak diakomodir oleh klub lokal seperti PSIS,” katanya.
Saat ini sejumlah punggawa Jateng sudah ada yang merapat ke beberapa Klub di luar PSIS. Seperti kiper Ega Risky, Welly Siagian, Saiful Amar, dan Heri Nur yang sudah merapat ke PSCS Cilacap.
Kemudian ada lagi, Fauzan Fajri, Rizky Yulian, Sabtono, dan Gunario yang merapat ke Persibangga Purbalingga . Bahkan Bek tangguh Ryco Fernanda yang kini tengah memperkuat Timnas U-23 juga dilirik beberapa klub.
Dia menjelaskan jika para pemain potensial dan masih berusia muda tersebut benar-benar sudah dikotrak maka PSIS akan sangat rugi. “Ruginya karena meraka tidak mendapatkan pemain potensial, selain itu PSIS haru harus memetakan pemain dari luar daerah yang menelan banyak waktu dan biaya,” tandasnya.
Sebagai orang yang pernah menjadi asisten Edy Paryono di tim yang ber home base di Stadion Jatidiri merasa prihatin dengan kondisi PSIS yang tidak kunjung ada pergerakan.
Mantan penasehat teknis PSIS pada musim 2009/2010 ini mengaku sangat berharap PSIS mampu segera bangkit dan segera melakukan pembentukan tim untuk menyongsong kompetisi musim depan.
Bahkan dia berharap, PSIS pada kompetisi musim depan harus mampu promosi ke level tertinggi persepak bolaan Indinesia. “PSIS adalah klub besar, sayang kalau kondisinya seperti ini,” jelasnya.
Sebagai mana diketahui, hingga saat ini pihak PT Ancora hingga saat ini masih menunggu adanya investor lokal yang akan mendamping Ancora dalam membiayai Klub. Ancora hanya meminta 20 persen dari total pembiayaan yang dikeluarkan selama satu musim.
Hingga saat ini baru ada satu pengusaha yang berniat untuk mendampingi Ancora, yakni Putut Sutopo yang merupakan pengusaha kapal Tongkang.
Hal ini diungkapkan oleh Firmandoyo yang merupakan mantan pelatih tim sepak bola jateng pada PON 2012 Riau. Dia mengaku, dengan belum dibentuknya tim PSIS hingga saat ini kesempatan untuk mendapatkan pemain-pemain potensial yang berlaga di PON Riau akan semakin kecil. Padahal para pemain sebenarnya sangat berkeinginan untuk memperkuat laskar Mahesa Jenar .
”Anak-anak pemain Pon sudah layak tampil di sepak bola professional, sayang kalau meraka tidak diakomodir oleh klub lokal seperti PSIS,” katanya.
Saat ini sejumlah punggawa Jateng sudah ada yang merapat ke beberapa Klub di luar PSIS. Seperti kiper Ega Risky, Welly Siagian, Saiful Amar, dan Heri Nur yang sudah merapat ke PSCS Cilacap.
Kemudian ada lagi, Fauzan Fajri, Rizky Yulian, Sabtono, dan Gunario yang merapat ke Persibangga Purbalingga . Bahkan Bek tangguh Ryco Fernanda yang kini tengah memperkuat Timnas U-23 juga dilirik beberapa klub.
Dia menjelaskan jika para pemain potensial dan masih berusia muda tersebut benar-benar sudah dikotrak maka PSIS akan sangat rugi. “Ruginya karena meraka tidak mendapatkan pemain potensial, selain itu PSIS haru harus memetakan pemain dari luar daerah yang menelan banyak waktu dan biaya,” tandasnya.
Sebagai orang yang pernah menjadi asisten Edy Paryono di tim yang ber home base di Stadion Jatidiri merasa prihatin dengan kondisi PSIS yang tidak kunjung ada pergerakan.
Mantan penasehat teknis PSIS pada musim 2009/2010 ini mengaku sangat berharap PSIS mampu segera bangkit dan segera melakukan pembentukan tim untuk menyongsong kompetisi musim depan.
Bahkan dia berharap, PSIS pada kompetisi musim depan harus mampu promosi ke level tertinggi persepak bolaan Indinesia. “PSIS adalah klub besar, sayang kalau kondisinya seperti ini,” jelasnya.
Sebagai mana diketahui, hingga saat ini pihak PT Ancora hingga saat ini masih menunggu adanya investor lokal yang akan mendamping Ancora dalam membiayai Klub. Ancora hanya meminta 20 persen dari total pembiayaan yang dikeluarkan selama satu musim.
Hingga saat ini baru ada satu pengusaha yang berniat untuk mendampingi Ancora, yakni Putut Sutopo yang merupakan pengusaha kapal Tongkang.
(wbs)