PSIS disarankan ikut kompetisi PT Liga
Rabu, 17 Oktober 2012 - 19:16 WIB
PSIS disarankan ikut kompetisi PT Liga
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah tokoh sepak bola Semarang berharap PSIS yang musim lalu berkompetisi di Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) untuk berubah haluan ke kompetisi Divisi Utama versi PT Liga Indonesia.
Salah satu tokoh sepak bola Semarang, Edy Raharto menyatakan, kedua pilihan tersebut memang sulit. Namun, dia berharap PSIS pada musim depan dapat berkompetisi pada yang berada di bawah naungan PT Liga Indonesia (PT Liga) tersebut.
Menurutnya, dari sisi pemasaran kompetisi di LSI dan Divisi Utama yang dikelola PT LI lebih menjual dan disaksikan banyak orang. Acara siaran langsung juga terjadwal rapi di mana divisi utama juga mendapatkan porsi yang memadai.
''Contohnya PCSC Cilacap, meraka akhirnya memilih untuk bergabung ke PT Liga, karena memang regulasinya lebih jelas, siarannya juga terjadwal. Dengan disiarkan secara terjadwal membuat tim lebih mudah untuk mencari sponsor,” katanya.
Karena itu, Wakil General Manager PSIS musim 2010/2011 itu, segera menyelesaikan permasalahan internal, PSIS sebaiknya juga segera menentukan langkah yang tepat. ''Waktu kita semakin mepet, kalau tidak segera menentukan, PSIS akan semakin kocar-kacir,”ujarnya.
Keputusan akan berafiliasi ke mana harus segera dibuat karena PT Liga akan menutup pendaftaran bagi peserta kompetisi mereka tanggal 30 Oktober mendatang atau kurang dari dua minggu.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pembina PS Unika, Ferdinand Hindiarto. Dia juga sangat mendukung apabila musim depan PSIS berkompetisi di divisi Utama PT Liga. ''Karena setelah promosi PSIS akan bertemu dengan klub-klub mapan yang memiliki nama besar. Selain itu, liga yang dikelola PT Liga juga lebih profesional,” katanya.
Sementara itu dari kalangan Suporter tidak masalah PSIS mau main di kompetisi mana pun karena saat ini baik IPL maupun ISL sama-sama legal. ''Bagi kami, ke mana pun PSIS pada musim depan tidak masalah,”kata Ketua Umum Panser Biru Mario Baskoro.
Namun menurutnya, ada baiknya PSIS mempertimbangkan secara matang sebelum menentukan langkah akan berkompetisi di mana. ”Akan tetapi yang lebih penting adalah PSIS segera berbenah, dengan segera membentuk manajemen dan tim. Kami para suporter sudah rindu untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangan kami,” tandasnya.
Salah satu tokoh sepak bola Semarang, Edy Raharto menyatakan, kedua pilihan tersebut memang sulit. Namun, dia berharap PSIS pada musim depan dapat berkompetisi pada yang berada di bawah naungan PT Liga Indonesia (PT Liga) tersebut.
Menurutnya, dari sisi pemasaran kompetisi di LSI dan Divisi Utama yang dikelola PT LI lebih menjual dan disaksikan banyak orang. Acara siaran langsung juga terjadwal rapi di mana divisi utama juga mendapatkan porsi yang memadai.
''Contohnya PCSC Cilacap, meraka akhirnya memilih untuk bergabung ke PT Liga, karena memang regulasinya lebih jelas, siarannya juga terjadwal. Dengan disiarkan secara terjadwal membuat tim lebih mudah untuk mencari sponsor,” katanya.
Karena itu, Wakil General Manager PSIS musim 2010/2011 itu, segera menyelesaikan permasalahan internal, PSIS sebaiknya juga segera menentukan langkah yang tepat. ''Waktu kita semakin mepet, kalau tidak segera menentukan, PSIS akan semakin kocar-kacir,”ujarnya.
Keputusan akan berafiliasi ke mana harus segera dibuat karena PT Liga akan menutup pendaftaran bagi peserta kompetisi mereka tanggal 30 Oktober mendatang atau kurang dari dua minggu.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pembina PS Unika, Ferdinand Hindiarto. Dia juga sangat mendukung apabila musim depan PSIS berkompetisi di divisi Utama PT Liga. ''Karena setelah promosi PSIS akan bertemu dengan klub-klub mapan yang memiliki nama besar. Selain itu, liga yang dikelola PT Liga juga lebih profesional,” katanya.
Sementara itu dari kalangan Suporter tidak masalah PSIS mau main di kompetisi mana pun karena saat ini baik IPL maupun ISL sama-sama legal. ''Bagi kami, ke mana pun PSIS pada musim depan tidak masalah,”kata Ketua Umum Panser Biru Mario Baskoro.
Namun menurutnya, ada baiknya PSIS mempertimbangkan secara matang sebelum menentukan langkah akan berkompetisi di mana. ”Akan tetapi yang lebih penting adalah PSIS segera berbenah, dengan segera membentuk manajemen dan tim. Kami para suporter sudah rindu untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangan kami,” tandasnya.
(aww)