Nike bantah rahasiakan doping Armstrong
Rabu, 17 Oktober 2012 - 12:43 WIB
Nike bantah rahasiakan doping Armstrong
A
A
A
Sindonews.com - Sponsor utama tim pembalap sepeda Lance Armstrong membantah tuduhan yang mengatakan bahwa perusahaan itu telah mendapatkan dana segar sebesar USD500 ribu dari mantan Presiden International Cycling Union (UCI), Hein Verbruggen untuk menutupi hasil tes doping yang terjadi beberapa tahun lalu.
Ini menyusul terkuaknya fakta di New York Daily News bahwa istri dari Armstrong, Kathy LeMond bersaksi di bawah sumpah pada 2006 silam bahwa dia diberitahu oleh mekanik Julien Devries tentang dugaan sumbangan yang dilakukan Presiden UCI pada Juli 2000 lalu.
"Menanggapi tuduhan yang diberitakan New York Daily News, Nike membantah bahwa ia telah mendapatkan bayaran dari mantan Presiden UCI Hein Verbruggen sebesar USD500 ribu US Dollar untuk menutupi hasil tes doping Armstrong. Pasalnya, Nike sendiri tidak membenarkan penggunaan obat-obatan ilegal meningkatkan kinerja dalam dunia olahraga," pernyataan resmi Nike seperti dilansir DailyMail, Rabu (17/10/2012).
Keputusan Nike untuk terus mendukung karir Armstrong sebelum akhirnya pembalap sepeda itu memutuskan pensiun telah menuai kritik dan protes dari berbagai kalangan. Salah satunya mantan rekan satu tim Armstrong, Paul Willerton yang sempat memimpin sekelompok penggemar bersepeda ke kantor pusat perusahaan yang berada di Beaverton, Oregon untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Sementara seorang juru bicara UCI, bersikeras mereka akan mengatakan yang sebenarnya tentang kasus Armstrong pada 31 Oktober 2012 mendatang.
Ini menyusul terkuaknya fakta di New York Daily News bahwa istri dari Armstrong, Kathy LeMond bersaksi di bawah sumpah pada 2006 silam bahwa dia diberitahu oleh mekanik Julien Devries tentang dugaan sumbangan yang dilakukan Presiden UCI pada Juli 2000 lalu.
"Menanggapi tuduhan yang diberitakan New York Daily News, Nike membantah bahwa ia telah mendapatkan bayaran dari mantan Presiden UCI Hein Verbruggen sebesar USD500 ribu US Dollar untuk menutupi hasil tes doping Armstrong. Pasalnya, Nike sendiri tidak membenarkan penggunaan obat-obatan ilegal meningkatkan kinerja dalam dunia olahraga," pernyataan resmi Nike seperti dilansir DailyMail, Rabu (17/10/2012).
Keputusan Nike untuk terus mendukung karir Armstrong sebelum akhirnya pembalap sepeda itu memutuskan pensiun telah menuai kritik dan protes dari berbagai kalangan. Salah satunya mantan rekan satu tim Armstrong, Paul Willerton yang sempat memimpin sekelompok penggemar bersepeda ke kantor pusat perusahaan yang berada di Beaverton, Oregon untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Sementara seorang juru bicara UCI, bersikeras mereka akan mengatakan yang sebenarnya tentang kasus Armstrong pada 31 Oktober 2012 mendatang.
(akr)